LOGINLiora Morrin seorang mahasiswa jurusan musik yang hobi membaca novel bergenre fantasi, kini berada di tempat yang bagaikan negeri dongeng. Ingatan terakhirnya adalah dia sedang berjalan pulang ke kosnya setelah menyelesaikan kuliah malam. Dia sempat bertemu dengan sosok menyeramkan dan disinilah dia berakhir. Lalu apa-apaan desain kamar yang norak ini? Apa mereka sedang syuting film kerajaan abad pertengahan? Disaat dia belum benar-benar mencerna situasi dengan baik, pintu kamarnya diketuk. seorang lelaki tampan masuk, tidak... bahkan sangat tampan. Jangan-jangan.. dia masuk ke dunia novel seperti jalan cerita novel yang sering dibacanya?
View More"Sssttt.." Liora menempelkan telunjuk di bibirnya.Sarah mengangguk. Ia kira Luzark sudah pergi."Sarah, kenapa kau tidak menjawab? Aku akan mendobrak pintunya jika kau tidak..""Jangan! Jangan masuk.." panik Sarah."Kenapa? Ada yang mengancammu di sana? Aku akan dobrak sekarang."Terdengar suara derap langkah kaki."Aku sedang tidak memakai baju!" seru Sarah spontan.Luzark mengerjap, ia membeku. Hening seketika.Liora menunduk dengan bahu bergetar, ia juga terkejut dengan improvisasi Sarah. Bisa-bisanya ia menggunakan alasan itu, Luzark pasti sangat syok di luar sana."Ukh..." Sarah menunduk malu, ia merutuki dirinya yang malah membuat alasan konyol itu."Maafkan ketidaksopananku, Sarah. Aku tidak tahu situasimu...""T-tidak apa-apa, Yang Mulia.""Kukira kau tidur karena tidak menjawabku." suara Luzark sendu. "Istirahatlah, aku akan datang lagi besok."Suara sepatu yang beradu dengan lantai terdengar semakin tipis. Sejak tadi, Luzark belum beranjak dari tempatnya. Dia juga menolak k
Tidak ada jawaban."Sarah, bagaimana keadaanmu?""Saya baik-baik saja Yang Mulia, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya.""Bagaimana aku bisa tahu kau baik-baik saja atau tidak. Biarkan aku melihatmu sebentar.""Tidak. Jangan." jawab Sarah cepat. "Saya sungguh minta maaf Yang Mulia."Hanya itu yang Sarah ucapkan. Setelahnya ia tidak menjawab apa pun lagi ucapan maupun panggilan Luzark."Apa yang terjadi? Dia sedang main tarik ulur? Hah. Tidak Lucu."Luzark bahkan sampai mengunjungi tabib istana untuk menanyakan keadaan Sarah. Katanya, Sarah terkena flu, saat ini demamnya sudah turun. Tapi ia masih harus istirahat sampai beberapa hari ke depan."Jadi dia benar-benar sakit," gumam Luzark. "Tapi apa hubungannya itu dengan dia yang tidak mau menemuiku?!" celoteh Luzark frustasi.***"Hmm.. jadi begitu," jawab Liora santai setelah mendengarkan keluhan kakaknya yang panjang lebar. Semuanya tentang Sarah.Liora menyungginggkan senyum, ia turut senang dengan perubahan kakaknya itu. Tanpa Lu
"Kenapa? Cuacanya sedang bagus. Ini waktu yang sangat pas untuk minum teh."Luzark duduk dengan kesalnya. "Suruh dia berhenti menempel padaku."Leonel menatap Luzark dengan pandangan iba. "Hahh, kau kira aku bisa mengatur adikku?""Tetap saja, kau kakaknya.""Hei, aku juga korban karena menjadi kakaknya." Luzark menyajikan teh di hadapan Luzark. "Nah, minumlah dulu. Kapan lagi seorang kaisar sepertiku membuatkan teh.""Cih." Luzark menyeruput tehnya, bagaimana pun Luzark sangat menghormati Leonel."Sejak kecil, Sarah itu jelmaan siluman banteng. Ia selalu mengamuk dan menggebu-gebu. Pernah suatu ketika, ia mengunci guru etika di kandang kuda hanya karena guru itu membentak pelayan pribadi Sarah.""Itu tidak ada hubungannya denganku kan.""Ia juga pernah menyamar jadi pelayan hanya untuk keluar jalan-jalan di pusat kota seharian. Karena tidak ada satu pun yang tahu, kami sempat mengira itu penculikan. Tapi gadis kecil itu malah pulang dengan rok penuh tanah dan wajah yang sangat kotor.
Tumben? Liora merasa aneh dengan Morgan yang tenang seperti ini, padahal sejak malam pertama, ia sangat beringas dan tidak sabaran. Bukan berarti Liora mengharapkan itu, hanya saja.. sepertinya ada yang sedang Morgan pikirkan."Morgan.." panggil Liora, tangannya mengusap lembut sisi wajah suaminya. "Ada apa? Kau sedang memikirkan sesuatu kan?"Bukannya menjawab, Morgan memejamkan matanya. Menikmati belaian lembut istrinya. Baru kali ini ia merasa begitu disayangi. Liora adalah dunianya, segalanya bagi Morgan."Aku hanya merasa.. bersyukur. Kau adalah berkah bagiku, tapi.. apakah aku juga begitu?" ucap Morgan lirih."Istriku.." lanjutnya. "Kau wanita yang amat sempurna, kau yang seperti itu pun amat berharga bagi kakakmu. Terkadang aku berpikir, apa aku yang seperti ini pantas mendapatkanmu? Apa aku sudah merenggut kebahagiaan kakak beradik yang harmonis?""Kau jadi kepikiran karena Luzark sampai sekarang masih merajuk begitu?""...""Morgan, Luzark bukan orang yang akan mengijinkanku
Seorang pelayan menghampiri Liora dan memberitahukan jika sudah waktunya acara minum teh bersama Yang Mulia Ratu. "Astaga! Nona, maafkan saya! Saya benar-benar lupa. Bagaimana ini, nona belum bersiap-siap." ""Memangnya apa lagi yang perlu disiapkan? Bukankah aku tinggal langsung kesana saja?"
Hari itu semua orang tampak sibuk. Liora baru saja menyelesaikan sarapannya yang tentu saja lagi-lagi diantarkan ke kamarnya. "Lili.." "Aku inigin keluar jalan-jalan." Liora merasa sangat bosan di dalam kamar. "Ada taman yang indah di belakang istana nona, apa nona mau saya antarkan kesana?
Belum sehari sejak Liora dibawa ke kerajaan itu, tapi dia sudah merasa sangat lelah. Satu-satunya hal baik sejak dia tiba di tempat ini adalah dua anak lucu dan usil yang sudah sangat akrab dengannya. Liora baru mengenal si pelayan kembar, tapi dia sudah merasa dekat dengan mereka. Untunglah orang
Di saat yang sama di kamar Liora. "Tadi itu apa?" "Bukan apa-apa Nona." jawab Lili. "Lili jangan berbohong padaku." sahut Liora sambil menatap Lili dengan pandangan menyelidik. "Oh saya lupa harus membantu Lulu memandikan tanaman." Sebelum Lili berhasil kabur, Liora menangkapnya. Liora me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore