/ Romansa / VENDETTA / BABIES 

공유

BABIES 

작가: yanktie ino
last update 게시일: 2026-05-18 12:35:15

“Hari ini sudah bulan ke empat kamu menghilang Yank,” bisik Yaka lirih. Tubuhnya makin kurus, badan tak terawat, walau pakaian masih tetap rapi, sebab dia laundry. 

“Ampas kopi yang menumpuk rindu itu sama dengan semut pekerja.” 

“Sebab, dinding yang kokoh bisa roboh karena lubang semut dibawah pondasinya.”

“Seperti pondasi hidupku, yang telah roboh luluh lantak akibat rindu padamu,” Yaka memperhatikan galery di ponselnya, galery yang mayoritas hanya terisi wajah Nadia dalam beragam pose dan banyak yang candid.

Saat Nadia masak, ketika istri sedang berkebun, atau membuat tugas bagi para mahasiswa, atau mengoreksi lembar kerja mahasiswanya, semua lengkap.

Bahkan saat Nadia tidur lelap dan ada iler di ujung bibirnya, semua tetap Yaka anggap super cantik. Tak pernah ada cela dari wajah manis Nadia.

“Apa hanya aku yang menumpuk rindu, sedang kamu sama sekali tak pernah merindukan aku Yank?” bisik Yaka malam ini. Dia sungguh sangat merindukan semua aspek diri Nadia, senyumnya, tawanya, harum tubuhnya, marahnya saat lihat Yaka asal menaruh handuk basah. Semua tentang Nadia. 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Astagfirullaaaaah,” ucap Yaka pelan, masuk bulan ke lima dari kepergian Nadia, tanpa sengaja Yaka mendengar dari teman-teman yang dia hubungi untuk menanyakan lowongan kerja, teman itu menceritakan kalau adik Bagas sudah melahirkan bayi cacat, mereka memprediksi kalau bayi itu cacat akibat pernah dicoba untuk digugurkan.

Yaka merasa bisa saja pendapat itu benar, setelah Lucky menyampaikan fakta kalau dia tak mungkin punya anak, Rahma kalang kabut sendiri dan mencoba menggugurkan namun tak berhasil.

Alhasil bukan bayi gugur, melainkan bayi cacat yang dia peroleh.

Kehamilan Rahma memang dua bulan lebih dulu dari kehamilan Nadia yang gugur itu. Andai masih ada, tentu kehamilan Nadia saat ini memasuki usia 7 bulan.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Alhamdulillaaaaah,” ucap Galih Bachruddin Cayapata, ayah Nadia,  Ikhsan  Caturangga, papa Yaka, Hanum Suryawijaya bunda Nadia dan Fitriyani Bramatyo mama Yaka saat operasi caesar berhasil sukses.

Lima bulan lalu, dokter di RSIA AYAH BUNDA Jakarta berhasil mempertahankan kehamilan Nadia. Dokter bilang Nadia harus bedrest total sampai tiba waktunya melahirkan, itu sebabnya Nadia mengambil cuti diluar tanggungan agar janinnya bisa selamat.

Ikhsan dan Galih langsung mengeksekusi dimana Nadia tinggal, dan merancang skenario untuk Yaka kalau janin Nadia keguguran!

Hanum dan Fitri memboyong Nadia pindah ke Singapore, dan menjalani bedrest selama lima bulan disana, sampai waktunya tiba, melahirkan melalui operasi caesar.

Dua hari sebelum jadwal operasi caesar, dua pasang orang tua tiba di Singapore.

“Allahu Akbaaaar, kalian menyimpan rahasia ini sangat rapat,” protes Fitri saat tahu cucunya KEMBAR!

Sejak awal hanya Hanum, Nadia dan dokter kalau janin dalam rahim Nadia adalah kembar.

“Bahkan, sejak periksa  pertama Nadia kan sudah diberi tahu oleh dokter di Jakarta, tapi Nadia tak memberitahu Yaka, dia bilang biar nanti Yaka akan lihat sendiri di monitor. Nadia bilang entah nanti bulan keberapa Yaka akan sadar kalau bayi mereka tak hanya satu.”

“Sayang, hanya dua kali Yaka pernah mengantar Nadia kontrol, sebelum akhirnya tragedi keguguran itu,” jelas Hanum tenang.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Ayok kita adzani cucu-cucu kita,” untuk mengalihkan duka tragedi, Galih ayah Nadia mengajak 

Ikhsan papa Yaka, masuk ke lokasi babies yang sedang dibersihkan.

