Share

52

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-04-06 10:32:19

Yeshe benar–benar melakukannya. Sesampainya dikekaisaran, dia langsung menarik tangan Lunara dan dibawa ke penjara.

Itu menjadi perhatian semua orang termasuk putri mahkota.

Sementara itu, Lunara masih memproses apa yang sedang terjadi.

Lunara mendengarkan huru–hara di luar sana. Dia masih memikirkan soal naga hitam itu. Di buku, terdengar sangat sulit untuk mengalahkan naga hitam. Malah hampir tidak mungkin kecuali jika mereka adalah pasukan yang benar–benar sudah terlatih. Seperti seku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   135

    Melihat arah pandangan Lunara yang tertuju pada langit malam, Yeshe menghentikan langkahnya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas seringai tipis yang sarat akan dominasi. Pria itu ikut menatap burung berbulu hitam pekat yang kini hinggap di salah satu dahan pohon tak jauh dari mereka."Kau tidak perlu heran," kata Yeshe memecah keheningan, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Burung itu membawa pesan untukmu. Dan pengirimnya adalah pemuda perpustakaan itu... Raga."Lunara seketika menoleh, matanya membelalak sempurna karena terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu tentang Raga?" tanyanya spontan. Setahunya, Raga hanyalah seorang asisten perpustakaan akademi yang jarang menonjolkan diri di kalangan bangsawan tingkat atas.Seringai di wajah Yeshe semakin jelas, memamerkan rasa percaya diri seorang penguasa tertinggi keluarga Aldridge. "Aku adalah pedang kekaisaran, Lunara. Aku tahu semua orang di kekaisaran ini. Jangankan para cendekiawan di akademi, bahkan rakyat je

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   134

    Kereta kuda mewah milik keluarga Aldridge bergerak dengan ritme yang konstan, membelah keheningan malam yang mulai merayap di ibu kota. Di dalam kabin yang temaram, ketegangan samar kembali menyelimuti atmosfer di antara Yeshe dan Lunara. Setelah kebersamaan mereka yang tak terduga bersama Louis di kamar sang tuan muda, pembicaraan di antara keduanya kini berganti arah menuju ranah politik kekaisaran yang rumit. "Kau tampaknya sangat terganggu dengan kabar pernikahan itu, Lady Lunara," Yeshe membuka suara, memecah keheningan dengan nadanya yang selalu terdengar datar namun tajam. Lunara menoleh dari jendela, menatap manik mata sang duke. "Aku hanya berpikir bahwa pernikahan Pangeran Arzu dan Putri Mahkota akan mengubah banyak dinamika di istana. Terutama bagimu, tuan duke. Bukankah semua orang tahu kedekatanmu dengan Putri Mahkota?" Yeshe menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi beludru yang empuk, menatap Lunara dengan kilat keheranan yang jarang ia tunjukkan. "Aku sama s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   133

    "Bagaimana hubunganmu dengan lady Lunara? Kaisar telah membebaskan hukuman untuk pengkhianatan terhadap mereka. Sekarang tuan muda Arzu juga akan menikah dengan putri mahkota," ucap profesor Lucas pada Raga yang sibuk mengurusi buku-buku. Raga berhenti bekerja setelah profesor itu berhenti berbicara. Dia dan Lunara semakin dekat. Lunara mungkin, memberikannya kesempatan lagi. "Ngomong-ngomong, apakah mungkin seseorang mengalami hilang ingatan karena sihir yang begitu besar?" tanya Raga. "Tentu saja kamu seharusnya tahu jawabannya. Sihir yang sangat besar tidak hanya memberikan dampak hilang ingatan tetapi juga bisa menyebabkan kematian," ucap Lucas. Raga terdiam. "Apakah bisa setelah orang tersebut terselamatkan dampaknya dihilangkan?" tanya Raga. "Tidak bisa. Itu seperti, nasi sudah menjadi bubur. Mengapa kau tiba-tiba menanyakan ini? Jangan-jangan ini soal Lady Lunara?" Insting para profesor di perpustakaan ini memang sulit dikalahkan. Raga sudah berjanji k

