Share

Bab 3

Penulis: Star Harvest
“Aku masih ada urusan, kalian sudah boleh pergi.”

Beberapa mahasiswi itu pergi dengan berat hati. Sebelum benar-benar menjauh, mereka berkali-kali menoleh untuk menatap sang dokter.

Setelah mereka pergi, pacarku mendorongku mendekat ke arah dokter tersebut.

“Kak Jack, kupercayakan kesembuhan pacarku padamu.”

Dokter itu memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah, lalu mengangguk.

“Nggak masalah, ayo ikut aku ke dalam. Biar kuperiksa dulu.”

Tanpa diragukan lagi, pacarku pasti sudah menjelaskan semuanya pada dokter sebelumnya.

Wajahku langsung memerah karena malu, penyakit ini benar-benar memalukan bagi diriku.

Di depan dokter setampan ini, ada dorongan dalam diriku ingin berbalik dan berlari pergi.

Namun anehnya, tubuhku malah melangkah mengikutinya masuk ke dalam ruangan.

Begitu aku duduk di kursi, Dokter Jack menutup pintu dan berjalan mendekatiku selangkah demi selangkah.

Aku tak berani mendongak, tapi saat pandanganku turun ke bawah, mataku mendadak terpaku.

Meski dalam keadaan santai, celana panjang Dokter Jack memperlihatkan tonjolan yang sangat besar.

Ternyata dugaanku benar. Orang seperti dia pasti sangat perkasa dan punya bakat alami yang luar biasa.

Pikiranku mulai berandai-andai dan aku merapatkan kedua kaki dengan sangat erat.

Dokter Jack berhenti tepat di depanku, “Wajahmu merah sekali, tubuhmu sekarang pasti sangat geli, ‘kan? Kamu sangat ingin dipermainkan laki-laki, ‘kan?”

Pertanyaannya sangat blak-blakan membuatku terdiam, lalu secara tanpa sadar aku mengangguk.

“Iya, kamu benar. Tadi aku bahkan ingin melakukannya dengan pacarku….”

Di tengah kalimat, aku tersadar dan wajahku semakin memanas karena malu.

Bagaimana bisa Dokter Jack menanyakan hal seperti itu?

Tak disangka, dia melanjutkan, “Itu kondisi yang normal, nggak perlu khawatir. Baiklah, berdirilah sekarang.”

Aku menurut dan berdiri, tapi mataku tak terkendali terus tertuju pada celananya.

“Mau… mau melakukan apa?”

“Buka celanamu.”

Aku sontak mendongak menatapnya, “Di… di sini?”

Mata Dokter Jack seolah tak sengaja melirik ke arah bawah tubuhku.

“Penyakitmu ini termasuk jenis ketergantungan khusus. Secara medis disebut kecanduan seks atau semacam penyimpangan gairah. Untuk mengatasinya, sensitivitasmu harus disembuhkan terlebih dahulu.”

“Selama kamu nggak memiliki ekspetasi berlebih terhadap hal ini, gairahmu akan kembali normal. Sekarang buka celanamu, aku akan menggunakan alat untuk menguji tingkat sensitivitasmu, biar tahu cara apa yang paling cocok untuk mengurangi sensitivitasnya.”

Robert ada tepat di luar pintu. Membayangkan Dokter Jack menggunakan alat-alat medis pada tubuhku… rasa malu bercampur hasrat membuat gairahku nyaris meledak.

Mengingat betapa tersiksanya aku menahan diri seharian ini, ditambah imajinasi tentang apa yang akan dilakukan Dokter Jack… aku pun reflek mengangkat rok pendekku sedikit ke atas.

Dokter Jack mendekat, menatap celana dalamku.

“Wah, sudah basah kuyup begini, berarti kamu sudah nggak tahan dari tadi, ya? Kok masih pura-pura malu? Sekarang lakukan apa yang kukatakan, turuti perintahku, aku ini dokter.”

Dia mengeluarkan sebuah mainan berukuran besar dari laci di sampingnya.

Saat aku mencoba melihat lebih jelas mainan apa itu, Dokter Jack sudah kembali ke depanku dan plak, dia menepuk bokongku yang montok.

Aku tak bisa menahan erangan pelan, tubuhku terasa lemas seolah tak sanggup berdiri.

Dokter Jack merangkul pinggangku, tangannya yang memegang alat itu menarik turun celana dalamku, lalu menyusupkan alat itu ke dalamnya.

“Tingkat sensitivitasmu sangat tinggi. Ukuran biasa saja sudah bisa membuatmu begitu semangat. Lihat tingkat kelembapanmu sekarang, sudah mencapai puncaknya. Sepertinya harus menggunakan alat khusus.”

