Home / Romansa / VENDETTA / DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

Share

DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

Author: yanktie ino
last update publish date: 2026-05-18 12:34:09

“Tidaaaaaak!!!” Yaka menutup mulutnya dengan bantal dan dia berteriak sepuas-puasnya di kamar kost.

Yaka menyadari kebodohan dirinya selama 5 bulan jadi budaknya Soraya dan Rahma!

Yaka sadar, semua yang kenal Rahma tentu akan mencibir kebodohan dirinya yang menyerahkan keutuhan rumah tangganya demi pelacvr seperti Rahma.

“Ternyata benar yang papa bilang, Rahma itu pelacvr, jelas-jelas suaminya mandvl, dia bisa hamil.”

“Untung Lucky tak memberi tahu sejak awal kalau mandvl, sehingga kebohongan Rahma bisa ketahuan.”

“Kalau Rahma sudah tahu sejak awal Lucky tak bisa punya anak, tentu dia akan main aman diluaran.”

Yaka makin jijik mengingat kebodohannya. Dia dengan setia tidur satu ranjang dengan Rahma, hanya karena perempuan itu bilang ingin merasakan tidur dipeluk, sebab selama ini tak bisa merasakan dari suaminya yang suka KDRT.

Entah mengapa dia bisa seperti kerbau dicocok hidung, berani menginap dan tidur dengan perempuan selain istrinya, saat istrinya malah sedang kesakitan akibat keguguran di rumah sakit, tanpa dia ketahui.

“Gobloooooooook! Elo super goblokkk Yaka!” Teriak Yaka lagi.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Siaaaal!” teriak Yaka mengingat semua itu.

Dia tahu, sekarang Achmad sudah menjual rumahnya di bawah harga normal, sebab tak tahan tinggal di lingkungan lama, karena tetangga sekitar selalu membully keluarganya, terutama Soraya dan Rahma. 

“Aku akan balas dendam pada Rahma dan tante Soraya!” Tekad Yaka, hari ini dia baru saja daftar aplikasi taksi online sambil menunggu panggilan dari semua CV yang dia kirimkan.

Tentu tak bisa tanpa income, dia harus makan, dan juga bayar kost, serta harus beli bensin sebagai sarana transportasi.

Uang di rekening bisa ludes kalau dia terus menguras tanpa dana pengganti.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Satu bulan berlalu, dan Yaka belum bisa melacak keberadaan Nadia. 

Di kampus, tempat Nadia bekerja sebagai dosen, Yaka mendapat keterangan kalau Nadia cuti di luar tanggungan. 

Di apotek tempat ayah mertuanya buka usaha, Yaka tahu pemilik apotek sudah lama tak hadir. Pak Galih tiap hari memantau melalui video call saja. Pengecekan stock obat semua juga online.

Dan di rumah sakit tempat bunda mertuanya bekerja, Yaka mendapat keterangan Bu Hanum pernah cuti mendadak 2 minggu, lalu selanjutnya masuk bekerja kembali, hanya tak berani Nayaka temui.

Yaka lebih berani bertemu dengan Galih ayah mertuanya daripada menghadapi bunda mertua.

Hanum tak  cerewet, apalagi galak, namun punya kharisma yang sangat kuat. Yaka takut menghadapinya. Bila berhadapan dengan Hanum, seakan dia anak kecil yang bersalah, tak bisa mengelak.

Sebaliknya, Galih, ayah mertuanya, humoris dan supel, karena itu Yaka lebih dekat pada ayah mertua.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Enggak ada yang tahu Mas,” jawab ibu warung dekat rumah lama Rahma. Malam ini Yaka keliling, dia ingin cari info, dimana Rahma sekarang tinggal. Tekadnya untuk balas dendam menggebu, walau dia belum tahu apa yang akan dia lakukan pada Rahma dan Soraya. Sebab tak mungkin dia pukuli dua orang perempuan bajiingan itu.

“Coba tanya ke sopir truk itu, dia yang bawa mereka pindahan,” balas ibu warung sambil mengaduk kopi pesanan pembeli yang baru tiba.

Kalau Yaka mau, dia bisa saja mudah mencari alamat rumah Rahma, dengan cara membuka blokiran semua nomor keluarga Rahma, yaitu mama dan papanya juga Rahma sendiri. Dan tinggal menjawab komunikasi mereka, lalu tanya alamat rumah baru. Selesai, namun dia tak mau.

