Twin Alpha's Black Hearts

Twin Alpha's Black Hearts

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-09
Oleh:  Alexandra HeartTamat
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
95Bab
2.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Godiva's life takes an unexpected turn when a simple pizza delivery leads her into the arms of a man she’s never met before—an encounter that sets the stage for her greatest transformation. Thrust into a world of secrets and power, she soon discovers her fated bond with not one, but two mysterious and captivating Alpha twins, Castor and Pollux Melluci. As a descendant of the Moon Goddess, Godiva’s connection with the twins forges a powerful, unbreakable bond. But as their love deepens, a dark and terrible force emerges from the shadows, threatening to tear apart everything she holds dear. The storm brewing around them pushes Godiva to her limits, forcing her to make an impossible choice between two of the most important things in her life. With danger closing in and her heart torn, will Godiva be able to choose between her destiny and her happiness? Or will she defy fate itself to claim the future she longs for with Castor and Pollux? The stakes have never been higher, and the price of her decision may change everything.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Unit Number 10

Elvan membawa selingkuhan ketujuhnya yang sedang hamil kepadaku untuk melahirkan. Teman-temannya bahkan bertaruh, pada detik ke berapa aku akan mulai histeris dan kehilangan kendali. Namun sampai suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin, tak ada satu pun suara amarah dariku.

"Elvan, ini sudah yang ketujuh. Kak Naura nggak mungkin benar-benar marah sampai nggak peduli lagi sama kamu, 'kan?"

Elvan menjawab santai, "Dia nggak bisa punya anak, sementara keluargaku sebesar ini."

"Cepat atau lambat aku pasti harus punya anak dengan perempuan lain untuk mewarisi keluarga. Mending dari sekarang punya lebih banyak anak supaya dia terbiasa."

Begitu kata-kata itu diucapkan, aku keluar sambil menggendong seorang bayi. Sesuai kebiasaan profesiku, aku mengumumkan dengan tenang, "Selamat, berat bayi 3,8 kilogram, ibu dan anak selamat."

Elvan tersenyum sambil menerima bayi itu, lalu menyerahkan selembar surat cerai kepadaku.

"Tandatangani saja. Ini cuma sandiwara buat menenangkan gadis itu. Dia ngotot aku harus cerai sama kamu dulu baru mau kasih aku anak kedua."

"Kalau anak kedua lahir, kita sudah punya delapan anak. Nanti siapa lagi yang berani bilang kamu nggak pantas jadi Nyonya Santiago?"

Permainan seperti ini sudah tujuh kali kumainkan bersama Elvan. Kali ini, aku menandatangani namaku tanpa ragu, lalu berbalik menerima lamaran pria lain.

Mungkin Elvan sudah lupa.

Bukannya aku tidak bisa punya anak, melainkan gen kami memang saling bertentangan. Kalau aku ingin punya anak, aku hanya perlu mengganti pria yang bersamaku.

Atas dasar apa dia berpikir aku akan rela membesarkan anak-anak wanita lain demi gelar "Nyonya Santiago"?

....

Saat menyerahkan kembali surat perjanjian yang sudah kutandatangani, Naura tepat didorong keluar dari ruang bersalin. Elvan langsung menubrukku untuk menghampirinya dengan cemas.

Perutku yang bahkan belum pulih sepenuhnya langsung terasa nyeri hebat akibat benturan itu, wajahku seketika memucat.

Namun, tak ada yang peduli padaku. Semua orang mengelilingi Naura sambil menanyakan keadaannya dengan penuh perhatian. Aku menopang tubuh di dinding, melangkah pelan kembali ke ruang kerjaku.

Saat melihat laporan keguguran di atas meja, pandanganku langsung kabur karena mata yang dibanjiri air mata. Tiga hari sebelum anak haram ketujuh Elvan lahir, aku kembali mengalami tanda-tanda keguguran.

Itu juga anak ketiga yang kehilangan nyawanya.

Ketika aku tersiksa kesakitan di meja operasi, sampai tak menemukan keluarga yang bisa menandatangani surat kondisi kritis, Elvan malah sedang menemani selingkuhannya yang akan melahirkan, menonton opera di gedung teater tempat kami dulu saling menyatakan cinta.

Di hari ketiga masa pemulihanku setelah keguguran, pukul tiga dini hari, dia menarikku bangun dari ranjang rumah sakit. Hanya demi memintaku membantu persalinan selingkuhan barunya.

