Share

Bab 2

Penulis: Star Harvest
Tubuhku terasa panas bukan main, tapi rasa takut membuatku tersentak sadar dan akal sehatku perlahan pulih kembali.

Andri itu teman satu tim basket pacarku. Jika benar-benar melakukannya dengan dia, bagaimana aku bisa menghadapi pacarku nantinya?

Sambil menahan gejolak gairah yang menyiksa, aku buru-buru memukul dada Andri dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menarik kembali celana dalamku ke atas.

Kemudian, aku menggigit lengan Andri dengan keras.

Andri melepaskanku karena kesakitan dan aku pun segera melarikan diri keluar.

Hingga sampai di luar bilik kamar mandi, aku baru bisa bernapas lega.

Dengan wajah yang memerah, aku melotot tajam ke arah Andri.

“Kamu itu sahabat pacarku, beraninya memperlakukanku begini! Aku… aku mau bilang pada Robert.”

Andri tidak takut sama sekali. Sebaliknya, dia malah menunjukkan ekspresi meremehkan dengan tatapan mata yang penuh nafsu menelusuri tubuhku. Dia bahkan mencoba melangkah mendekat lagi.

Aku segera lari keluar dari ruang ganti basket.

Namun, bayangan tubuh kekar Andri terus terngiang di benakku.

Tadi aku sempat merasakan bentuk tubuhnya, sungguh sangat perkasa.

Seandainya aku dan dia….

Aku langsung menggelengkan kepala, entah apa yang sedang kupikirkan?

Setelah mulai tenang, aku mulai merasa heran. Kok Andri bisa masuk ke sana?

Mengingat kata-kata pacarku yang mau memberiku kejutan, jangan-jangan… Robert yang menyuruhnya?

Dengan perasaan kesal, aku berniat mencari Robert.

Tak disangka, dia kebetulan muncul tepat di depanku.

Melihatku, Robert tampak menghela napas lega dan langsung memelukku erat.

Aku pun langsung bertanya, “Robert, apa-apaan ini? Kamu bilang ada kejutan, tapi kok tadi malah Andri….”

Robert menghela napas panjang, “Aku yang membiarkan dia masuk. Sayang, gairahmu terlalu kuat, tenagaku sudah terkuras habis. Aku takut kamu selingkuh, makanya menyuruh Andri masuk…. jangan salahkan aku, sayang. Aku hanya mau mengujimu.”

Ternyata Robert khawatir aku tidak tahan saat gairahku tumbuh, makanya dia mencari pria lain untuk mengujiku.

Untung saja sisa-sisa akal sehatku masih sanggup menjaga batasan ini.

Dalam hati, aku merasa cemas. Kali ini aku berhasil lolos, tapi jika ujian semacam ini datang lagi beberapa kali, dikhawatirkan diriku tak akan bisa menahannya lagi.

“Sayang, sekarang aku yakin kamu benar-benar mencintaiku. Ayo, kita berobat. Kudengar ada dokter baru di kampus, tekniknya sangat bagus. Aku harus menyembuhkanmu.”

Seandainya tadi aku sampai melakukannya dengan Andri, mungkin sikapnya tidak akan semanis ini.

Karena aku berhasil menjaga batasan, dia jadi bertekad menyembuhkanku, tak peduli berapapun biayanya.

Robert pun membawaku pergi.

Saat dia menggandeng tanganku, telapak tanganku sudah berkeringat.

Rasa geli itu datang lagi.

Kedua kakiku mulai terasa lemas.

Ditambah lagi dengan rangsangan yang tak biasa dari Andri tadi, rasanya ingin sekali bercinta dengan Robert di sini juga.

Mungkin karena sadar dengan kondisiku, Robert pun berjalan lebih cepat.

Di klinik kampus, ternyata ada dokter muda yang baru datang. Katanya dia sangat ahli, muda dan tampan.

Karena itu, banyak mahasiswi yang sengaja mencari-cari alasan sakit ringan hanya demi bisa menemuinya.

Meski belum pernah bertemu, aku sudah sering mendengar tentangnya.

Begitu sampai di depan pintu klinik, aku melihat dokter muda itu sedang berbicara dengan beberapa mahasiswi.

Mahasiswi-mahasiswi itu tampak terpesona, sementara dokter itu tetap menunjukkan ekspresi yang dingin.