Dia menarik alat itu keluar. Aku melihat layar pada alat itu menunjukkan angka seratus persen.

Hatiku sangat malu, tapi tubuhku merasa sangat menikmatinya.

Rasanya aku ingin alat itu dibiarkan di sana sedikit lebih lama.

Di tengah perasaan bimbangku, aku melihat Dokter Jack melepas jas putihnya.

Di baliknya, dia hanya mengenakan kaus dalam ketat yang semakin menonjolkan otot-ototnya yang kekar.

Tubuhku pun semakin memanas.

Saat itulah, aku menyadari dia mulai melepas celananya sendiri.

Bentuk tubuhnya yang perkasa membuatku tercengang hingga mulutku ternganga, napasku pun memburu.

“Dok, kamu… kamu….”

Dia mendekati ke arahku.

“Hanya mainan khusus berukuran besar milikku ini yang bisa menguji kedalamanmu. Dengan menjalani sesi terapi seperti ini beberapa kali hingga kamu benar-benar terpuaskan, jadi kamu nggak akan tergila-gila menginginkan laki-laki lagi.”

Sensasi bergetar langsung menjalar hingga ke kepalaku, aliran panas pun kembali mengalir deras.

Aku ditekan di atas kursi.

“Sayang, ayo agak nungging. Cara terapi biasa sudah nggak mempan, aku harus turun tangan sendiri untuk membantumu.”

Tubuhnya yang tegap, keras dan panas mulai merapat tepat di belakangku….
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Topeng Sang Dokter   Bab 8

    Suara rintihan lembut wanita dari film dewasa bergema di seluruh aula. Aku pun membuka mata dengan penuh keheranan.Ternyata, layar besar itu sedang memutar film dewasa.Jack terpaku, “Kok videonya jadi ini, sih?!”Seketika, suara tawa dalam aula pesta meledak.“Dia malah memutar koleksi film pribadinya sendiri? Berani-beraninya mencoba memfitnah Keluarga Halim!”“Konyol sekali, kok orang seperti dia bisa masuk ke sini?”Di tengah kebingunganku, aku mendengar Robert berbisik di telingaku.“Sayang, video-video itu sudah kutukar. Aku tahu kamu melakukannya karena terpaksa. Aku nggak akan menyalahkanmu, yang salah itu penyakitmu.”Aku menatap Robert dengan mata terbelalak, ternyata dia sudah tahu semuanya.Meskipun tahu aku telah mengkhianatinya, dia tetap melindungiku dan menjaga reputasiku.Hatiku terasa sangat hangat dan tak bisa menahan senyuman di wajah.Namun, ayah Robert malah tak bisa tertawa, wajahnya sangat muram. Dia memanggil beberapa petugas keamanan untuk menahan Jack.Jack

  • Topeng Sang Dokter   Bab 7

    Terima saja dulu lamarannya, jika nanti dia menyesal setelah tahu kebenarannya, aku tidak akan memaksanya.Robert sangat bahagia, dia menggendong dan memutarku beberapa kali.Setelah teman-teman yang lain pergi, dia memelukku dengan erat.“Reli, besok keluargaku akan mengadakan pesta. Aku mau membawamu ke sana dan memperkenalkanmu secara resmi pada keluargaku.”Semakin baik dia memperlakukanku, semakin besar rasa bersalah yang kupikul.Aku ingin sekali menceritakan semuanya tentang Dokter Jack, tapi melihat betapa bahagianya dia, aku tak tega.Akhirnya, aku menelan kembali kata-kataku.Keesokan harinya, Robert sengaja membawaku membeli gaun pesta dan ke salon kecantikan.Aku berkali-kali ingin bicara jujur, tapi pada akhirnya tetap tak punya keberanian untuk memulai.Malam pun tiba, aku pergi ke rumahnya.Sebelumnya, aku hanya tahu dia dari keluarga berada, tapi tak menyangka dia sekaya ini.Pesta itu diadakan di rumahnya sendiri.Di vila yang megah dan mewah itu, orang-orang berlalu l