Matanya memerah saat menyeretku ke depan ruang bersalin, suaranya bahkan nyaris tercekat. Dia berkata, "Sheryl, Naura masih muda, dia nggak mengerti apa-apa. Aku cuma percaya sama kamu."

Saat itu, aku hanya diam mengenakan pakaian operasi.

Tak marah, tak mengamuk.

Tidak seperti beberapa kali sebelumnya, ketika aku nyaris gila karena terus mengutuk dan mempertanyakannya. Juga tidak menangis sampai kehabisan tenaga, bahkan rela melepas jas putih ini dan menanggung tuduhan tak punya etika medis, hanya agar tidak perlu masuk ke ruang operasi.

Sebaliknya, aku sendiri yang mendorong kekasih suamiku masuk ke ruang bersalin, setenang menghadapi pasien asing.

Setelah sepuluh tahun bersama Elvan, mana mungkin aku tak bisa melihat bahwa kali ini dia benar-benar jatuh hati?

Tanganku perlahan mengusap foto diriku bersama Elvan di atas meja.

Di foto itu, wajahnya penuh luka, satu tangan digips, satu tangan lagi merangkulku sambil tersenyum penuh semangat. Jari-jariku bergetar saat menarik foto itu keluar. Di bagian belakangnya, tertulis beberapa kata dengan tulisan tangan yang tegas.

[ Elvan akan melindungi Sheryl seumur hidup. ]

Hari itu aku baru genap 18 tahun, dijual ayah penjudi ke distrik lampu merah.

Demi menyelamatkanku, Elvan dipukuli sampai sekujur tubuhnya penuh luka, bahkan satu tangannya patah dan tak bisa lagi menyentuh basket, olahraga yang paling dia cintai.

Namun di rumah sakit, dia tetap tersenyum sambil menarikku berfoto bersama untuk merayakan ulang tahunku. Dia berkata, "Jangan takut, mulai sekarang aku yang akan melindungimu."

Aku mengusap wajahnya di foto itu sambil bergumam pelan, "Elvan, kamu pernah menyelamatkanku sekali. Aku juga sudah membayar dengan tiga anakku. Kita impas."

Aku merobek foto itu, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Ketukan terdengar dari luar pintu. Elvan masuk, lalu melihat bingkai foto yang kini kosong. Dia pun refleks bertanya, "Mana foto kita?"

Namun bahkan sebelum aku sempat menjawab, dia sudah bersemangat menyerahkan ponselnya ke hadapanku. "Sheryl, menurutmu anak ini cocok dikasih nama apa?"

Saat melihat nama di layar itu, hatiku terasa seperti diremas kuat hingga sulit bernapas. Itu adalah nama yang dulu dia pikirkan selama beberapa malam sambil membolak-balik kamus, untuk anak pertama kami.

Salah satunya kini tertulis pada lentera doa abadi yang dipersembahkan di kuil. Ternyata, bahkan nama anak pertama kami pun sudah dia lupakan.

Aku menatap wajahnya dengan sungguh-sungguh.

Melihat sudut bibirnya yang terangkat, tatapan lembut dan penuh kasih sayang itu. Dipenuhi kebahagiaan karena kembali menjadi seorang ayah.

Akhirnya aku benar-benar yakin. Dia memang sudah lupa bahwa kami pernah memiliki seorang anak. Anak itu pernah hadir lengkap di dunia ini selama 37 hari. Karena penyakit genetik, tubuhnya lemah sejak lahir dan tidak berhasil melewati musim dingin itu.

"Sheryl?"

Melihatku melamun, dia memanggil namaku.

Senyum di wajahnya memudar sedikit. Tersirat kekesalan dalam nada bicaranya, "Aku kira kamu sudah bisa menerima semua ini. Aku juga sudah menjelaskan berkali-kali."

"Dengan statusku, aku nggak mungkin nggak punya keturunan. Kalau kamu mencintaiku, kamu seharusnya bisa mengerti ...."

Sebelum dia selesai bicara, aku memotongnya dengan tenang, "Pakai nama ini saja."

Dia melihat ke arah yang kutunjuk dengan jari. Elvan tertegun sesaat. Baru saja dia hendak bicara ketika terdengar suara dari belakangnya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Jennifer Reginald
Jennifer Reginald
Absolutely love this book...
2025-07-07 16:52:55
0
0
95 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status