Home / Urban / Tukang Pijat Tampan / Memikirkan Rencana Untuk Kabur

Share

Memikirkan Rencana Untuk Kabur

Author: Black Jack
last update publish date: 2026-06-05 13:50:58

Dua hari pasca-aktivasi itu adalah masa uji coba yang membosankan sekaligus berbahaya bagi Adit. Selama empat puluh delapan jam terakhir, dinding laboratorium yang putih bersih dan bau antiseptik yang pekat menjadi seluruh dunianya. Di ruangan tertutup itu, ia hanya berinteraksi dengan satu manusia: Dokter Kenzi. Zhavia, Evan, maupun Susi belum menampakkan batang hidung mereka demi memberikan sang dokter ruang privat untuk menguji kelayakan 'mahakarya' barunya.

Selama dua hari itu pula, Adit di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Jay RevIVE You!
ia bener.. 2 hari belum keluar juga..
goodnovel comment avatar
Nirahua Bens
dari kemaren authornya masih mikir
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tukang Pijat Tampan   Demonstrasi Kekuatan

    Di tengah lapangan, Adit sudah berdiri tegak. Ia mengenakan seragam taktis hitam tanpa atribut. Di sekelilingnya, sebanyak seratus prajurit khusus sekte membentuk sebuah barisan dengan sangat ra[I dan teraturDokter Kenzi menggunakan mikrofon dari podium. "Roni! Berjalanlah ke tengah lingkaran!"Adit melangkah maju secara kaku, berhenti tepat di titik merah di tengah lapangan."Sore ini, kita akan menguji kalkulasi refleks dan kemampuan adaptasi tempur maksimalku," seru Kenzi. "Dua puluh prajurit baris depan, maju! Lumpuhkan Roni!"Dua puluh prajurit khusus bersenjata tongkat taktis baja langsung keluar dari barisan. Mereka menyebar, membentuk formasi lingkaran yang rapat, mengunci Adit dari segala penjuru. Tatapan mata mereka kosong, namun gerakan tubuh mereka menunjukkan bahwa mereka adalah mesin pembunuh yang efisien.Di atas podium, Evan melipat tangan di dada dengan senyum meremehkan. "Dua puluh orang sekaligus tanpa senjata tajam? Dokter, apa kamu tidak takut mainan barumu ini h

  • Tukang Pijat Tampan   Latihan Sendiri

    "Masuklah ke dalam hutan itu, Roni," perintah Dokter Kenzi. "Jajahi setiap sudutnya. Pahami tubuhmu, sinkronisasikan memorimu dengan alam. Dan ingat, kamu harus kembali ke laboratorium sebelum jam makan siang pada pukul dua belas tepat. Apakah perintah ini dimengerti?"Adit menjeda selama dua detik, mempertahankan akting datarnya. "Perintah diterima, Dokter. Kembali sebelum pukul dua belas."Tanpa membuang waktu, Adit membalikkan tubuh dan melangkah konstan memasuki kelebatan vegetasi. Begitu bayangan pohon-pohon raksasa menyembunyikannya dari pandangan langsung Dokter Kenzi, barulah Adit mengizinkan sepasang matanya bergerak liar, menguliti lanskap di sekitarnya.Lagi-lagi, ia dibuat bergidik oleh isi kepalanya sendiri. Otaknya yang telah dipercanggih oleh komputer kuantum bekerja seperti mesin pemindai super cepat.Sreeek...Sebuah gesekan daun kering di atas tanah lateral kanan menarik perhatiannya. Seekor ular piton besar sedang melata di antara akar-akar pohon yang menonjol. Meli

  • Tukang Pijat Tampan   Memikirkan Rencana Untuk Kabur

    Dua hari pasca-aktivasi itu adalah masa uji coba yang membosankan sekaligus berbahaya bagi Adit. Selama empat puluh delapan jam terakhir, dinding laboratorium yang putih bersih dan bau antiseptik yang pekat menjadi seluruh dunianya. Di ruangan tertutup itu, ia hanya berinteraksi dengan satu manusia: Dokter Kenzi. Zhavia, Evan, maupun Susi belum menampakkan batang hidung mereka demi memberikan sang dokter ruang privat untuk menguji kelayakan 'mahakarya' barunya.Selama dua hari itu pula, Adit dipaksa menjalani serangkaian tes refleks, respons kognitif, dan simulasi taktis. Dokter Kenzi sungguh-sungguh memastikan apakah "Roni" berada di bawah kendali mutlaknya atau tidak.Bagi Adit, mempertahankan sandiwara ini adalah siksaan mental yang luar biasa membosankan. Ia harus menekan seluruh ekspresi alaminya, mengunci emosinya di balik topeng es, dan bertingkah seperti robot organik yang dingin. Ia hanya akan berbicara dengan suara yang datar jika diajak berinteraksi, mematuhi setiap instruk

