LOGINAku adalah wali kelas putranya, sekaligus ‘guru privat’ yang selalu siap dipanggil kapan pun. Semua ini bermula ketika dia memergoki rahasia terkelamku di ruang kelas setelah jam sekolah usai. “Bu Sri, videonya ada di tanganku. Jam delapan malam ini, di gudang peralatan olahraga. Kalau nggak datang, aku akan kirim ke grup orang tua murid.” Sejak saat itu, aku selalu memakai rok yang sopan saat pertemuan orang tua murid. Namun, di balik rok itu, masih ada bekas merah di lutut akibat kejadian di apartemen sewaannya dua hari yang lalu. Semua orang memujiku karena telah mendidik murid dengan sangat baik. Namun hanya aku yang tahu, bagaimana ayahnya mendidikku sepenuh hati di dalam kelas setelah sekolah sepi. Tentang bagaimana rasanya menangis tersedu-sedu sambil menyingkap rok sendiri. Dan yang lebih mengerikan, tubuhku justru bereaksi di tengah perlakuannya yang kasar itu….
View MoreSuara tawanya semakin kencang, semakin lama semakin gila.“Kalah?” ujarnya mengulang.“Sri, sepertinya kamu lupa sesuatu?”Dia mengeluarkan ponselnya, menekan beberapa tombol, lalu mengarahkan layarnya padaku.Itu video malam itu!“Kalau sampai terjadi sesuatu padaku, video ini akan langsung tersebar ke semua grup orang tua murid di sekolahmu, ke ponsel mantan suamimu dan ke orang tuamu. Coba tebak, siapa yang akan rugi besar saat itu?”Jantungku sempat berhenti berdetak sesaat.Namun, aku tidak mundur sedikit pun.“Sebarkan saja, aku sudah tidak peduli lagi,” kataku.Dia terdiam.“Apa?”“Aku bilang, sebarkan saja.”Aku menatapnya dan melanjutkan, “Lebih baik reputasiku hancur dan aku kehilangan segalanya daripada harus terus dikendalikan olehmu. Lagipula….”Aku mengeluarkan ponselku sendiri dan menekan sebuah tombol.Layarnya menyala, menunjukkan bahwa rekaman suara sedang berjalan.“Percakapan ini juga sudah kurekam.”Aku melanjutkan, “Termasuk pengakuanmu soal cadangan video itu dan
Suaranya terdengar sangat tenang, “Tepat di dalam kantor, pintunya nggak tertutup rapat, aku melihatnya.”Jantungku menegang.“Aku sangat terkejut dan juga… merasa mual.”Dia melanjutkan, “Guru yang sudah seperti bidadari di hatiku, ternyata juga nggak sebaik itu. Setelah itu, aku tahu dia nggak hanya berhubungan dengan kepala sekolah, tapi juga punya hubungan gelap dengan beberapa guru pria lainnya. Padahal di permukaan, dia tetaplah guru teladan yang lembut dan bermartabat.”Dia menoleh dan menatapku.“Sejak saat itu, aku pun menyadari satu hal.”Matanya sangat gelap, seperti dua lubang hitam yang tak berdasar.“Guru, terutama guru perempuan, semuanya penuh kepalsuan. Di depan orang terlihat terhormat, tapi di belakang… siapa yang tahu seperti apa aslinya?”Aku merinding.“Jadi kamu….”“Jadi aku ingin melihatnya sendiri.”Dia memotong kalimatku, sudut bibirnya membentuk senyuman yang menakutkan.“Aku ingin melihat guru-guru perempuan yang merasa dirinya tinggi itu ditarik jatuh olehk
Aku berdiri di depan pintu apartemen sewaan Hardi.Aku mengenakan seragam sekolah sesuai permintaannya.Rok seragam itu sangat pendek, tepat di atas lutut.Kemejanya pun tipis, dengan kancing yang terpasang rapat hingga paling atas.Dia membukakan pintu sambil mengenakan piyama dan tangannya memegang kaleng bir. Dia menatapku dengan mata yang masih mengantuk.Dia memerhatikanku dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.“Sangat cocok,” ujarnya sambil menyamping memberi jalan.“Masuklah.”Lampu ruang tamu sangat redup, hanya ada kilatan cahaya dari layar televisi yang menyala.Sebuah film lama sedang diputar dengan volume yang sangat pelan.Di atas meja tamu, beberapa kaleng bir kosong berserakan dan sebungkus keripik kentang yang sudah terbuka.“Di mana Hansen?” tanyaku dengan suara yang setenang mungkin.“Kukirim ke rumah neneknya,” jawab Hardi sambil menutup pintu dan langsung menguncinya.Lalu melanjutkan, “Ini akhir pekan.”Hanya ada kami
Aku dipermainkan sesuka hati seperti boneka lusuh, benar-benar kehilangan kemampuan untuk melawan.Atau mungkin aku menyukai perasaan ini, perasaan yang benar-benar jatuh ke dalam kegelapan.Hardi berdiri di samping sambil merokok, menatapku dengan dingin. Sorot matanya menunjukkan jarak yang sangat jauh.Sekarang, dia memiliki lebih banyak kelemahan untuk mengancamku.Tubuhku tampak berantakan, basah dan kotor tak karuan.Begitu satu orang selesai, yang lain segera datang menggantikan. Kakiku terus-menerus dipaksa berganti posisi.Kadang di atas bahu, kadang di atas paha, kadang dicengkeram oleh tangan orang lain.Aku hampir kehilangan kendali atas tubuhku sendiri, membiarkan para pria ini mempermainkanku.“Bu Sri, menurutmu bagaimana pelajaran hari ini?”Aku tahu Hardi sedang mempermalukanku. Dia ingin menjadikanku mainan bagi orang-orang ini sepenuhnya.“Bagus sekali!”Dia menjatuhkan abu rokoknya ke tubuhku. Aku menatapnya dengan pandangan sayu, mencoba meraih tangannya, tapi akhir






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.