Share

DI PHK

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-05-18 12:32:10

“Maaf pak Yaka, Anda dipecat tak hormat atas perintah CEO,” saat esok paginya masuk kantor dengan wajah lusuh karena tak tidur, Yaka mendapat kejutan dari satpam. Bahkan bukan dipanggil ke HRD, atau setidaknya resepsionis, ini satpam yang langsung menghampiri saat dia turun dari mobil!

Yaka sadar, CEO kantornya adalah paman Husni, sahabat papanya.

Dan masalah hukum di kantor ini semua ditangani law firm sang papa.

“Ini surat PHK nya, dan setahu saya, pak Ikhsan  Caturangga sudah memberitahu pada beberapa rekanan agar tak menerima Anda bekerja di kantor mereka bila tak ingin dipersulit pak Ikhsan  Caturangga,”  Kusno, manager HRD memberikan amplop berlogo perusahaan pada Yaka.

‘Bagaimana bisa secepat itu?’

‘Nadia baru mengeluh sakit dua hari lalu dan aku tinggal dia di rumah demi mengurus Rahma, dan aku pulang ke rumah kemarin pagi.’

‘Kemarin aku masih bekerja, malah meeting dadakan.’

‘Kemarin sore aku kembali ke rumah Rahma, malamnya papa datang ngelabrak, dan ternyata pagi ini semua berkas di kantor sudah siap?’

Yaka keluar ruang HRD dengan gontai. Tak bisa lagi melawan d0minasi sang papa.

Masih pagi, dia tak tahu harus kemana, dengan surat PHK di tangannya, tanpa pesangon, tanpa surat pengalaman kerja.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Nadia, kamu dimana Sayang?” 

“Aku tak pernah selingkuh,” gumam Yaka lirih, dia masih duduk terpaku di mobil yang tetap terparkir di kantornya, lebih tepat mantan kantornya.

“Wait, papa teriak, Rahma selalu memanasi Nadia?” Yaka baru sadar, ucapan papanya semalam belum dia cerna, walau dia dengar ocehan para tetangga Rahma,  sebab semalam dia lebih fokus kalau papanya sudah memproses akta cerai dirinya, juga tentang Nadia yang keguguran. 

Anak yang dia dan Nadia tunggu setelah 15 bulan pernikahan.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Baik, apa pun yang terjadi aku harus ketemua Nadia,” Yaka melajukan mobilnya ke rumah mertuanya. Dia siap menerima caci maki dua mertuanya dan Nadia, bahkan bila ayah mertuanya akan memukulnya dia tak akan melawan. Yang penting bisa bersua dengan kekasih hati.

“Maaf den Yaka, sejak 3 hari lalu, ibu dan bapak tak pernah pulang, sejak ditelepon mbak Nadia,” jelas pembantu rumah mertuanya.

“Apa Mbok tahu, Nadia dirawat di rumah sakit mana?” Pancing Yaka.

“Waktu pertama masuk ke RSIA Kasih Bunda,  rumah sakit terdekat dari rumah den Yaka, tapi katanya terus pindah ke RSIA Ayah Bunda, tempat ibu kerja, sebab non Nadia perdarahan sangat banyak,” jelas simbok.

‘Berarti benar Nadia keguguran, kalau dengar cerita simbok bahwa Nadia perdarahan,’ sesal Yaka dalam batinnya.

‘Pantas mama dan papa sangat murka, sebab aku tak peduli pada Nadia yang mengeluh mulas, aku malah panik dengan kondisi kram perut yang Rahma kabarkan,’ Yaka sangat ingat amarah mama dan papanya semalam. 

‘Aku hanya menjalankan wasiat Bagas sebelum meninggal, agar menjaga adiknya.’

‘Bagas telah menyelamatkanku, dia mengusir ular cobra yang mau menyerangku, sehingga malah dia yang kena gigit.’

‘Bagas meninggal karena aku, apa aku salah menjaga adiknya, sesuai permintaan Bagas sebelum meninggal?’

Yaka ingat, saat pesta anniversary pernikahan pertama, dia meninggalkan pesta demi Rahma, dan besoknya mama serta papanya mengecam habis-habisan.