Yaka memang memblokir nomor mereka setelah tahu dia dibodoh-bodohi dengan semua kebohongan yang terstruktur.

“Saya tulis disni ya,” ucap sopir truk yang ditunjuk oleh ibu pemilik warung kopi.

“Tak perlu Pak, biar saya tulis di ponsel saja,” balas Yaka, dia tulis alamat rumah Rahma, berikut ancer-ancer yang sopir truk berikan.

“Terima kasih Pak, ucap Yaka sopan.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Siapa sih yang sebar info tak benar?” Achmad Waskita, papa Rahma geram, di lingkungan barunya tersiar khabar kalau mereka pindah sebab di lingkungan rumah lama, mereka dibully akibat ketahuan kalau Rahma itu perempuan tak baik, sebab bisa hamil padahal suaminya mandvl.

Dan Rahma itu pelakor, dengan menjerat suami orang serta membully istri sah lelaki tersebut.

Semua didengar Achmad saat dia pulang dari shalat subuh.

“Tak perlu marah Pak, kalau tak benar pasti akan hilang dengan sendirinya,” ucap tetangga sebelah rumah yang jalan bersama Ahmad.

“Namun, kalau memang Khabar itu info sebenarnya, ya pasti akan makin besar beritanya,” lanjut sang tetangga, membuat Achmad makin cemas, karena info tersebut akurat.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Paginya, saat sedang belanja sayur di tukang sayur keliling, para ibu heboh, mereka saling mengingatkan, hati-hati terhadap anak lelaki atau suami atau menantu mereka, takut digoda Soraya dan Rahma!

Soraya mendengar sendiri secara langsung bisik-bisik itu, padahal dia sudah menyusun skenario, suami Rahma meninggal karena kecelakaan, dan mereka pindah rumah agar Rahma tak ingat suaminya di lingkungan rumah lama.

“Kalau di rumah lama, semua jelas mendengar dari pak Ikhsan, saat dia datang ke rumah, kalau disini dapat info dari mana? Semua tetangga rumah lama tak ada yang ikut kesini,” jelas Achmad, saat mendengar Soraya mengadu apa yang dia dengar saat belanja sayuran di tukang sayur keliling.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

“Kamu dimana Yank?” Gumam Yaka. Masuk bulan kedua, Yaka terus mencari informasi terkait keberadaan Nadia di kampus. 

Saat ini dia kembali ke kampus tempat Nadia mengajar, ternyata keterangan yang didapat masih sama. Nadia cuti tanpa tunjangan dengan batas waktu yang tak disebutkan.

Sementara ayah dan bunda mertuanya tetap beraktivitas normal. 

Dan tak ada Nadia di rumah mertuanya.

Yaka belum dapat kerja kantoran, untungnya dia masih dapat income dari taksi online. Tak ada malu, toh dia tak mencuri. Hanya ada penyesalan. S2 di London tak bekerja di kantoran. Income tak kurang, hanya prestise yang tak dia miliki karena pekerjaannya sekarang.

“Rinduku padamu itu seperti kafein Yank.”

“Bikin deg-deg an dan susah tidur.”

“Aku tahu, sebenarnya itu tak sehat.”

“Tapi anehnya, tetap saja aku konsumsi tiap hari,” ucap Yaka sambil mengaduk kopi instan yang baru dia seduh. 

Yaka sangat merindukan Nadia, perempuan yang sangat dia cintai, namun sekaligus perempuan yang juga sangat dia sakiti karena kesalahan fatal yang dia ambil.

Yaka mengunyah roti isi keju sebagai sarapannya, sedang pilihan kopinya pagi ini adalah kopi dengan tambahan choco granules.

Dia mulai nyalakan aplikasi taksi online, siapa tahu ada yang nyangkut. 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • VENDETTA   TERSISA NAYAKA!

