The Transcendent Zombie System

The Transcendent Zombie System

By:  A Hundred Battles In Green ArmorCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
9.5
290 ratings. 290 reviews
2060Chapters
337.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

After transmigrating into the apocalypse, he acquired a Super Fusion System.Two Level 1 Zombies can be combined into a single Level 2 Zombie, the combined zombie would also be completely loyal.The higher the zombie’s level, the better it looked.The zombies also possessed unique skills and techniques. Some are heaven shattering and groundbreaking, with the ability to take the life of any adversary.In fact, the zombies will even continue to spawn new zombies every day.

View More

Chapter 1

Chapter 1 The Zombies are Breaking In

“Buka mulutmu, Sophia.”

Sophia Russell, 27 tahun, tengah duduk di pinggir tempat tidur mewahnya bersama Mike Myers—tunangan yang semua orang bilang sempurna dan tengah menatapnya dengan penuh hasrat.

Pria itu tampan, berkelas, dan berpendidikan. Setelan kemeja putihnya sudah terbuka di dua kancing atas, memperlihatkan kulit dada yang hangat dan sedikit berotot.

“Sayang, kita sudah terlalu sering menunda,” ucap Mike dengan suara rendah, serak namun menggoda.

Tangannya menyentuh pipi Sophia dengan lembut tapi dengan intensitas yang membuat udara di antara mereka menegang.

Sophia mengangguk dengan pelan, meski dalam dadanya bergejolak rasa takut yang sama seperti setiap kali pria itu mendekat. Ia lalu mencoba tersenyum. “Aku tahu.”

Mike menarik tubuh Sophia ke dalam pelukannya lalu bibirnya mendarat di bibir Sophia.

Ciuman itu seharusnya membuatnya bergetar, seharusnya menghadirkan desir hangat di seluruh tubuhnya.

Tapi yang dia rasakan hanyalah dingin. Dingin seperti batu. Tubuhnya menegang, tak ada satu pun otot yang mau menuruti perintah otaknya untuk merespons.

Mike memperdalam ciumannya, tangannya kini merayap ke belakang leher Sophia, namun tak ada respons.

Mata Sophia menatap kosong ke arah bahu Mike. Napasnya tak beraturan, tapi bukan karena gairah, melainkan panik yang kian menekan dadanya.

“Sayang?” suara Mike terdengar berat dan kecewa. Dia akhirnya melepaskan ciuman itu dan menatap Sophia lama, dengan tatapan nyaris tak percaya. “Kau bahkan tak bergerak sama sekali.”

Sophia terdiam, bibirnya bergetar. “Aku—aku sudah mencoba, Jo. Sungguh. Aku mencoba untuk—”

“Untuk apa?” potong Mike dengan tajam sembari menarik diri dari pelukannya. “Untuk membuatku merasa seperti sedang mencium patung?”

Ucapan Mike barusan cukup membuat Sophia sakit hati. Namun, dia tidak mau memperlihatkan itu di hadapan sang tunangan. “Maaf, aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa ….”

Mike menghela napas panjang lalu beranjak dari duduknya dan memijat pelipisnya karena frustrasi.

“Setiap kali kita mencoba, kau selalu begini. Membeku. Menolak tanpa menolak. Apa aku begitu menjijikkan untukmu, Sophia?”

“Tidak! Aku hanya … aku takut, aku tidak tahu kenapa—”

“Sudah cukup,” potong Mike dengan nada dinginnya. Ia lalu meraih jaketnya yang tergantung di kursi, lalu berjalan menuju pintu. “Aku butuh udara. Aku tidak bisa terus seperti ini.”

Pintu menutup dengan bunyi keras dan meninggalkan Sophia sendirian di kamar yang kini terasa lebih sunyi dari sebelumnya.

Ia lalu menunduk sambil menatap tangannya yang gemetar di atas selimut. Lagi-lagi dia gagal lagi.

Ciuman yang seharusnya menjadi ungkapan cinta justru selalu berakhir dengan ketakutan.

Air mata akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan. Apa yang salah denganku?