‘Mama dan papa tak percaya kalau aku tak cinta Rahma dan pengorbananku meninggalkan pesta terlalu berlebihan bagi orang yang tak mencintai seperti yang aku jelaskan.’

‘Mama dan papa saja tak percaya, terlebih Nadia.’

‘Untung sehabis itu Nadia mau aku bujuk, sehingga rumah tangga kami bisa aman.’

‘Aku tak menyangka kalau kemarin Nadia sangat butuh ke rumah sakit, dia lebih perlu perhatianku daripada Rahma yang saat aku tiba di rumahnya sudah tak merasakan kram perut lagi,’ Yaka baru mulai merasa menyesal.

“Anakku.” 

“Nadia sangat marah karena dia keguguran, dia bahkan tak mengabarkan aku, kalau dia dirawat karena keguguran. Aku tak bisa membujuknya lagi, terlebih papa sdh memproses perceraian kami.”

“Sekarang aku harus cari Nadia dimana?” Yaka kalut. 

Selama surat cerai belum turun, dia berharap bisa minta maaf jadi Nadia membatalkan perceraian, atau bila surat sudah keluar, sebelum 30 hari kan bisa dibatalkan, begitu pikirnya.

Sungguh Yaka tak percaya, akibat memperhatikan adik penolongnya, rumah tangganya harus kandas! 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Kamu nggak sadar kan dimanfaatin sama keluarganya Soraya Caraka?” 

“Sekarang logikanya dimana Rahma punya foto kamu lagi makein sepatu?”

“Rahma punya foto kamu lagi nyelimutin dia dan terlihat dengan tatap mendamba.” 

“Rahma juga punya foto kamu lagi kecup kening dia.” 

“Belum lagi Rahma punya foto kamu lagi pegang perut dia.” 

“Selain itu, Rahma punya foto kamu lagi nyuapin dia!”

“Kalau bukan memang ibunya yang ngatur agar ada foto tersebut? Bagaimana semua bisa ada?”

“Jadi memang seperti yang ibumu bilang,  keluarga itu keluarga nggak bener,”  ucap seorang tetangga Soraya Caraka,  ketika bertemu dengan Nayaka di kedai kopi pinggir jalan, dia perlihatkan semua foto hasil screenshot yang awalnya Ikhsan berikan pada seorang tetangga Rahma, lalu bergulir terus, tanpa bisa dibendung.

Nayaka sangat geram membaca semua kalimat Rahma pada Nadia, dia tak membayangkan bagaimana sabarnya Nadia menyimpan semua itu sendirian.

“Tapi para tetangga belum tahu peranan Pak Achmad dalam hal itu. Kami merasa pak Achmad bukan sosok yang jahat.”

“Tapi kalau peranan Bu Soraya Caraka sudah jelas, sangat jelas dia dalang semua foto itu.”

“Kalau kita lihat dari ucapan ibumu dan ucapan papamu, jelas, sangat jelas Rahma mengirim banyak foto untuk istrimu untuk menghancurkan rumah tanggamu.”

“Seperti kata mamamu sejak mereka berteman dulu Ibu soraya itu hobinya ngerebut pacar mamamu kecuali papamu karena mamamu diam-diam ketika pacaran dengan papamu sampai menikah.” 

“Jadi memang kamu aja yang terlalu bodoh dengan mengedepankan jasanya Bagas demi alasan apa pun di atas kepentingan keluarga.”

“Sampai kamu kehilangan rumah tanggamu. Sampai kamu kehilangan anakmu, kehilangan istrimu, kehilangan orang tuamu dan yang paling pasti kamu kehilangan masa depan karena sekarang kamu mau kerja di mana?”

“Mungkin bisa sih kerja asal kerja tapi kan nggak seperti yang sekarang kamu dapatkan.”

“Di tempat lain juga belum tentu seperti itu.”

“Selamat lah kamu memang sudah masuk dalam kubangan Soraya Caraka dan Rahma,” tutup lelaki itu puas, melihat wajah Yaka yang tak percaya melihat semua bukti screenshot dari Rahma.

