Share

53

Penulis: Eselitaa
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 17:28:11

Sementara itu, Allan Asier dimasukkan ke dalam penjara yang tempatnya sama dengan Lunara tetapi tempatnya berbeda.

Allan terkejut saat melihat Lunara tengah tertidur sambil meringkuk. Dia mengingat kembali percakapan Arzu dan Yeshe mengenai pedang yang ditangani.

"Kenapa kau bisa tahu mengenai sihir pedangku?" gumam Allan.

Para ksatria biasanya tidak menceritakan kemampuan atasan mereka. Mungkin dari mereka ada mata-mata tetapi bahkan sampai ke Lunara. Dan dia bahkan langsung kepikiran
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   69

    Lunara masih berdiri dengan tongkat sihir yang bergetar di tangannya, napasnya terputus-putus, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Dia baru saja melakukan hal yang tidak seharusnya mungkin—dia telah mengucapkan mantra yang sama persis dengan yang mungkin sering digunakan oleh Putri Mahkota.Pasukan penyihir musuh yang tersisa mulai berteriak. Seorang penyihir senior dengan jubah berlapis emas dan simbol-simbol kaisar berwarna ungu bergerak maju dengan perlahan, matanya melebar dalam kerkejutan yang sempurna."Itu... itu," bisiknya dengan nada yang penuh ketakutan dan hormat. "Sihir keluarga kaisar."Pandemmonium pecah di antara pasukan musuh. Prajurit-prajurit mereka mulai berbisik dengan suara yang panik, beberapa bahkan meninggalkan posisi mereka.Lune dan Arzu saling pandang, mereka juga sangat terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh adik mereka terutama saat mendengar seorang penyihir membicarakan apa yang dilakukan Lunara barusan adalah sihir kekaisaran. Lunara seha

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   68

    Udara siang itu terasa sangat dingin ketika Lunara merasakan kekuatan sihir mengalir melalui tubuhnya. Tongkat sihir kayu yang dia pegang gemetar, merespons energi magis yang bergejolak di dalam dirinya. Pasukan penyihir musuh sudah memulai serangannya dari langit, dengan cahaya-cahaya destruktif meluncur ke bawah menuju benteng pertahanan mereka. Ratusan prajurit bersiap dengan panah dan pedang, namun mereka tahu pertahanan fisik tidak akan cukup untuk menghadapi serangan sihir semacam ini.Lunara menutup matanya sejenak, merasakan irama pertempuran di sekitarnya. Dia bisa mendengar terikan para prajurit, bunyi panah bersisik di udara, dan dentuman ledakan sihir yang menghancurkan batu tembok pertahanan. Ketakutan menyusup ke hatinya, tetapi ada sesuatu yang lebih kuat lagi—tekad untuk melindungi rakyatnya. Dia mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi ke arah langit, merasakan setiap tetes kekuatan magis terkonsentrasi dalam satu titik.Bibir Lunara bergerak, mengucapkan mantra-mant

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   67

    Lunara teringat buku itu lagi. Setelah Yeshe membantai seluruh keluarga Windmere, Yeshe mendengar dari salah satu pengawalnya yang pengawal itu juga mendengar dari para pengawal keluarga Windmere. "Bahwa tidak jauh dari wilayah tersebut, terdapat sarang naga tetapi katanya tidak ada naga disana. Pernah beberapa orang memeriksa dan tidak menemukan naga. Barangkali itu cuma sarang. Naga biasanya pindah-pindah tempat selama puluhan atau ratusan tahun. Bagi mereka, umur segitu masih terbilang muda," gumam Lunara. Pasukan musuh menyerang dan mereka disambut dengan anak panah yang sangat banyak. Pertumpahan darah pun terjadi. Namun ternyata tidak hanya pasukan berkuda saja. Mereka juga datang bersama pasukan penyihir. "Huh? Apa karena wilayah ini di perbatasan jadi mereka pikir bisa menguasainya? Terlebih mereka pasti sudah mendengar informasi bahwa yang menjaga wilayah perbatasan ini adalah seorang marquis yang biasa saja," ketus Lunara. "Jangan salah paham dulu para keparat!" tukas Lu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   66

