Home / Romansa / VENDETTA / TERELIMINASI 

Share

TERELIMINASI 

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-05-18 12:33:12

Kembali dari kebingungan, Yaka memilih kembali ke rumah, ingin istirahat sambil memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, dan melempar lamaran kemana setelah ini.

“Mengapa rumah kosong seperti ini?” Yaka kaget ketika masuk ke rumahnya semua furniture sudah tidak ada.

Tidak ada sofa tidak ada nakas, drewer, bahkan semua ranjang di empat kamar rumah itu sama sekali tak ada.

Selain ranjang semua lemari juga tak ada. Tak ada lemari sepatu, lemari pakaian, lemari buku, meja riasnya Nadia. Meja makan, semua sudah tidak ada.

Pakaian miliknya teronggok di lantai begitupun semua buku. 

“Siapa ya yang masuk rumah dan ke mana semua barang-barang tersebut?”

“Tidak mungkin tetangga tidak ribut bila yang masuk rumah adalah pencuri,” Yaka langsung lari ke depan perumahan mendatangi satpam. 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Oh iya tadi ada telepon dari pak Ikhsan, dia bilang dia yang menjual semua perabot di rumah tersebut. Besok ada lagi yang akan datang untuk membawa semua elektronik dan barang dapur,” jelas satpam tenang. 

“Rumah itu katanya mau dikosongkan dan dijual oleh ibu Nadia dan yang menangani adalah pak Ikhsan mertuanya.”

“Eeeeeh maaf Pak Ikhsan itu orang tuanya Bapak kan?” kata satpam baru ingat kalau Ikhsan ayahnya Nayaka.

“Jadi rumah itu mau dijual?” tanya Yaka dengan bodohnya. 

“Benar Pak. Rumah itu mau dijual karena kan bapak sama Bu Nadia sudah cerai dan rumah itu milik Bu Nadia. Jadi ya wajar kalau Bu Nadia jual.”

‘Papa sudah mengumumkan perceraianku dengan Nadia,’ batin Yaka pilu. Sungguh dia tak percaya, dia bahkan tak punya wewenang apapun bagi rumah tangganya sendiri.

“Apa Bapak tahu di mana Bu Nadia sekarang?” 

“Wah nggak ada yang tahu, tadi Pak Ikhsan nggak bilang apa-apa,” jelas satpam, sebab memang itu yang dia tahu. 

Yaka langsung kembali ke rumah, dia keluar menggunakan mobilnya, dia akan membeli banyak kardus super besar bekas rokok.

Biasanya di toko besar, agen besar yang punya kardus-kardus besar. Karena kalau di warung kecil atau toko kecil tak ada kardus besar. biasanya kardus besar hanya ada di agen besar. 

Yaka juga mau beli banyak lakban dan spidol. 

“Aku harus bersiap. Semua barang aku, harus aku packing sebelum rumah dikosongkan,” tekad Yaka begitu tahu rumah itu akan dijual oleh papanya. 

Rumah itu memang atas nama Nadia, sebab rumah tersebut adalah mahar ketika pernikahan Yaka dan Nadia 17 bulan lalu. 

“Aku harus segera cari kamar kost. Kalau aku kontrak rumah, aku tuh repot, karena rumah itu pasti kosong. Kalau kamar kost kan sudah ada ranjang dan lemari pakaiannya,”  pikir Yaka praktis.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Yaka bingung, malam ini dia akan tidur dimana, sebab tak ada ranjang lagi di rumah ini.

Akhirnya, dia menghentikan packing, lebih urgent mencari kamar kost, yang penting sarana untuk packing sudah dia miliki.

“Gilaaaaa!” teriak Yaka geram. 

“Gara-gara peduli pada Rahma aku jadi terlunta-lunta seperti pengemis tak punya pekerjaan, tak punya istri, tak punya rumah, dan juga tak punya orang tua!” 

Malam itu Yaka tidur di tumpukan kardus, dia lapis dengan banyak jacket miliknya agar tak keras,  dan paginya dia rampungkan packing semua barangnya, agar tak bertemu dengan orang suruhan papanya yang hari ini akan menjual semua elektronik termasuk AC semua kamar serta alat dapur.