YaKa makin kesal mengingat bagaimana dia bisa lebih mementingkan Rahma dengan alasan Rahma tidak mau makan, dengan alasan Rahma kedinginan sehingga akhirnya ada foto-foto tersebut foto ketika yaka menyuapi,  foto ketika Yaka menyelimuti karena Rahma bilang kedinginan dan Rahma juga minta ucapan terima kasih Yaka kepada Bagas diberikan dengan cara Yaka mengecup keningnya.

“Bagaimana bisa kondisi seperti itu difoto kalau memang tidak direncanakan lebih dulu?”

Jadi memang benar, Yaka benar-benar terjebak kubangan soraya dari Rahma!

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • VENDETTA    BABIES 

    “Hari ini sudah bulan ke empat kamu menghilang Yank,” bisik Yaka lirih. Tubuhnya makin kurus, badan tak terawat, walau pakaian masih tetap rapi, sebab dia laundry. “Ampas kopi yang menumpuk rindu itu sama dengan semut pekerja.” “Sebab, dinding yang kokoh bisa roboh karena lubang semut dibawah pondasinya.”“Seperti pondasi hidupku, yang telah roboh luluh lantak akibat rindu padamu,” Yaka memperhatikan galery di ponselnya, galery yang mayoritas hanya terisi wajah Nadia dalam beragam pose dan banyak yang candid.Saat Nadia masak, ketika istri sedang berkebun, atau membuat tugas bagi para mahasiswa, atau mengoreksi lembar kerja mahasiswanya, semua lengkap.Bahkan saat Nadia tidur lelap dan ada iler di ujung bibirnya, semua tetap Yaka anggap super cantik. Tak pernah ada cela dari wajah manis Nadia.“Apa hanya aku yang menumpuk rindu, sedang kamu sama sekali tak pernah merindukan aku Yank?” bisik Yaka malam ini. Dia sungguh sangat merindukan semua aspek diri Nadia, senyumnya, tawanya, har

  • VENDETTA   DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

    “Tidaaaaaak!!!” Yaka menutup mulutnya dengan bantal dan dia berteriak sepuas-puasnya di kamar kost.Yaka menyadari kebodohan dirinya selama 5 bulan jadi budaknya Soraya dan Rahma!Yaka sadar, semua yang kenal Rahma tentu akan mencibir kebodohan dirinya yang menyerahkan keutuhan rumah tangganya demi pelacvr seperti Rahma.“Ternyata benar yang papa bilang, Rahma itu pelacvr, jelas-jelas suaminya mandvl, dia bisa hamil.”“Untung Lucky tak memberi tahu sejak awal kalau mandvl, sehingga kebohongan Rahma bisa ketahuan.”“Kalau Rahma sudah tahu sejak awal Lucky tak bisa punya anak, tentu dia akan main aman diluaran.”Yaka makin jijik mengingat kebodohannya. Dia dengan setia tidur satu ranjang dengan Rahma, hanya karena perempuan itu bilang ingin merasakan tidur dipeluk, sebab selama ini tak bisa merasakan dari suaminya yang suka KDRT.Entah mengapa dia bisa seperti kerbau dicocok hidung, berani menginap dan tidur dengan perempuan selain istrinya, saat istrinya malah sedang kesakitan akibat k

  • VENDETTA   TERELIMINASI 

    Kembali dari kebingungan, Yaka memilih kembali ke rumah, ingin istirahat sambil memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, dan melempar lamaran kemana setelah ini.“Mengapa rumah kosong seperti ini?” Yaka kaget ketika masuk ke rumahnya semua furniture sudah tidak ada.Tidak ada sofa tidak ada nakas, drewer, bahkan semua ranjang di empat kamar rumah itu sama sekali tak ada.Selain ranjang semua lemari juga tak ada. Tak ada lemari sepatu, lemari pakaian, lemari buku, meja riasnya Nadia. Meja makan, semua sudah tidak ada.Pakaian miliknya teronggok di lantai begitupun semua buku. “Siapa ya yang masuk rumah dan ke mana semua barang-barang tersebut?”“Tidak mungkin tetangga tidak ribut bila yang masuk rumah adalah pencuri,” Yaka langsung lari ke depan perumahan mendatangi satpam. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Oh iya tadi ada telepon dari pak Ikhsan, dia bilang dia yang menjual semua perabot di rumah tersebut. Besok ada lagi yang akan datang untuk membawa semua elektronik dan barang dapur,” jelas