    Allan Asier mendengar mengenai naga hitam yang dimiliki Yeshe dari mulut para pengawal. Penjara itu, tidak bisa dihancurkan dengan sihir maupun senajta jadi pada akhirnya Allan tidak bisa melakukan apa-apa. Apakah di perang ini mereka akan kalah?Tidak bisa dibiarkan. Allan Asier yang telah berpengalaman dengan perang selama puluhan tahun, tidak bisa membiarkan negaranya ditindas begitu saja."Lady itu, dia tahu kelemahanku, gara-gara dia..."Allan Asier mengingat Lunara. Lunara seolah sangat paham dengan kelemahannya. Mereka bilang datang untuk bernegosasi. Lalu terjadi pernikahan, apakah maksud lady itu adalah pernikahan mereka? Sudah jelas dia malah akan dibunuh setelah menikah. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa lady Lunara sempat dimasukkan ke penjara. Allan Asier sudah tidak terkejut dengan para bangsawan yang menginginkan kekuasaan. Barangkali lady itu juga mengincar takhta makanya dia melakukan banyak cara. Dia benar-benar memperumit situasi, mungkin dia menginginkan

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   65

    Keadaan benar-benar kacau. Dua naga biru—Skarn dan Velynx—menyapu angkasa dengan sayap yang menghembuskan badai es. Sisik mereka berdenyut dengan cahaya sihir yang mengerikan, dingin yang membuat suasana disana juga ikut dingin padahal sedang panas-panasnya. Di punggung Skarn, Jenderal Kaelor menaikkan pedangnya, dan seratus ribu pasukan kekaisaran meraung. Di bawah mereka, Kerajaan Eryndor roboh. Benteng-benteng terbakar. Para penyihir Eryndor jatuh satu per satu, mantra mereka pecah sebelum menyentuh sisik naga biru. Skarn menghembuskan nafas krios—dan seluruh menara selatan lenyap, berubah menjadi patung es yang kemudian hancur menjadi debu kristal. Di tengah kubah istana yang runtuh, Duke Aldridge berdiri sendiri. Yeshe. Mantel abu-abunya tidak bergerak meskipun angin topan. Wajahnya seperti topeng marmer—tak ada rasa takut, tak ada amarah. Hanya dingin yang lebih dalam dari es Skarn. Para prajuritnya tewas di sekelilingnya. Yeshe hanya mengamati. “Dia tidak bergerak

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   64

    Dan benar apa yang dikatakan Lunara. Pasukan kaisar pun datang dengan bala tentaranya yang sangat banyak, menyerbur berbagai wilayan perbatasan kekaisaran, dan bahkan mereka membawa dua naga yang telah dijinakkan. Tetapi tidak ada naga hitam. "Yang mulia, pasukan musuh menyerang. Ibukota kini benar-benar hancur. Musuh membawa dua naga biru. Naga itu sangat besar dan dia membakar banyak tempat penting. Seperti pasokan senjata kita," kata salah satu pengawal. "Ya ampun, semakin rumit saja. Masalah pengkhianat belum selesai, kini ditambah musuh benar-benar meminta perang," kata salah satu bangsawan. "Tentu saja itu akan terjadi. Kalian tidak cepat mengurus Allan Asier. Kalau kita menahan kartu as musuh, musuh tidak punya pilihan lain selain mengambilnya dengan paksa," kata nero. "Penasehat Nero, kenapa baru bicara begitu sekarang bukannya dari tadi?" tanya salah satu bangsawan. Sementara itu, Yeshe mengambil jubahnya dan mengenakannya. Dia berjalan cepat keluar. Pedangnya sudah sia

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   59

    Lunara diceritakan oleh Arzu mengenai apa saja yang terjadi selama dia dibawa oleh putri mahkota. Ayahnya mengatakan kalau kemungkinan besar Yeshe benar-benar menyukainya. Lunara ingin tertawa. Akhir-akhir dia mendengar penjelasan yang tidak masuk akal seperti itu. Yeshe memang bisa jatuh cin

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   58

    Svanhildr menatap Lunara dan Lunara juga menatap Svanhildr. "Aneh. Seharusnya Svanhildr yang di eksekusi, bukan aku. Namun si Yeshe itu langsung menyarankan seperti ini. Tetapi sarannya itu membuatku menjadi entah jadi atau tidak di eksekusi," batin Lunara. "Sekarang lepaskan dia!" titah Yesh

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   57

    Lian tidak mengatakan apapun saat melihat Yeshe tampak tenang. Lian sendiri bertanya–tanya di dalam hati sekarang apakah Yeshe setuju dengan dihukumnya Lunara. Pasalnya, menurutnya, Duke Aldridge itu cukup bersikap aneh pada lady kedua dari Windmere itu. Yeshe yang Lian kenal, sudah pasti membunu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   56

    Sementara Lunara sebelumnya berkutat di penjara bawah tanah, orang-orang menyaksikan kehebatan putri mahkota. Terutama sihir di kalung itu. Arzu kagum juga tetapi dia lebih kaget lagi saat tahu kalung itu merupakan hadiah dari Lunara. Arzu sangat marah karena kenapa adiknya malah memberikannya k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status