Yaka tentu tak mau malu terlihat tereleminasi tak hormat dari rumahnya.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

“Bukan salah Bagas, tapi salah elo yang enggak pakai logika,” seorang teman sesama pendaki gunung menyalahkan Yaka yang bercerita nasib buruknya. 

Yaka meminta pada beberapa teman untuk mencarikan lowongan kerja.

“Elo boleh ngejaga Rahma, tapi bukan lebih mementingkan dia diatas segalanya. Diatas kepentingan rumah tangga elo, diatas kepentingan istri elo, sampe elo kehilangan anak, istri, orang tua dan pekerjaan,” balas yang lain.

Dan semua sependapat, kalau semua foto yang Rahma kirim memang sengaja dibuat, bukan candid. Tujuannya jelas menghancurkan rumah tangga Yaka, atau membuat Yaka berpaling dari Nadia.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Satu minggu sudah Yaka pindah dari rumahnya, dia sekarang tinggal di kamar kost.

“Kemana lagi ya cari kerjaan?” gumam Yaka, dia menutup laptop miliknya, dan berniat keluar kamar untuk cari makan siang, sekaligus beli makanan untuk makan malam.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Bang Yaka?” Sapa seorang lelaki ramah, namun Yaka melihatya sinis.

“Enggak usah sinis gitu Bang, saya kasih tahu fakta dulu, baru Abang boleh sinis sama saya,” ungkap lelaki muda itu, tanpa minta izin, dia duduk di depan Yaka. Mereka duduk di rumah makan Padang.

“Saya pernah dengar, 3 tahun lalu, saat Abang belum menikah, Abang punya utang budi sama kak Bagas,” tanpa diminta lelaki muda itu membuka pembicaraan.

“Kisah pahit saya, semua berawal ketika Rahma mantan istri saya mengatakan hamil empat bulan lalu.” 

“Awalnya di situ Bang.” Jelas lelaki bernama Lucky, yang ternyata mantan suami Rahma.

“Saya ini tidak bisa membuahi perempuan, orang tua saya tahu. Sehingga saya tak terbebani harus punya keturunan. Namun semua itu tak saya ceritakan pada siapa pun. Termasuk juga pada Rahma.”

“Nah ketika Rahma dengan menggebu-gebu mengatakan dia hamil, saya berikan surat dari laboratorium pada istri saya dan mertua saya.”

“Saya talak dia karena saya tidak mungkin bisa membuat dia hamil.” 

Yaka tentu saja tak percaya mendengar perkataan Lucky barusan. 

“Saya tahu Abang nggak percaya, karena versinya Rahma saya itu meninggalkan dia karena saya tidak bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarga kami berdua.” 

“Versi Rahma lagi saya ini hobinya KDRT, sehingga dia pulang ke rumah orang tuanya, padahal kenyataannya adalah dia saya ceraikan karena saya tidak tahu anak siapa di dalam perutnya.”

“Ini Bang, saya sudah membuat foto hasil lab tersebut, karena nggak mungkin saya selalu bawa kertas bukti dari laboratorium kemana-mana,” Lucky memberikan foto tentang hasil lab bahwa dia tidak mungkin punya anak. 

“Jadi jelas di situ tujuan Rahma dan mamanya adalah dia ingin mencari penanggung jawab secara ekonomi terhadap anak dalam perut Rahma. Dan itu ada pada Abang yang dengan lugunya, dengan patuhnya, dan saya bilang dengan gobloknya selalu tunduk pada permintaan Rahma, yang tentunya itu sudah di arange oleh mantan ibu mertua saya yang sangat licik.”

“Itu versi saya Bang. Keluarga besar Rahma semua sudah tahu karena saya beberkan faktanya.”

“Saya juga tidak mau dibilang saya tidak bertanggung jawab, dibilang saya tukang KDRT sehingga saya beberkan kepada semua keluarga Rahma, juga keluarga saya tentunya,” kelas Lucky tanpa ragu membuat yaKa makin ingin terjun dari gedung tingkat lantai 20, mengingat bagaimana bodohnya dia terjebak dalam kubangan yang Rahma dan Soraya buat untuknya.

