Share

Bab 104. Monster

Penulis: Bayang Wiradipa
last update Tanggal publikasi: 2025-10-14 20:33:25

Liora menggertakkan giginya. "Diam kau."

Cahaya suci di pedang Liora kembali menyala terang, pertanda dia akan kembali menyerang Morgan. Namun sebelum Liora mengayunkan pedang itu, Morgan berbisik pelan.

"Terimakasih," ucap Morgan dengan senyum di wajahnya.

Liora mengerjap, senyum Morgan kali ini sedikit berbeda. Dia terlihat, tulus? Tapi.. untuk apa dia meminta maaf? Kata-kata Morgan cukup untuk membuat Liora sedikit ragu.

Morgan merentangkan kedua tangannya, memberi banyak celah bagi Liora un
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • The Werewolf's Bride   Bab 183. Penculikan

    Pembicaraan itu pun berakhir dengan kesepakatan awal. Luzark sudah sedikit lega dengan adanya bantuan dari Leonel, namun Morgan masih merasa berat hati."Liora, bisa kita bicara?" cegat Morgan sebelum Liora kembali ke kamarnya. "Kau tidak keberatan jika kita berjalan-jalan sebentar? Sambil berbincang..""Baiklah."Tapi kenyataannya, Morgan hanya melangkah tanpa mengucapkan sepatah kata pun."Ada apa? Katanya kau mau bicara?""Liora," langkah Morgan terhenti. "Kumohon, masih ada waktu untuk mengubah keputusanmu. Luzark juga pasti langsung setuju jika kau menolak sekarang. Ya?" bujuk Morgan. "Kita tetap bisa menjalanlam rencana kita tanpa kau jadi umpan Liora.." ratap Morgan. "Bukankah itu tujuan sang kaisar sampai datang ke sini?" "Aku tahu, tapi dengan begini.. kita bisa mendapatkan dua hal sekaligus. Menangkap Zevariel, sekaligus memberimu gelar bangsawan.""Aku bisa pergi ke medan perang untuk itu.""Berapa lama? Tiga tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun? Dan tidak ada jaminan kau kemb

  • The Werewolf's Bride   Bab 182. Pasangan Baru

    Morgan masih teringat percakapannya dengan Liora bahkan sampai waktu makan malam tiba. Dia tidak ingat bagaimana dia sampai di ruang makan, yang jelas saat ini dia sedang duduk di sana, menanti hidangan disajikan. Tentu saja bersama dengan Liora dan.. tiga orang yang mengganggu. Luzark, Leonel, dan Elbaf.Morgan sudah terbiasa jika bersama dengan Luzark, lagipula dia kakak Liora.Tapi kenapa sekarang Elbaf dan Leonel juga ikut serta. Morgan sedikit kesal karenanya. Tapi melihat Liora di sana, berbicara dengan santai dan tertawa riang, sudah cukup meredakan rasa kesal Morgan. Dia tidak peduli dengan hal lain, yang penting Lioranya bahagia.Makan malam berjalan seperti biasanya, suara denting sendok yang beradu dengan piring, obrolan ringan. Namun Morgan kembali teringat setelah mereka membahas hal lain setelah makan, hal yang sempat dia lupakan. "Lio, kau.. benar-benar tak masalah dengan hal ini? Bisa kita batalkan jika kau tidak mau." tanya Luzark serius."Benar adikku, kami tidak ing

  • The Werewolf's Bride   Bab 181. Air Mata

    "Liora.." panggil Morgan dengan suara bergetar."Hmm.." Liora hanya menjawab dengan gumaman.Berbeda dengan Morgan yang terlihat salah tingkah, Liora sangat santai. Sejak tadi wajahnya tersenyum sambil memandangi lelaki kikuk di depannya itu.'Uukh.. Liora tersenyum seperti malaikat, jantungku rasanya seperti mau meledak.' batin Morgan gusar.“Kau… kau barusan bilang apa? Bisa kau ulangi?” tanya Morgan kedua kalinya, suaranya masih saja gugup."Aku tidak tahu kau semanis ini Morgan." jawab Liora sambil menatap lurus ke arah Morgan seolah menantangnya. Tindakan Liora membuat wajah dan telinga Morgan memerah, hampir semerah rambutnya."Dengarkan baik-baik, setelah ini.. aku tidak mau mengulanginya lagi." sahut Liora. "Aku tidak suka melihatmu bersama wanita lain."Morgan menelan ludah. "Kenapa?"Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Morgan, sungguh bodoh dan polos. Morgan sepertinya tahu jawabannya, hal itu hanya mengarah ke satu hal. Tapi.. Morgan takut berharap. Bukan karena di