Mereka berbagi bayi, agar tak ada iri.

Galih sebagai pihak perempuan mengadzani bayi lelaki, yang sesuai kesepakatan akan mendapat nama keturunan pihak lelaki yaitu Caturangga.

Ikhsan mengadzani bayi perempuan yang nanti menyandang nama Cayapata, sesuai dengan nama keluarga Nadia.

Nadia memilih nama Narendra Dewangga Caturangga untuk bayi lelakinya,dan Nareswari Pradnya Cayapata untuk bayi perempuannya.

Anya bayi perempuan adalah kakak, dan Naren bayi lelaki adalah adik.

Galih dan Ikhsan melakukan hal yang seharusnya dilakukan ayah bayi-bayi itu yaitu Nayaka.

Sedih, haru, geram, bahagia bercampur jadi satu dalam dada Galih dan Ikhsan, walau mereka berupaya fokus melakukan adzan dan iqamat pada dua cucu mereka.

Sementara Hanum dan Fitri menantu di luar, sebab Nadia sedang diberi sentuhan akhir, sebelum melakukan IMD saat bayi sudah siap.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Silakan saja, aku tak mau kita ribut, terlebih aku di pihak yang salah,” ucap Ikhsan lembut ketika mereka berembug aqiqah akan diadakan kapan dan dimana.

“Yang aku tahu, secara umum, bayi sudah diperbolehkan terbang pada usia 7 hingga 8 hari setelah lahir menurut aturan sebagian besar maskapai.” Hanum yang dari dunia medis memberitahu kapan cucu-cucu mereka bisa dibawa terbang ke Indonesia.

“Walau, dari sisi medis, banyak dokter menyarankan untuk menunggu hingga bayi berusia 2 sampai 3 bulan,” jelas Hanum yang seorang perawat lebih rinci.

“Jadi rencananya kita terbang ke Jakarta kapan? Aku sih tak tergantung cuti, jadi anytime bisa, mbak Hanum kan harus izin,” Tanya Fitri memastikan, dari ke 4 orang tua disana memang hanya Hanum yang bekerja di bawah institusi formal. Ikhsan dan Galih punya usaha sendiri, dan Fitri kapan pun bebas, sebab dia hanya mengurus rumah kost miliknya.

“Aku siapkan dokumen babies dulu,” balas Ikhsan. Dia tahu babies harus punya akta kelahiran dan paspor untuk penerbangan itu. Besok dia akan urus semua di KBRI.

“Kalau begitu, aku akan mulai packing semua barang di apartemen Nadia dan dikirim pulang ke Indonesia lebih dulu, nanti kita pulang tinggal bawa koper saja,” Galih mengambil tanggung jawab bidang lain yang belum ditangani besannya.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Aku tetapkan, aqiqah di rumah Bunda saja, biarkan kalau Yaka tahu,” tandas Nadia tenang. Saat malam, dua baby kembar hangat dalam pelukan eyang putri dan neneknya.

“Sehabis itu, aku akan cari rumah sendiri. Biar bagaimana pun aku tak mau menumpang di rumah Bunda atau Mama,” Nadia tegas memilih jalur hidupnya. Tak mau dibawah payung empat orang tuanya.

“Seperti papa bilang tadi, Mama tak akan mempersulit. Kami bisa melihat dan mengakui Naren dan Anya saja sudah berkah, sebab Mama tahu, anak Mama yang salah,” balas Fitri dengan sabar.

“Iya Ma, bukan aku tak mau dibawah perlindungan kalian, tapi itu tak membuatku dewasa, padahal aku sudah punya dua anak.”

“Kalian tak perlu takut, Yaka tak akan bisa menyentuh anak-anakku,” tegas Nadia. Dia sekarang tak menyebut Yaka dengan panggilan BANG seperti sejak mereka pacaran.