“Tetapi titik berat semuanya saja beberkan di keluarga Rahma, agar membungkam mulut Rahma dan bu Soraya.”

“Selamat ya Bang. Abang masuk jebakan Batman nya Ibu Soraya.” 

“Dia perempuan super licik dan itu menurun pada Rahma,” ucap Lucky lalu dia pergi meninggalkan Yaka yang masih bengong. 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • VENDETTA    BABIES 

    “Hari ini sudah bulan ke empat kamu menghilang Yank,” bisik Yaka lirih. Tubuhnya makin kurus, badan tak terawat, walau pakaian masih tetap rapi, sebab dia laundry. “Ampas kopi yang menumpuk rindu itu sama dengan semut pekerja.” “Sebab, dinding yang kokoh bisa roboh karena lubang semut dibawah pondasinya.”“Seperti pondasi hidupku, yang telah roboh luluh lantak akibat rindu padamu,” Yaka memperhatikan galery di ponselnya, galery yang mayoritas hanya terisi wajah Nadia dalam beragam pose dan banyak yang candid.Saat Nadia masak, ketika istri sedang berkebun, atau membuat tugas bagi para mahasiswa, atau mengoreksi lembar kerja mahasiswanya, semua lengkap.Bahkan saat Nadia tidur lelap dan ada iler di ujung bibirnya, semua tetap Yaka anggap super cantik. Tak pernah ada cela dari wajah manis Nadia.“Apa hanya aku yang menumpuk rindu, sedang kamu sama sekali tak pernah merindukan aku Yank?” bisik Yaka malam ini. Dia sungguh sangat merindukan semua aspek diri Nadia, senyumnya, tawanya, har

  • VENDETTA   DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

    “Tidaaaaaak!!!” Yaka menutup mulutnya dengan bantal dan dia berteriak sepuas-puasnya di kamar kost.Yaka menyadari kebodohan dirinya selama 5 bulan jadi budaknya Soraya dan Rahma!Yaka sadar, semua yang kenal Rahma tentu akan mencibir kebodohan dirinya yang menyerahkan keutuhan rumah tangganya demi pelacvr seperti Rahma.“Ternyata benar yang papa bilang, Rahma itu pelacvr, jelas-jelas suaminya mandvl, dia bisa hamil.”“Untung Lucky tak memberi tahu sejak awal kalau mandvl, sehingga kebohongan Rahma bisa ketahuan.”“Kalau Rahma sudah tahu sejak awal Lucky tak bisa punya anak, tentu dia akan main aman diluaran.”Yaka makin jijik mengingat kebodohannya. Dia dengan setia tidur satu ranjang dengan Rahma, hanya karena perempuan itu bilang ingin merasakan tidur dipeluk, sebab selama ini tak bisa merasakan dari suaminya yang suka KDRT.Entah mengapa dia bisa seperti kerbau dicocok hidung, berani menginap dan tidur dengan perempuan selain istrinya, saat istrinya malah sedang kesakitan akibat k

  • VENDETTA   TERELIMINASI 

    Kembali dari kebingungan, Yaka memilih kembali ke rumah, ingin istirahat sambil memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, dan melempar lamaran kemana setelah ini.“Mengapa rumah kosong seperti ini?” Yaka kaget ketika masuk ke rumahnya semua furniture sudah tidak ada.Tidak ada sofa tidak ada nakas, drewer, bahkan semua ranjang di empat kamar rumah itu sama sekali tak ada.Selain ranjang semua lemari juga tak ada. Tak ada lemari sepatu, lemari pakaian, lemari buku, meja riasnya Nadia. Meja makan, semua sudah tidak ada.Pakaian miliknya teronggok di lantai begitupun semua buku. “Siapa ya yang masuk rumah dan ke mana semua barang-barang tersebut?”“Tidak mungkin tetangga tidak ribut bila yang masuk rumah adalah pencuri,” Yaka langsung lari ke depan perumahan mendatangi satpam. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Oh iya tadi ada telepon dari pak Ikhsan, dia bilang dia yang menjual semua perabot di rumah tersebut. Besok ada lagi yang akan datang untuk membawa semua elektronik dan barang dapur,” jelas