  • Topeng Sang Dokter   Bab 6

    Aku tahu apa yang kulakukan ini salah, tapi hasrat ini membuatku tak bisa mengendalikan diri sama sekali.Dokter Jack sempat terdiam sejenak, tapi dia segera tersadar dan mulai membalas ciumanku, bahkan semakin dalam….Saat dia membaringkanku di atas bebatuan taman, aku sudah kehilangan seluruh akal sehatku. Yang kuinginkan hanyalah bersenang-senang dengannya.Kali ini, tidak ada paksaan sama sekali. Semuanya kulakukan atas kemauanku sendiri.Aku merasa sangat puas.Kenyamanan yang tak bisa kudapatkan dari Robert, berhasil kutemukan pada Dokter Jack.Hasratku baru benar-benar reda saat hari sudah menjelang malam. Dokter Jack ingin mengantarku kembali ke asrama, tapi aku menolak, karena takut tidak enak jika dilihat orang lain. Akhirnya, aku pun kembali ke asrama sendirian.Tadi saat dorongan itu datang, aku tak memedulikan apapun. Namun sekarang, setelah pikiranku jernih, rasa bersalah terhadap pacarku semakin dalam.Meskipun tujuanku adalah untuk mengobati penyakit, aku tetap saja su

  • Topeng Sang Dokter   Bab 5

    Tak lama kemudian, aku menerima sebuah pesan singkat.Pesan itu mengajakku bertemu di area taman kampus sore ini.Baru setengah hari berlalu, ternyata Dokter Jack sudah mulai mengajakku bertemu.Hatiku merasa sangat menderita, tapi aku tak berani tidak pergi.Setelah berpikir sejenak, aku memutuskan untuk bicara jujur pada Dokter Jack. Aku ingin menegaskan bahwa diriku tak mau mengkhianati Robert dan apa yang terjadi sebelumnya bukanlah keinginanku.Aku mau tahu apa yang dia inginkan agar mau melepaskanku.Jika dia menolak, aku akan berteriak sekencang mungkin untuk memancing perhatian orang lain.Aku yakin dia juga tak ingin reputasinya hancur.Setelah memantapkan hati, aku pergi ke taman sendirian tanpa kasih tahu Robert.Namun sesampainya di sana, aku malah melihat seseorang yang sangat tak terduga.Andri!Begitu melihatku, matanya langsung berbinar. Dia menyeretku paksa ke balik bebatuan besar. “Sudah kuduga kamu memang wanita murahan, baru dikirim pesan singkat saja langsung data

  • Topeng Sang Dokter   Bab 4

    Aku nyaris berteriak kencang.Benar-benar terlalu kuat!Ukurannya jauh lebih besar daripada mainan tadi.Pacarku masih ada di luar pintu dan sisa-sisa akal sehat memaksaku untuk menolak Dokter Jack.Namun, semakin aku menggerakkan tubuh, semakin terasa betapa luar biasanya bakat alami Dokter Jack.Hasratku tak terbendung lagi dan tubuhku malah berinisiatif menempel ke arahnya.Senyuman dingin terukir di sudut bibir Dokter Jack, sementara tubuhnya yang panas sudah sepenuhnya menghadap ke arahku.“Jangan… jangan….”Mulutku berkata jangan, tapi hatiku sungguh sangat menginginkannya.Aku berpikir setelah menjalani pengobatan dengan Dokter Jack, mungkin penyakit anehku ini benar-benar bisa sembuh total. Dengan begitu, aku bisa kembali hidup normal dengan pacarku.Apalagi, aku juga bisa merasakan sehebat apa kekuatan Dokter Jack yang punya modal sebesar itu. Aku benar-benar ingin menikmatinya.Aku menunggingkan bokongku tinggi-tinggi, bersiap menyambut Dokter Jack sepenuhnya.Melihat aksiku,

  • Topeng Sang Dokter   Bab 3

    “Aku masih ada urusan, kalian sudah boleh pergi.”Beberapa mahasiswi itu pergi dengan berat hati. Sebelum benar-benar menjauh, mereka berkali-kali menoleh untuk menatap sang dokter.Setelah mereka pergi, pacarku mendorongku mendekat ke arah dokter tersebut.“Kak Jack, kupercayakan kesembuhan pacarku padamu.”Dokter itu memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah, lalu mengangguk.“Nggak masalah, ayo ikut aku ke dalam. Biar kuperiksa dulu.”Tanpa diragukan lagi, pacarku pasti sudah menjelaskan semuanya pada dokter sebelumnya. Wajahku langsung memerah karena malu, penyakit ini benar-benar memalukan bagi diriku.Di depan dokter setampan ini, ada dorongan dalam diriku ingin berbalik dan berlari pergi.Namun anehnya, tubuhku malah melangkah mengikutinya masuk ke dalam ruangan.Begitu aku duduk di kursi, Dokter Jack menutup pintu dan berjalan mendekatiku selangkah demi selangkah.Aku tak berani mendongak, tapi saat pandanganku turun ke bawah, mataku mendadak terpaku.Meski dalam keada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status