Short
Sentuhan Malam Tante Tersayang

Sentuhan Malam Tante Tersayang

Oleh:  RichyTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
6Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Aldo, kamu punya film dewasa nggak? Malam ini aku kesepian banget sampai rasanya tersiksa." Tengah malam itu, tante mendorong pintu kamar tidurku. Dia mengenakan pakaian dalam seksi yang memamerkan lekuk tubuh padat dan kulit putih mulusnya. Aku yang sedang memakai stokingnya untuk memuaskan diri langsung kaget, lalu segera menutupi tubuh menggunakan selimut. "Tante, kok masuk nggak ketuk pintu dulu sih?" Wajahnya memerah. "Aku gatal nggak karuan, om kamu yang payah itu sama sekali nggak bisa muasin aku." "Cepat cariin aku beberapa film yang lebih merangsang, aku mau beresin sendiri." Aku meraba milikku yang sudah mengeras, lalu menjawab sambil terkekeh, "Gimana kalau aku aja yang bantu nyelesain?"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Aldo, aku seorang mahasiswa yang tinggal di rumah paman di dekat kampus.

Secara alami bulu tubuhku memang lebat. Di usia 19 tahun yang sedang penuh gairah ini, keinginanku terhadap lawan jenis menjadi makin kuat.

Setiap malam aku pasti mencari film, lalu diam-diam melampiaskannya menggunakan stoking tanteku sebelum menaruhnya kembali ke mesin cuci.

Tante adalah seorang pramugari. Hal pertama dilakukannya setelah pulang kerja adalah melepas stoking.

Dia memiliki wajah berbentuk oval dengan kulit yang putih dan lembut, terutama kedua gunungnya yang bahkan seragam pramugarinya tidak mampu membendungnya, sampai kancing bajunya seolah hampir meledak.

Hanya dengan membayangkan tubuhnya di dalam kepala saja, sudah cukup untuk membuatku mengeluarkan cairan.

Tampaknya dia pun sangat mendambakan hal itu. Setiap malam dia selalu merengek pada pamanku untuk melakukan hubungan itu.

Aku sering menempel di dinding untuk mendengarkan desahan tante yang menggoda. Sayangnya, sebelum desahan itu berlangsung lama, pamanku sudah menyelesaikannya.

Malam ini aku mencuri sepasang stoking abu-abu milik tante yang masih menyimpan bekas keringat setelah dia pakai seharian.

Aku menghirupnya dalam-dalam, aromanya benar-benar memabukkan!

Dengan tidak sabar aku menyelinap ke dalam selimut. Aku pun mencari sebuah karya luar biasa dari guru Japon di ponsel.

Aku meletakkan stoking itu di antara kedua kaki dan merasakan kenikmatan dari gesekan yang ditimbulkannya.

Namun tepat saat itu, tante tiba-tiba mendorong pintu kamarku.

Dia mengenakan pakaian dalam renda yang seksi dengan bahan yang sangat minim, bagian bawahnya menonjol seperti bukit kecil, sementara sepasang gelombang di dadanya makin jelas terlihat.

Gawat!

Apa jangan-jangan aksiku mencuri stokingnya ketahuan?

Aku segera mematikan ponsel dan menyembunyikan stoking itu di bawah tubuhku.

Namun, wajahnya justru memerah, dia berkata dengan ekspresi haus, "Aldo, cepat bantuin aku unduh beberapa film buat ditonton, aku gatal banget."

Aku tertegun. "Tante 'kan punya om, kok masih mau nonton film?"

Tante mengernyitkan dahi lalu menjawab, "Nggak usah bahas om kamu yang nggak guna itu, tiap kali baru gerak dikit sudah keluar. Dia sama sekali nggak bisa muasin aku."

"Aku pernah lihat ponselmu, isinya banyak koleksi film 'kan? Punyaku sudah nggak tahan lagi nih, mau nonton film biar bisa nyelesaiin sendiri."

Tante tampaknya memang sudah tidak tahan lagi. Hatiku merasa senang bukan main, kalau saja aku bisa membantunya ....

"Ya sudah kalau begitu, Tante bawa sini ponselnya, biar aku kirimin."

Tante membungkuk dan menyerahkan ponselnya kepadaku.

Dua gunung besar itu hampir saja mengenai wajahku. Aku belum pernah melihat pemandangan sedekat ini sebelumnya, begitu putih, bulat, dan kenyal.

Aku tidak kuasa menelan ludah. Gairah di sekujur tubuhku seketika membara, bahkan bagian bawahku pun mengeras parah.

Selimut sampai terangkat membentuk tenda.

Tante melihat ke arah selimut yang makin tinggi itu dan menunjukkan ekspresi terkejut.

Dia pun spontan meremas bagian menonjol itu.

"Kamu nyembunyiin apa di dalam selimut? Sini aku lihat."

Begitu diremas olehnya, seluruh tubuhku seperti tersetrum, terasa kesemutan.

Rasanya jauh lebih dahsyat daripada saat aku menggunakan tanganku sendiri.

"Ugh, ah." Aku tidak sengaja mendesah pelan.

Tante akhirnya paham benda apa itu, dan wajah ovalnya seketika memerah.

Dengan nada bersemangat dia berkata, "Nggak nyangka ya, punya kamu lumayan gede juga."

Hasratku makin bergejolak. Rasanya aku ingin sekali langsung menindihnya di tempat tidur dan menidurinya habis-habisan!
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status