Ikhsan dan Fitri tahu perubahanan itu, tapi tentu tak bisa memaksakan seseorang. Apalagi seseorang yang pernah terluka oleh kelakuan anak mereka.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • VENDETTA   NILAINYA MINUS 

    Namun semua orang di ruangan itu tahu, itu hanyalah alasan klasik untuk menutupi kondisi keuangan mereka yang sebenarnya, sangat kontras dengan kemapanan mutlak yang ditunjukkan oleh Aditya.Nenden yang sedang duduk di sofa ruang tamu langsung mengetatkan rahangnya. Jemarinya mencengkeram erat ritsleting tas jinjingnya hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya bergemuruh hebat dihantam rasa dongkol dan malu yang luar biasa.‘T‘ua bangka ini benar-benar sengaja mempermalukan aku di depan semua orang!’maki Nenden dalam hati, melotot tak senang ke arah lantai granit. Kamar tamu yang tadi disiapkan pembantu untuknya mendadak terasa seperti penjara penghinaan. Dia merasa dikuliti hidup-hidup, niatnya pamer mencari alasan belum beli mobil baru, justru patah total oleh kemapanan Aditya yang tanpa beban menambah mobil keluarga tanpa perlu menjual mobil sport-nya.Anwar, suami Nenden, hanya bisa menunduk dalam-dalam di kursinya.

  • VENDETTA   BUKAN GANTI, MELAINKAN NAMBAH

    Di kediaman Galih dan Hanum ini, sama sekali tidak ada aktivitas atau kegiatan yang heboh layaknya rumah yang akan menggelar pesta besar. Suasana rumah terasa tenang dan lengang dari riuh kepanikan, sebab seluruh rangkaian acara resepsi sepenuhnya akan dilangsungkan di hotel, mulai dari dekorasi, katering, hingga urusan tata rias.Kesibukan yang ada di dalam rumah sore itu murni hanya seputar persiapan menyambut kedatangan keluarga besar yang berjanji akan berkumpul nanti malam. Bau harum cairan pembersih lantai beraroma lavender menguar lembut ke seluruh penjuru ruangan, bercampur dengan embusan angin sore yang sejuk dari jendela-jendela besar yang sengaja dibuka lebar. Di dapur, hanya ada bunyi denting pelan dari cangkir-cangkir teh yang sedang dicuci dan ditata rapi di atas nampan kayu oleh asisten rumah tangga, disiapkan untuk menyambut obrolan hangat keluarga nanti malam.Tidak ada tenda yang terpasang di halaman, tidak ada tumpukan piring sewaan, pun tidak ada hilir mudik teta

  • VENDETTA   UNDANGAN UNTUK RAHMA DAN NAYAKA

    "Dia sengaja mengundangku?! Dari mana dia dapat alamatku ini?!" pekik Rahma histeris. Tangannya gemetar hebat saat memegang selembar undangan fisik yang baru saja diantarkan ke rumahnya.Itu adalah undangan resepsi pernikahan Aditya dan Nadia yang akan diselenggarakan sepuluh hari lagi di sebuah hotel bintang lima paling bergengsi. Dari model undangannya saja sudah terlihat jelas bahwa itu adalah pernikahan super mewah. Desainnya begitu elegan, menggunakan material premium yang tebal dengan sentuhan tinta emas timbul, satu lembar biaya cetak undangan itu saja pastilah sangat mahal, mungkin setara dengan jatah belanja makannya berhari-hari.Pikiran Rahma langsung berputar liar penuh ketakutan. ‘Jadi, bukan hanya nomor ponselku saja yang selalu bocor entah ke siapa sampai aku terus-menerus diteror pesan sindiran, bahkan Nadia juga tahu keberadaan rumah kumuhku ini?’Rahma terduduk lemas di lantai, seluruh badannya gemetaran. Sungguh, dia sama

  • VENDETTA   SEMUA ANAK KANDUNG

    Aditya meletakkan cangkir kopinya ke atas meja dengan ketukan yang pelan namun tegas. Dia membetulkan posisi duduknya, lalu menatap ayah, ibu dan keempat eyangnya satu per satu dengan sorot mata yang luar biasa tajam dan berwibawa."Ibu dan ayah, juga Eyang semua, saya minta dengan sangat, ini adalah pertama dan terakhir kalinya pertanyaan seperti itu terdengar di keluarga kita," ucap Aditya, memotong jalur pembicaraan dengan intonasi yang begitu dingin dan serius.Byan, ayahnya, sempat terkejut melihat reaksi putranya. "Maksudmu bagaimana, Dit? Ibu kan cuma tanya wajar,""Tidak ada yang wajar jika itu berpotensi membedakan anak-anak saya, Yah," potong Aditya cepat tanpa berniat tidak sopan, namun dia harus mengunci komitmen ini sejak dini."Bagi saya, Anya dan Angga adalah anak kandung saya. Sejak saya menjatuhkan pilihan pada Nadia, detik itu juga saya sudah mengambil tanggung jawab penuh atas kedua anak itu di hadapan Allah. Mereka darah daging s