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   132

    "Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu. Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya. Jemarinya bergerak perlahan di sepanjang bilah baja, mengalirkan mana murni yang berpendar keunguan, memperkuat dan mempertajam senjata tersebut dengan sihir tingkat tinggi.Mendengar sapaan dan penuturan temannya, gerakan tangan Svanhildr terhenti. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman puas yang sarat akan kelegaan."Pertunangan Arzu dan Putri Mahkota akhirnya ditetapkan, ya? Baguslah," gumam Svanhildr, suaranya terdengar berat namun tenang.Dia kemudian menyarungkan pedangnya d

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   131

    Cahaya biru redup berpendar dari ujung jari Yeshe saat gelombang energi sihir penenang menyebar ke permukaan danau yang sedingin es. Beberapa detik kemudian, tiga ekor ikan monster berukuran sedang melayang naik ke permukaan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sisik mereka yang menyerupai warna aurora berkilau indah di bawah terpaan sinar matahari dataran tinggi.Yeshe menjentikkan jarinya sekali lagi, memindahkan ikan-ikan tersebut ke dalam wadah kayu besar berisi air danau yang sudah disiapkan di atas kereta kuda penumpu mereka. Gerakannya begitu efisien, anggun, dan tanpa cela.Namun, pikiran sang duke tidak sepenuhnya tertuju pada buruannya. Kata-kata Lunara tentang "fondasi nyata yang bertahan lebih lama dibanding ilusi sihir" masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sambil membersihkan sisa embun es di sarung tangannya, Yeshe melirik Lunara yang tengah sibuk memeriksa kondisi ikan-ikan tersebut dengan mata berbinar puas."Kau banyak berubah, Lunara," ucap Yeshe memecah keheningan, s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   130

    Louis menatap Lunara dengan mata bulatnya yang masih menyisakan sisa air mata. "Janji? Janji apa? Kamu bahkan kabur lewat jendela waktu itu!" ketusnya, meski ada binar antisipasi yang tidak bisa ia sembunyikan.Lunara terkekeh pelan. "Aku berjanji akan menunjukkanmu sebuah keajaiban bawah air, bukan? Sebuah kotak kaca besar tempat ikan-ikan bisa menari di dalam kamarmu. Aku menyebutnya... akuarium raksasa."Tanpa membuang waktu, Lunara bangkit berdiri dan berbalik menatap para pelayan keluarga Aldridge yang sejak tadi mematung di dekat pintu. Aura kepemimpinannya mendadak keluar, membuat para pelayan itu tersentak."Kalian, tolong siapkan beberapa barang untukku," perintah Lunara dengan nada tegas namun sopan. "Aku butuh kaca tebal berkekuatan tinggi yang biasa digunakan untuk pelindung sihir, perekat resin magis, beberapa ember pasir putih bersih, bebatuan sungai yang halus, dan air jernih. Bawa semuanya ke sudut ruangan ini sekarang juga."Para pelayan saling berpandangan, tampak r

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   80

    "Kau punya aura membunuh sekarang dan sihirnmu sangat kuat, makanya naganya sampai tidak berkutik," kata Lunara. Memang seperti itu yang dia pikirkan. Alasan apalagi naganya sampai tidak berkutik pada Yeshe? Naganya sempat ketakutan. Meskipun naga hitam Yeshe justru ketakutan pada naga putih ini, t

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   78

    Arzu dan Lune segera memimpin pasukan menuju ke kekaisaran. Tidak mungkin mereka membiarkan Lunara sendirian kesana. Mereka mengikuti naga putih Lunara tetapi naga hitam milik Yeshe menghilang. Lunara tidak mengerti mengapa naga putihnya mau saja ditunggangi Yeshe. Seharusnya dia bergerak, menco

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   76

    Lunara mundur. Tenntu saja. Dia harus menjaga jarak dari Yeshe Aldridge. Tampaknya Yeshe mendekat tiba-tiba seperti itu untuk membunuhnya. Dia tidak merasakan sakit. Ketegangan masih menyelimuti. Lunara khawatir dirinya tiba-tiba diserang menggunakan sihir oleh Yeshe. Lunara pikir, sampai sekarang

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   75

    Kabar mengenai Lunara mengkalim naga putih menyebar ke seluruh ibukota. Namun orang-orang berprasangka bahwa itu adalah rumor yang tidak berdasar. Bahkan para bangsawan juga tidak percaya meskipun sebagian dari mereka mempercayai naga putih. Tampaknya ada pihak-pihak yang mulai bergabung dengan ku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status