Melihat profil wajahnya dari samping, jantungku berdegup kencang.

Dokter ini tampannya keterlaluan, mirip dengan artis.

Pantas saja bisa mengundang begitu banyak wanita.

Robert mendorongku pelan dan berkata, “Kebetulan Dokter Jack ada di sana. Pergilah, aku menunggumu di depan pintu. Kamu pasti bisa sembuh kali ini.”

Mungkin karena mendengar suara kami, dokter itu pun menoleh.

Dari depan, wajahnya terlihat jauh lebih tampan.

Apalagi jas putih dokternya tampak ketat, samar-samar memperlihatkan garis ototnya yang kuat. Dia terlihat sangat gagah!

Orang seperti dia pasti sangat hebat di bagian itu!

Di tengah imajinasi liar itu, rasa geli di tubuhku semakin menjadi-jadi, membuatku reflek merapatkan kedua kaki.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Topeng Sang Dokter   Bab 8

    Suara rintihan lembut wanita dari film dewasa bergema di seluruh aula. Aku pun membuka mata dengan penuh keheranan.Ternyata, layar besar itu sedang memutar film dewasa.Jack terpaku, “Kok videonya jadi ini, sih?!”Seketika, suara tawa dalam aula pesta meledak.“Dia malah memutar koleksi film pribadinya sendiri? Berani-beraninya mencoba memfitnah Keluarga Halim!”“Konyol sekali, kok orang seperti dia bisa masuk ke sini?”Di tengah kebingunganku, aku mendengar Robert berbisik di telingaku.“Sayang, video-video itu sudah kutukar. Aku tahu kamu melakukannya karena terpaksa. Aku nggak akan menyalahkanmu, yang salah itu penyakitmu.”Aku menatap Robert dengan mata terbelalak, ternyata dia sudah tahu semuanya.Meskipun tahu aku telah mengkhianatinya, dia tetap melindungiku dan menjaga reputasiku.Hatiku terasa sangat hangat dan tak bisa menahan senyuman di wajah.Namun, ayah Robert malah tak bisa tertawa, wajahnya sangat muram. Dia memanggil beberapa petugas keamanan untuk menahan Jack.Jack

  • Topeng Sang Dokter   Bab 7

    Terima saja dulu lamarannya, jika nanti dia menyesal setelah tahu kebenarannya, aku tidak akan memaksanya.Robert sangat bahagia, dia menggendong dan memutarku beberapa kali.Setelah teman-teman yang lain pergi, dia memelukku dengan erat.“Reli, besok keluargaku akan mengadakan pesta. Aku mau membawamu ke sana dan memperkenalkanmu secara resmi pada keluargaku.”Semakin baik dia memperlakukanku, semakin besar rasa bersalah yang kupikul.Aku ingin sekali menceritakan semuanya tentang Dokter Jack, tapi melihat betapa bahagianya dia, aku tak tega.Akhirnya, aku menelan kembali kata-kataku.Keesokan harinya, Robert sengaja membawaku membeli gaun pesta dan ke salon kecantikan.Aku berkali-kali ingin bicara jujur, tapi pada akhirnya tetap tak punya keberanian untuk memulai.Malam pun tiba, aku pergi ke rumahnya.Sebelumnya, aku hanya tahu dia dari keluarga berada, tapi tak menyangka dia sekaya ini.Pesta itu diadakan di rumahnya sendiri.Di vila yang megah dan mewah itu, orang-orang berlalu l

  • Topeng Sang Dokter   Bab 6

    Aku tahu apa yang kulakukan ini salah, tapi hasrat ini membuatku tak bisa mengendalikan diri sama sekali.Dokter Jack sempat terdiam sejenak, tapi dia segera tersadar dan mulai membalas ciumanku, bahkan semakin dalam….Saat dia membaringkanku di atas bebatuan taman, aku sudah kehilangan seluruh akal sehatku. Yang kuinginkan hanyalah bersenang-senang dengannya.Kali ini, tidak ada paksaan sama sekali. Semuanya kulakukan atas kemauanku sendiri.Aku merasa sangat puas.Kenyamanan yang tak bisa kudapatkan dari Robert, berhasil kutemukan pada Dokter Jack.Hasratku baru benar-benar reda saat hari sudah menjelang malam. Dokter Jack ingin mengantarku kembali ke asrama, tapi aku menolak, karena takut tidak enak jika dilihat orang lain. Akhirnya, aku pun kembali ke asrama sendirian.Tadi saat dorongan itu datang, aku tak memedulikan apapun. Namun sekarang, setelah pikiranku jernih, rasa bersalah terhadap pacarku semakin dalam.Meskipun tujuanku adalah untuk mengobati penyakit, aku tetap saja su