    Teman-teman satu angkatan dan rekan-rekan sejawat mendiang Bagas yang biasanya secara berkala memberikan bantuan finansial, perhatian, atau sekadar kunjungan kehormatan pada keluarga Achmad, kini mulai menarik diri secara serentak. Mereka merasa dikhianati dan tertipu oleh drama air mata yang selama ini dimainkan oleh Rahma. Di mata mereka, Bagas tetaplah seorang pahlawan yang gugur dengan terhormat, namun keluarganya kini dipandang tidak lebih dari sekelompok "hama" yang merusak nilai-nilai luhur dari kepahlawanan itu sendiri.Bahkan ikatan dărah pun tidak mampu menahan terjangan bola salju ini. Keluarga besar dari jalur Achmad maupun jalur Soraya yang turut menerima kiriman tautan video tersebut mulai merasa sangat malu memiliki pertalian dărah dengan mereka. Kerabat-kerabat dekat yang di masa lalu mungkin sempat membela Rahma secara membabi buta karena alasan "kasihan pada adik seorang pahlawan", kini berbalik arah menjadi pihak yang paling keras menghujat.Mereka tidak ingin nam

  • VENDETTA   DIKUPAS TUNTAS 

    "Buka saja, kenapa malah tanya Papa," sahut Achmad ketus seraya menekan tombol pada layarnya.Rahma memberanikan diri membuka tautan tersebut. Detik berikutnya, begitu video itu termuat dan menampilkan gambar wajah pembicara di podium, seluruh persendian Rahma terasa melosos. Wajahnya mendãdak putih pucat bagai mãyat.Di layar itu, tampak orang yang paling ditakuti oleh seluruh keluarga mereka : Profesor Ikhsan Caturangga.Ayah dari Nayaka, pria yang sejak zaman Rahma masih berseragam SMA selalu memikat hatinya dengan segala wibawa dan kekayaannya.Pria yang demi mengejarnya Rahma rela mengambil salah langkah yang fatal. Langkah nekat yang disarankan oleh Soraya dulu, yang kini justru berakhir dengan membuat hidupnya hancur lebur dan 'ngeblangsak' di rumah BTN pinggiran kota.Gara-gara gelap mata mengejar Nayaka dan merusak rumah tangga Nadia, kini dia menderita, ditinggal suami, ibunya gila, anaknya cacat, dan

  • VENDETTA   BUKAN LINK PEKERJAAN

    "Bayangkan ada seorang ‘pahlawan’. Sebut saja namanya misal Bagas ya, maaf dan mohon izin bila ada hadirin di ruangan ini yang memiliki nama yang sama, ini hanya sebuah umpama semata.” “Misalkan Bagas meninggal karena menyelamatkan nyawa orang lain.”“Itu adalah sebuah pengorbanan yang suci. Sebuah kehormatan tertinggi bagi seorang manusia."Ikhsan terdiam sejenak, membiarkan kalimatnya meresap ke dalam benak para pendengar, sebelum akhirnya melanjutkan dengan penekanan yang menusuk."Namun, apa yang terjadi jika keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum justru menggunakan 'dărah' sang pahlawan sebagai alat pemerasan emosional yang keji?” “Apa jadinya ketika seorang adik, dengan sengaja dan penuh kesadaran, menggunakan kemâtian kakaknya untuk merongrong, mengusik, dan menghancurkan rumah tangga orang lain yang sebenarnya adalah korban yang diselamatkan?"Suara Ikhsan terdengar makin berat dan mengintimidasi. "Sang adik ini, hadirin sekalian, sebenarnya tidak sedang menghormati ingat

  • VENDETTA   PESAN DARI IKHSAN

    Nayaka duduk membeku di sofa ruang tamu rumah minimalis mewahnya. Rumah satu lantai yang cukup mewah itu terasa terlampau luas dan sunyi, hanya dihuni oleh kesendiriannya. Di luar, aplikasi taksi ‘online’di ponselnya sengaja dia matikan.Hari ini, dia sama sekali tidak mengambil orderan.Energi jiwanya telah terkuras habis, menyisakan tubuh yang lemas dilingkupi penyesalan yang tak bertepi.Ponsel di genggamannya bergetar, menampilkan notifikasi pesan masuk dari Fitri, mama kandungnya. Sebuah video berdurasi beberapa menit mendarat di sana.Dengan jantung yang berdebar perih, Nayaka menyentuh tombol ‘play’.Detik berikutnya, layar ponselnya menampilkan suasana hangat di ruang keluarga Nadia. Nayaka tersenyum miris, sebuah senyuman yang teramat getir dan menyayat hati, menyaksikan acara kumpul bersama yang begitu bersahaja.Tidak ada tiup lilin, tidak ada potong kue tart