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Sophia keluar dari apartemennya.

Dengan rambut bergelombang panjang dan wajah elegan, dia masih tampak memukau meski mata sembab dan senyumnya palsu.

Bar kecil di sudut kota London itu tampak hangat oleh cahaya kuning temaram yang memantul di dinding bata ekspos. Aroma lemon dan alkohol tipis bercampur dengan suara musik jazz yang lembut.

Di sudut ruangan, Bianca Adams sudah menunggu dengan dua gelas margarita di depan meja. Ia melambai ketika melihat Sophia datang, wajahnya langsung menampilkan ekspresi prihatin begitu melihat sahabatnya itu.

“Sophia, kau tampak berantakan,” ucap Bianca tanpa basa-basi, alisnya terangkat.

Sophia tertawa kecut, lalu duduk dan melepaskan mantel panjangnya. “Terima kasih atas pengingatnya. Aku tahu aku bukan pemandangan yang menyenangkan malam ini.”

“Bahkan lebih parah dari terakhir kali,” gumam Bianca sambil menyerahkan gelas margarita.

“Jadi?” Ia mencondongkan tubuh ke depan. “Bagaimana malammu dengan Mike? Katamu ingin mencoba lagi.”

Sophia menatap cairan bening di gelasnya, mengaduk pelan dengan sedotan. “Gagal lagi,” katanya lirih.

Bianca terbelalak. “Gagal lagi? Maksudmu—”

“Bahkan sebelum kami benar-benar memulai.” Sophia meneguk minumannya sedikit lalu mengembuskan napas panjang. 

“Dia menciumku, tapi aku tidak merasakan apa-apa. Tidak ada debaran, tidak ada gairah. Hanya... takut. Tubuhku kaku. Aku seperti membeku.”

Bianca menatapnya dengan tatapan lembut namun khawatir. “Sophia, ini sudah kesekian kalinya. Kalian sudah setahun bersama, dan setiap kali kau mencoba, kau selalu ... pingsan, demam, atau panik. Ini bukan hal sepele, sayang. Ada sesuatu yang salah.”

Sophia menatap meja kosong di antara mereka. “Aku tahu. Tapi aku tidak tahu kenapa. Aku mencintainya, Bianca. Tapi tubuhku ... menolak. Mike mulai kehilangan sabar. Aku takut dia menyerah.”

Bianca diam sejenak, lalu menatap sahabatnya dalam-dalam. “Mungkin sudah waktunya kau bicara dengan seseorang yang bisa membantu.”

“Bicara dengan seseorang?” Sophia mengerutkan dahi. “Maksudmu siapa? Aku sudah bicara denganmu.”

“Aku bukan ahli terapi, Sophia.” Bianca menghela napas pelan, lalu menautkan jemarinya di atas meja. “Aku bicara tentang ... psikolog. Atau lebih tepatnya, terapi seksual.”

Sophia menatapnya, nyaris tersedak margarita. “Terapi seksual? Tunggu ... memang ada yang seperti itu?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ratings

10
66%(192)
9
1%(4)
8
2%(7)
7
1%(4)
6
1%(2)
5
0%(1)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
2%(5)
1
26%(75)
9.5 / 10.0
290 ratings · 290 reviews
Write a review

reviewsMore

Jordan Sharp
Jordan Sharp
Great book! Was a bit repetitive later
2025-01-18 20:08:11
1
0
BlueCadi 315
BlueCadi 315
Good read so far
2024-03-17 02:33:31
4
0
Abibat
Abibat
This story is starting to get irritating like wtf is Lucas not suppress he kept suppressing everything everyone he melt ...🫤🥱...
2022-10-13 22:49:06
1
0
Jollie Bryan Pascual Mirabueno
Jollie Bryan Pascual Mirabueno
Nice story
2022-03-08 08:45:01
4
1
Rey Ann Ecnab Salbivia
Rey Ann Ecnab Salbivia
Thrilling one... I can't stop reading it whenever I started
2021-12-30 23:45:42
6
0
2060 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status