  • VENDETTA   DI PHK

    “Maaf pak Yaka, Anda dipecat tak hormat atas perintah CEO,” saat esok paginya masuk kantor dengan wajah lusuh karena tak tidur, Yaka mendapat kejutan dari satpam. Bahkan bukan dipanggil ke HRD, atau setidaknya resepsionis, ini satpam yang langsung menghampiri saat dia turun dari mobil!Yaka sadar, CEO kantornya adalah paman Husni, sahabat papanya.Dan masalah hukum di kantor ini semua ditangani law firm sang papa.“Ini surat PHK nya, dan setahu saya, pak Ikhsan Caturangga sudah memberitahu pada beberapa rekanan agar tak menerima Anda bekerja di kantor mereka bila tak ingin dipersulit pak Ikhsan Caturangga,” Kusno, manager HRD memberikan amplop berlogo perusahaan pada Yaka.‘Bagaimana bisa secepat itu?’‘Nadia baru mengeluh sakit dua hari lalu dan aku tinggal dia di rumah demi mengurus Rahma, dan aku pulang ke rumah kemarin pagi.’‘Kemarin aku masih bekerja, malah meeting dadakan.’‘Kemarin sore aku kembali ke rumah Rahma, malamnya papa datang ngelabrak, dan ternyata pagi ini semua

  • VENDETTA   AKU TAK SELINGKUH!

    “Silakan masuk,” Soraya Caraka, mama Rahma mempersilakan Fitriyani sahabatnya semenjak SMA, sekaligus mama Yaka untuk masuk ke rumahnya.“Tak perlu, suruh saja Yaka keluar sebentar,” Ikhsan Caturangga, papa Yaka bersuara sangat keras, sehingga Yaka yang ada di ruang makan mendengar itu. Dan pastinya, tetangga juga mendengar dan pada keluar rumah, ingin tahu ada apa di rumah keluarga Soraya Caraka dan Achmad Waskita itu.Yaka sedang makan malam bersama Rahma dan Achmad Waskita, papa Rahma, tadi tentu juga bersama Soraya sebelum Soraya keluar saat pembantu bilang ada tamu mencari dirinya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Ada apa Pa?” Tanya Yaka kaget, bercampur bingung, papanya menyusul ke rumah Rahma.“Kalian dengar semua, sejak hari ini, Yaka sudah bercerai dengan Nadia, sebab Yaka selingkuh dengan Rahma!” Teriak Ikhsan lantang. Para tetangga yang sejak mendengar teriakan awal Ikhsan Caturangga terus mendengarkan.“Aku enggak selingkuh Pa, aku enggak punya hubungan cinta sama Rahma,” bantah Y

  • VENDETTA   AKU MENYERAH!

    “Ada apa?” tanya Fitriyani Bramantyo atau Fitri, mama Yaka kepada Hanum Suryawijaya bunda Nadia, besannya. Tumben siang, jam kantor besannya menghubungi. Dia tahu besannya sebagai suster punya jam kantor, beda dengan dirinya yang tak punya jam kantor, sebab dia hanya mengelola rumah kost.“Aku tak bisa bicara by phone. Aku tunggu kamu aja di sini, di RSIA AYAH BUNDA tempat kerjaku, langsung ke ruang rawat paviliun anggrek kamar 207,” jawab HanumFitriyani dan Ikhsan Caturangga suaminya segera ke rumah sakit ibu dan anak AYAH BUNDA dan seperti yang Hanum pesankan, tak boleh bilang pada Yaka lebih dulu sebelum mereka tiba di rumah sakit.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Ada apa ini, kamu kenapa Nad?” Teriak Fitriyani histeris melihat Nadia menantu mereka terbaring lemas diinfus dan ….DITRANFUSI!!!!≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ Lama Nadia hanya memandang mama mertuanya, sebelum akhirnya dia buka mulut.“Aku nyerah Ma, ini batas kesabaranku, bang Yaka lebih peduli pada Rahma daripada kepadaku istri sah dan calo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status