Short
Aku Dan Ayah Muridku

Aku Dan Ayah Muridku

By:  HuskyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah wali kelas putranya, sekaligus ‘guru privat’ yang selalu siap dipanggil kapan pun. Semua ini bermula ketika dia memergoki rahasia terkelamku di ruang kelas setelah jam sekolah usai. “Bu Sri, videonya ada di tanganku. Jam delapan malam ini, di gudang peralatan olahraga. Kalau nggak datang, aku akan kirim ke grup orang tua murid.” Sejak saat itu, aku selalu memakai rok yang sopan saat pertemuan orang tua murid. Namun, di balik rok itu, masih ada bekas merah di lutut akibat kejadian di apartemen sewaannya dua hari yang lalu. Semua orang memujiku karena telah mendidik murid dengan sangat baik. Namun hanya aku yang tahu, bagaimana ayahnya mendidikku sepenuh hati di dalam kelas setelah sekolah sepi. Tentang bagaimana rasanya menangis tersedu-sedu sambil menyingkap rok sendiri. Dan yang lebih mengerikan, tubuhku justru bereaksi di tengah perlakuannya yang kasar itu….

View More

Chapter 1

Bab 1

“Ayo, kita beri selamat kepala Bu Sri, pemenang guru teladan tahun ini.”

Tepuk tangan bergemuruh di bawah panggung, semua mata tertuju padaku.

Namun, di bagian terdalam tubuhku, muncul rasa geli yang aneh.

Aku tahu, dia ada di sini.

Tadi pagi saat tiba di kantor, sebuah kotak hadiah sudah ada di mejaku.

Isinya adalah sebuah mainan dengan bentuk yang aneh.

“Pakai ini saat naik ke panggung untuk menerima penghargaan. Aku akan mengawasimu!”

Begitu menerima piala, getaran alat di dalam tubuhku tiba-tiba bertambah cepat.

Aku terpaksa menjepit kedua kakiku erat-erat dengan wajah yang terasa panas membara.

“Te… terima kasih.” Aku berusaha keras menahan rasa tidak nyaman itu, tapi suaraku tetap gemetar, “Penghargaan ini… adalah milik seluruh tim pengajar.”

Secara tidak sadar, aku melirik ke arah penonton.

Kursi baris ketiga sebelah kiri kosong.

Suamiku, Evan tidak datang lagi. Ini bukan yang pertama kalinya.

Turun dari panggung, aku bergegas bersembunyi di kamar mandi, perlahan mengeluarkan mainan itu dari tubuhku.

Aku mendongak, merasa sangat malu.

Apa yang akan dipikirkan rekan kerja dan orang tua murid jika mereka tahu guru teladan mereka seperti ini?

Tiba-tiba, getaran alat itu berubah lagi, membuatku mengerang tanpa sengaja.

Aku kembali teringat pria itu, teringat semua yang terjadi di kelas kemarin sore.

“Bzzz….”

Ponselku berdering, suaranya beratnya pun terdengar di balik telepon.

“Bu Sri, penampilanmu di panggung tadi cukup bagus.”

Aku menjilat bibirku yang kering dan mendengus pelan.

“Lalu? Apa maumu?!”

Perintahnya singkat dan tegas, “Masukkan lagi.”

Aku membenarkan posisi kacamata, beralih ke nada bicara Bu Sri yang biasa, “Kamu tahu dirimu sedang bicara dengan siapa sekarang?”

Dia terkekeh pelan.

“Bu Sri, kamu suka sekali berlagak suci. Kamu nggak takut video itu tersebar ke grup kelas? Biar semua wali murid pria melihat betapa… binalnya dirimu?”

“Cukup!” ujarku memotongnya.

“Jangan harap bisa mengancamku selamanya dengan itu!”

“Kalau begitu… masukkan!”

Ucapnya dengan penuh penekanan.

Melihat mainan berukuran cukup besar di tanganku, aku gemetar. Dengan berat hati, aku memasukkan kembali.

Sepuluh tahun menikah dengan suamiku yang seorang dokter, ini adalah pertama kalinya aku merasakan sensasi semenantang ini.

Hanya dalam hitungan detik, mainan itu bergerak cepat di dalam tubuhku.

Kedua kakiku lemas. Aku hampir tersungkur di lantai kamar mandi yang kotor, kondisiku berantakan.

Tiba-tiba, terdengar langkah kaki di kamar mandi.

Aku membekap mulut, tak berani bersuara.

Pintu di depanku terbuka dengan kasar, sosok yang sangat kukenal pun muncul.

Dia mendekat dan mengusap kepalaku, “Sudah kubilang, aku akan mengawasimu.”

Bibirku gemetar, “Apa sebenarnya maumu?”

Sejak dia memergokiku bermasturbasi di kelas, dia terus-menerus mempermalukanku dan menginjak-injak harga diriku.

Dia melepaskan kancing bajuku

“Tlak….”

Telapak tangannya yang kasar dan aroma kain baju kerjanya bercampur keringat langsung menyelimuti penciumanku.

Dia mempermainkanku, tapi tak pernah benar-benar menuntaskannya hingga akhir.

“Aku mau kamu memohon padaku.”

Dia mencengkeram pinggangku, menekanku ke arah tubuh bagian bawahnya yang menegang, “Bisa merasakannya, Bu Sri?”

Aku menelan ludah. Di sampingku ada piala yang baru saja kuterima.

Dia menyadari aku ingin meraihnya, lalu menahanku dengan ekspresi penuh ejekan.

“Oh, Bu Sri mau yang ini?”

“Suamimu nggak bisa membantuku, biar aku saja!”

Tiba-tiba, dia menarik keluar mainan dari tubuhku, meninggalkan rasa hampa yang membuatku gemetar.

Tak lama kemudian, dia perlahan menekan piala itu ke arahku….
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status