  • The Werewolf's Bride   Bab 180. Kejujuran

    Rinos memasuki ruangan dengan Elbaf di sampingnya.Kedatangan Leonel ke Luminous masih dirahasiakan, jadi Luzark memastikan Rinos agar tidak memberitahu orang lain. Tentu saja Rinos akan menjalankan perintah itu bahkan tanpa disuruh. Namun dengan merahasiakannya, Leonel tidak bisa mendapatkannya sambutan maupun fasilitas layaknya seorang kaisar.Luzark memercayakan segala kebutuhan Leonel agar dihandle Rinos, jika terlalu banyak pelayan yang bolak balik terlalu beresiko ketahuan. Sementara ini status Leonel adalah tamu utusan luar negri.Setelah memastikan semuanya tersampaikan, Rinos pergi dari sana untuk mempersiapkan semuanya. Sementara Elbaf, Luzark, dan Leonel melanjutkan pembicaraan mereka. Juga alasan sebenarnya dari kedatangan Leonel.***Liora masih menggandeng tangan Morgan meskipun mereka sudah berjalan jauh. Morgan tidak tahu kemana Liora membawanya karena dia tidak mengatakan apa pun. Tapi dari arah yang mereka lalui, Morgan menebak Liora berniat ke ruang baca miliknya. D

  • The Werewolf's Bride   Bab 179. Pajangan Cafe

    Kemarahan dan rasa cemburu membuat Morgan lupa dimana dia berada saat ini, sampai dua orang kesatria menghampirinya."T-tuan Morgan, kami diminta untuk menemani anda sampai sihirnya lepas. Yang lain sudah kembali ke istana atas perintah tuan putri." ucap kesatria itu takut-takut.Morgan menghela napas, dia hanya bisa pasrah. Dia berada di dalam sebuah cafe di tengah kota di jam cafe tersebut ramai dikunjungi orang. Bisa dibayangkan bagaimana malunya Morgan saat ini. Dia berdiri dengan satu tangannya terangkat ke atas kaena pedangnya terjatuh tadi."Apa yang dilakukan pria itu?""Entahlah.. siapa dia? Sepertinya tidak asing?""Bukankah tadi sempat ada keributan di sana?""Memperebutkan seorang gadis kan?""Astaga.. dia pasti kalah.. kasihan sekali.""Tapi kenapa daritadi dia begitu?""Entahlah.. dia membatu karena terlalu syok?""Kasihan.. sungguh kasihan.. padahal dia masih muda dan tampan.."Bisik-bisik dari para pengunjung cafe itu terdengar hingga ke telinga Morgan. Bahkan kini kes

  • The Werewolf's Bride   Bab 178. Adik Leonel

    "Realistis saja Baginda, saya lebih memilih bekerja dan hidup tenang. Untuk apa repot-repot... Oh.." Elbaf kini menyadari maksud dari pertanyaan Luzark. Jika Morgan tidak gila, logikanya pasti memaksaya untuk berhenti dan memilih untuk hidup tenang setelah lepas dari kematian. Tapi dia memilih jalan yang sulit dengan berada di sisi Liora.Elbaf tersenyum, "Saya mengerti Baginda."Di sisi lain istana, Morgan sudah bersiap dengan beberapa pasukan kesatria Luminous. Tanpa tahu kekacauan yang disebabkannya, Liora kini sedang asyik menyantap eskrim coklat dengan banyak topping strawberry di atasnya."Enak?" tanya Leonel."Enak." jawab Liora spontan, sesaat kemudian pipinya menggembung. "Kenapa anda memperlakukan saya seperti anak kecil? Menyebalkan."Leonel tertawa, pandangan matanya menghangat. "Karena kau adikku.""Kita kan baru bertemu." sanggah Liora. "Kak.. perasaanku tidak enak, bagaimana jika Luz marah dan.." lanjutnya."Sudah kubilang, aku terlalu sering mendengar tentangmu dari Lu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status