  • VENDETTA   BUKAN SUAMI EGOIS

    "Aaamiiiin, aaamiiiin ya rabbal alamiiiin," kalimat penutup doa bergema serempak di dalam ruangan.Begitu doa selesai, kehebohan kembali berlanjut. Kali ini agenda utamanya adalah sesi foto bersama. Aditya menyetel kamera ponselnya dengan mode otomatis, lalu berlari kecil untuk bergabung dengan formasi besar yang sudah diatur oleh Ibu Ima.Di tengah-tengah karpet, duduklah formasi lengkap yang begitu indah, Galih dan Hanum yang tersenyum penuh wibawa, Ikhsan dan Fitriyani yang memancarkan binar keharuan, Byantara dan Ima yang tersenyum lebar penuh kebanggaan, serta di posisi sentral ada Aditya dan Nadia yang masing-masing memangku Angga dan Anya.‘Cekrek!’Satu kilatan cahaya mengabadikan momen magis itu. Sebuah potret perayaan satu tahun yang sangat sederhana, tanpa kemewahan materi yang berlebihan, namun menjadi pesta doa yang teramat kaya akan limpahan kasih sayang dari enam orang kakek dan nenek.Bagi Nadia, hari ini

  • VENDETTA   TAK ADA KEMEWAHAN

    Ruang keluarga di kediaman Aditya dan Nadia pagi ini diselimuti kehangatan yang tak biasa. Tidak ada balon-balon lateks beraneka warna yang memenuhi langit-langit, tidak ada badut sewaan yang bertingkah jenaka, pun tidak ada dentum musik anak-anak yang bising.Sesuai dengan prinsip yang dipegang teguh oleh Nadia, hari lahir pertama si kembar tidak perlu dirayakan dengan pesta pora yang megah. Baginya, esensi dari bertambahnya usia Narendra Dewangga Caturangga dan Nareswari Pradnya Cayapata bukanlah riuhnya tepuk tangan orang asing, melainkan ketulusan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang terdekat yang benar-benar mencintai mereka.Maka, perayaan hari itu dikemas dalam sebuah syukuran yang teramat sederhana. Hanya ada karpet bulu tebal yang digelar di tengah ruangan, jejeran bantal besar yang nyaman, serta hidangan tumpeng nasi kuning mini beserta kudapan tradisional yang ditata apik di atas meja rendah.Namun, kesederhanaan itu justru melahirkan keh

  • VENDETTA   KHABAR AQIQAH 

    “Apaaaaaa?” “Apakah itu benar?” Yaka kaget saat mendengar info, minggu lalu Nadia baru saja melaksanakan aqiqah, dan kedua orangtuanya hadir. Secara berkala memang Yaka terus mencari info keberadaan Nadia di rumah orang tuanya mau pun di rumah mertuanya. Alasan Yaka terus mencari di rumah orang t

  • VENDETTA    BABIES 

    “Hari ini sudah bulan ke empat kamu menghilang Yank,” bisik Yaka lirih. Tubuhnya makin kurus, badan tak terawat, walau pakaian masih tetap rapi, sebab dia laundry. “Ampas kopi yang menumpuk rindu itu sama dengan semut pekerja.” “Sebab, dinding yang kokoh bisa roboh karena lubang semut dibawah pon

  • VENDETTA   TERELIMINASI 

    Kembali dari kebingungan, Yaka memilih kembali ke rumah, ingin istirahat sambil memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, dan melempar lamaran kemana setelah ini.“Mengapa rumah kosong seperti ini?” Yaka kaget ketika masuk ke rumahnya semua furniture sudah tidak ada.Tidak ada sofa tidak ada nak

  • VENDETTA   DI PHK

    “Maaf pak Yaka, Anda dipecat tak hormat atas perintah CEO,” saat esok paginya masuk kantor dengan wajah lusuh karena tak tidur, Yaka mendapat kejutan dari satpam. Bahkan bukan dipanggil ke HRD, atau setidaknya resepsionis, ini satpam yang langsung menghampiri saat dia turun dari mobil!Yaka sadar,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status