  • Tukang Pijat Tampan   Identitas Baru, Pengetahuan Baru

    Mesin-mesin hidrolik berdesis konstan, mengiringi denyut lampu indikator yang berkedip di dalam laboratorium Sekte Kegelapan. Untuk kesekian kalinya, tubuh fisik Adit dipaksa terlelap. Namun, tidur kali ini bukan sekadar istirahat biologis; otaknya telah diubah menjadi sebuah hard drive organik yang sedang dipaksa menelan data dalam skala masif.Helm logam berserat karbon kembali mengunci kepalanya, mengalirkan ribuan kilobita data per detik melalui impuls listrik frekuensi rendah. Pengetahuan militer, taktik infiltrasi, peta geopolitik global, sandi-sandi rahasia, hingga kefasihan belasan bahasa asing dipompakan tanpa henti ke dalam korteks serebralnya. Identitas lamanya sebagai seorang megabintang dikubur dalam-dalam di bawah lapisan data baru. Kini, di dalam sistem komputer Sekte Kegelapan, ia memiliki nama baru: Roni.Dua minggu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan instalasi kognitif total tersebut. Bagi manusia biasa, banjir informasi sebesar itu akan menghanguskan ja

  • Tukang Pijat Tampan   Rencana Lanjutan Dokter Kenzi

    Bzzzzzt... klak!Helm logam berserat karbon di atas kepala Adit terangkat secara otomatis dengan suara mendesis. Lampu neon biru sian di dalam ruang sterilisasi nomor nol kembali berganti menjadi cahaya putih terang yang menyengat mata.Adit merasakan kelopak matanya terasa sangat berat, seperti direkatkan oleh cairan pekat. Ketika ia akhirnya berhasil membuka mata, hal pertama yang menyambutnya adalah bau menyengat dari cairan antiseptik, ozon, dan kilatan lampu yang membuat kepalanya berdenyut hebat.Di sekeliling ranjang logamnya, beberapa sosok berdiri mengitari bagai burung hering yang mengawasi mangsa.Dokter Kenzi berdiri paling dekat, memegang sebuah tablet digital dengan senyum puas yang tersungging di bibirnya. Di sampingnya, Zhavia melipat tangan di dada dengan tatapan sedingin es. Di belakang mereka, tampak Evan dan Susi, serta beberapa orang berjubah hitam yang mengamati indikator biometrik pada layar monitor.Dokter Kenzi menekan tombol pada instrumen di dekat ranjang, m

  • Tukang Pijat Tampan   Usaha Laras

    Di luar dimensi fisik, di sebuah ruang yang tidak tersentuh oleh waktu maupun pancaran gelombang elektromagnetik laboratorium Sekte Kegelapan, kesunyian membentang tanpa batas. Tempat itu bagaikan samudra kabut berwarna kelabu keperakan. Di situlah Laras kembali menemui Adit.Tepat setelah mesin biometrik di ruang sterilisasi nomor nol meredup dan Protokol Tabula Rasa dinyatakan selesai, roh Larasati menembus batas dimensi. Jembatan astral yang ia bangun dengan meditasi mendalam malam itu membawanya langsung ke titik koordinat jiwa Adit.Larasati melangkah di atas hamparan kabut. Di hadapannya, roh Adit melayang pasrah.Wujud astral Adit tampak sangat rapuh, hampir transparan dengan pendaran cahaya yang meredup di bagian dada. Wajahnya kosong. Matanya terbuka, namun tidak ada daya hidup di dalamnya; Adit hanya diam, tidak bicara, tidak bergerak, membiarkan dirinya hanyut dalam arus sunyi dimensi astral.Melihat kondisi sang kekasih, dada Larasati berdenyut nyeri. Tanpa membuang waktu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status