  • VENDETTA   DI PHK

    “Maaf pak Yaka, Anda dipecat tak hormat atas perintah CEO,” saat esok paginya masuk kantor dengan wajah lusuh karena tak tidur, Yaka mendapat kejutan dari satpam. Bahkan bukan dipanggil ke HRD, atau setidaknya resepsionis, ini satpam yang langsung menghampiri saat dia turun dari mobil!Yaka sadar, CEO kantornya adalah paman Husni, sahabat papanya.Dan masalah hukum di kantor ini semua ditangani law firm sang papa.“Ini surat PHK nya, dan setahu saya, pak Ikhsan Caturangga sudah memberitahu pada beberapa rekanan agar tak menerima Anda bekerja di kantor mereka bila tak ingin dipersulit pak Ikhsan Caturangga,” Kusno, manager HRD memberikan amplop berlogo perusahaan pada Yaka.‘Bagaimana bisa secepat itu?’‘Nadia baru mengeluh sakit dua hari lalu dan aku tinggal dia di rumah demi mengurus Rahma, dan aku pulang ke rumah kemarin pagi.’‘Kemarin aku masih bekerja, malah meeting dadakan.’‘Kemarin sore aku kembali ke rumah Rahma, malamnya papa datang ngelabrak, dan ternyata pagi ini semua

  • VENDETTA   AKU TAK SELINGKUH!

    “Silakan masuk,” Soraya Caraka, mama Rahma mempersilakan Fitriyani sahabatnya semenjak SMA, sekaligus mama Yaka untuk masuk ke rumahnya.“Tak perlu, suruh saja Yaka keluar sebentar,” Ikhsan Caturangga, papa Yaka bersuara sangat keras, sehingga Yaka yang ada di ruang makan mendengar itu. Dan pastinya, tetangga juga mendengar dan pada keluar rumah, ingin tahu ada apa di rumah keluarga Soraya Caraka dan Achmad Waskita itu.Yaka sedang makan malam bersama Rahma dan Achmad Waskita, papa Rahma, tadi tentu juga bersama Soraya sebelum Soraya keluar saat pembantu bilang ada tamu mencari dirinya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Ada apa Pa?” Tanya Yaka kaget, bercampur bingung, papanya menyusul ke rumah Rahma.“Kalian dengar semua, sejak hari ini, Yaka sudah bercerai dengan Nadia, sebab Yaka selingkuh dengan Rahma!” Teriak Ikhsan lantang. Para tetangga yang sejak mendengar teriakan awal Ikhsan Caturangga terus mendengarkan.“Aku enggak selingkuh Pa, aku enggak punya hubungan cinta sama Rahma,” bantah Y

  • VENDETTA   AKU MENYERAH!

    “Ada apa?” tanya Fitriyani Bramantyo atau Fitri, mama Yaka kepada Hanum Suryawijaya bunda Nadia, besannya. Tumben siang, jam kantor besannya menghubungi. Dia tahu besannya sebagai suster punya jam kantor, beda dengan dirinya yang tak punya jam kantor, sebab dia hanya mengelola rumah kost.“Aku tak bisa bicara by phone. Aku tunggu kamu aja di sini, di RSIA AYAH BUNDA tempat kerjaku, langsung ke ruang rawat paviliun anggrek kamar 207,” jawab HanumFitriyani dan Ikhsan Caturangga suaminya segera ke rumah sakit ibu dan anak AYAH BUNDA dan seperti yang Hanum pesankan, tak boleh bilang pada Yaka lebih dulu sebelum mereka tiba di rumah sakit.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Ada apa ini, kamu kenapa Nad?” Teriak Fitriyani histeris melihat Nadia menantu mereka terbaring lemas diinfus dan ….DITRANFUSI!!!!≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ Lama Nadia hanya memandang mama mertuanya, sebelum akhirnya dia buka mulut.“Aku nyerah Ma, ini batas kesabaranku, bang Yaka lebih peduli pada Rahma daripada kepadaku istri sah dan calo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status