  • VENDETTA   NIAT KOTOR NAYAKA

    "Tapi, penyesalan memang selalu datang di akhir. Kalau datang di awal, pendaftaran namanya," Nayaka terus mendesis sendiri, menertawakan pepatah kuno yang kini terasa begitu nyata dan kejam menghancurkan hidupnya.Pria itu benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa dirinya yang berpendidikan tinggi lulusan S2 London bisa terperosok sangat dalam ke dalam lubang kehancuran.Logikanya dulu benar-benar buta, sampai-sampai ia dengan tega mengabaikan perasaan Nadia, perempuan yang sekarang baru dia sadari sangat dia cintai, namun tak akan pernah bisa dia miliki lagi selamanya.Semua celah sudah tertutup rapat. Ikhsan, papanya sendiri, yang waktu itu turun tangan mengatur proses perceraiannya dengan Nadia hingga jatuh talak tiga. Secara hukum agama, selama Nadia belum menikah lagi dengan pria lain lalu bercerai secara sah tanpa rekayasa, maka Nayaka dan Nadia tidak akan pernah bisa rujuk atau menikah kembali.‘Tunggu, belum menikah lagi lalu b

  • VENDETTA   KAMU PANTAS BAHAGIA

    ‘Bagaimana kabar pelacvrdan anakmu? Bahagiakah kamu dengan kehidupanmu bersama keluargamu? Eh, anakmu dengan Rahma bagaimana? Apa kamu bisa bahagia seperti Nadia yang telah menikah lagi dengan seorang pemuda bujangan, yang tiga tahun berturut-turut menjadi arsitek teladan nasional dan arsitek terbaik Asean. Apa peran pendidikan S2-mu di London terhadap pola pikirmu?’Nayaka hanya bisa pasrah membaca rentetan pesan tajam yang masuk ke nomor ponselnya. Tidak ada niat, pun tidak ada sisa energi untuk membalas atau sekadar memblokir nomor-nomor yang kerap mengirimkan sindiran serupa.Di titik ini, Nayaka sungguh tidak memiliki harapan lagi untuk bangkit. Semangat hidupnya telah padam. Kadang, sempat terlintas di benaknya untuk bergerak mencari uang yang banyak. Dia tahu betul, jika ada kemauan dan kerja keras, penghasilan dari menarik taksi onlinesebenarnya sangat besar dan menjanjikan.Namun, setiap

  • VENDETTA   KHABAR AQIQAH 

    “Apaaaaaa?” “Apakah itu benar?” Yaka kaget saat mendengar info, minggu lalu Nadia baru saja melaksanakan aqiqah, dan kedua orangtuanya hadir. Secara berkala memang Yaka terus mencari info keberadaan Nadia di rumah orang tuanya mau pun di rumah mertuanya. Alasan Yaka terus mencari di rumah orang t

  • VENDETTA   DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

    “Tidaaaaaak!!!” Yaka menutup mulutnya dengan bantal dan dia berteriak sepuas-puasnya di kamar kost.Yaka menyadari kebodohan dirinya selama 5 bulan jadi budaknya Soraya dan Rahma!Yaka sadar, semua yang kenal Rahma tentu akan mencibir kebodohan dirinya yang menyerahkan keutuhan rumah tangganya demi

  • VENDETTA   AKU TAK SELINGKUH!

    “Silakan masuk,” Soraya Caraka, mama Rahma mempersilakan Fitriyani sahabatnya semenjak SMA, sekaligus mama Yaka untuk masuk ke rumahnya.“Tak perlu, suruh saja Yaka keluar sebentar,” Ikhsan Caturangga, papa Yaka bersuara sangat keras, sehingga Yaka yang ada di ruang makan mendengar itu. Dan past

  • VENDETTA   AKU MENYERAH!

    “Ada apa?” tanya Fitriyani Bramantyo atau Fitri, mama Yaka kepada Hanum Suryawijaya bunda Nadia, besannya. Tumben siang, jam kantor besannya menghubungi. Dia tahu besannya sebagai suster punya jam kantor, beda dengan dirinya yang tak punya jam kantor, sebab dia hanya mengelola rumah kost.“Aku tak

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status