  • Topeng Sang Dokter   Bab 5

    Tak lama kemudian, aku menerima sebuah pesan singkat.Pesan itu mengajakku bertemu di area taman kampus sore ini.Baru setengah hari berlalu, ternyata Dokter Jack sudah mulai mengajakku bertemu.Hatiku merasa sangat menderita, tapi aku tak berani tidak pergi.Setelah berpikir sejenak, aku memutuskan untuk bicara jujur pada Dokter Jack. Aku ingin menegaskan bahwa diriku tak mau mengkhianati Robert dan apa yang terjadi sebelumnya bukanlah keinginanku.Aku mau tahu apa yang dia inginkan agar mau melepaskanku.Jika dia menolak, aku akan berteriak sekencang mungkin untuk memancing perhatian orang lain.Aku yakin dia juga tak ingin reputasinya hancur.Setelah memantapkan hati, aku pergi ke taman sendirian tanpa kasih tahu Robert.Namun sesampainya di sana, aku malah melihat seseorang yang sangat tak terduga.Andri!Begitu melihatku, matanya langsung berbinar. Dia menyeretku paksa ke balik bebatuan besar. “Sudah kuduga kamu memang wanita murahan, baru dikirim pesan singkat saja langsung data

  • Topeng Sang Dokter   Bab 4

    Aku nyaris berteriak kencang.Benar-benar terlalu kuat!Ukurannya jauh lebih besar daripada mainan tadi.Pacarku masih ada di luar pintu dan sisa-sisa akal sehat memaksaku untuk menolak Dokter Jack.Namun, semakin aku menggerakkan tubuh, semakin terasa betapa luar biasanya bakat alami Dokter Jack.Hasratku tak terbendung lagi dan tubuhku malah berinisiatif menempel ke arahnya.Senyuman dingin terukir di sudut bibir Dokter Jack, sementara tubuhnya yang panas sudah sepenuhnya menghadap ke arahku.“Jangan… jangan….”Mulutku berkata jangan, tapi hatiku sungguh sangat menginginkannya.Aku berpikir setelah menjalani pengobatan dengan Dokter Jack, mungkin penyakit anehku ini benar-benar bisa sembuh total. Dengan begitu, aku bisa kembali hidup normal dengan pacarku.Apalagi, aku juga bisa merasakan sehebat apa kekuatan Dokter Jack yang punya modal sebesar itu. Aku benar-benar ingin menikmatinya.Aku menunggingkan bokongku tinggi-tinggi, bersiap menyambut Dokter Jack sepenuhnya.Melihat aksiku,

  • Topeng Sang Dokter   Bab 3

    “Aku masih ada urusan, kalian sudah boleh pergi.”Beberapa mahasiswi itu pergi dengan berat hati. Sebelum benar-benar menjauh, mereka berkali-kali menoleh untuk menatap sang dokter.Setelah mereka pergi, pacarku mendorongku mendekat ke arah dokter tersebut.“Kak Jack, kupercayakan kesembuhan pacarku padamu.”Dokter itu memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah, lalu mengangguk.“Nggak masalah, ayo ikut aku ke dalam. Biar kuperiksa dulu.”Tanpa diragukan lagi, pacarku pasti sudah menjelaskan semuanya pada dokter sebelumnya. Wajahku langsung memerah karena malu, penyakit ini benar-benar memalukan bagi diriku.Di depan dokter setampan ini, ada dorongan dalam diriku ingin berbalik dan berlari pergi.Namun anehnya, tubuhku malah melangkah mengikutinya masuk ke dalam ruangan.Begitu aku duduk di kursi, Dokter Jack menutup pintu dan berjalan mendekatiku selangkah demi selangkah.Aku tak berani mendongak, tapi saat pandanganku turun ke bawah, mataku mendadak terpaku.Meski dalam keada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status