Home / Fantasi / VR Sky Impact / 16. Sarapan

Share

16. Sarapan

Author: WTP
last update publish date: 2025-10-11 09:34:28

"wihhh, enak banget dapat di deretan jalan utama, harganya berapa?", Hana bersemangat.

"harganya dua koin perak dan tiga koin tembaga per malam", jawab Fini.

"cuma lebih mahal tiga koin tembaga tapi bisa dapat di pinggir jalan utama", Hana kecewa.

"emangnya kalian dapat di penginapan mana?", Fini penasaran.

"kami di Nort Hotel di belakang pos keamanan gerbang utara, masih tidak terlalu jauh dari penginapan kita sebelumnya yang di sebelah zona malam. cuma cukup nyaman juga disana", jawab Eny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • VR Sky Impact   37. Hadiah labirin rank S

    Seluruh tubuh Naga Sisik Ferro langsung merasakan kaku karena tersengat listrik dan hampir bersamaan mulutnya juga terkena serangan, beberapa detik kemudian 'brukkk' tubuh dan lehernya lemas langsung jatuh ke lantai. Ia pun hancur menghilang menjadi banyak pixel kecil-kecil. Fini dan bayangannya terjatuh, Fini asli lemas lalu tergeletak dengan posisi tidur terlentang.'selamat anda naik level', keluar notifikasi sistem di mereka berempat. Sistem Fini naik tiga level, sistem Fani dan Hana naik satu level, sistem Enya naik dua level. "hah hah hah, akhirnya kita berhasil", ucap Fini dengan nafas yang tersengal-sengal malihat kearah langit-langit labirin tanpa memperdulikan notifikasi yang keluar disampingnya, bahkan langsung ia tutup dengan menggesernya ke arah kiri dengan tangan kanannya."kita berhasil!", ucap Fani, Hana dan Enya bersamaan berlari menuju Fini yang asli yang paling dekat dengan mereka dan mengabaikan notifikasi yang masuk pada akun mereka semua karena saking senangnya a

  • VR Sky Impact   36. Naga sisik ferro (bos labirin S)

    "roooaarrrgghhh!!!", suara amukan Naga Sisik Ferro memenuhi ruangan tempat mereka berempat berdiri yang terlihat sedikit pesimis dengan monster yang dihadapi."apa kita bisa menang lawan Naga Sisik Ferro yang segede gaban itu?", tanya Hana terasa ragu. "ayo kita coba dulu, kita nggak bisa mundur juga kan", Enya menyemangati Hana tanpa melihatnya dan mengarahkan telapak tangannya kearah naga yang menjadi lawan mereka. "tapi nyawa ki... ", Hana belum selesai dengan kalimatnya, Naga Sisik Ferro membuka mulutnya dan mengeluarkan semburan abu vulkanik dari segel berbentuk dua segitiga yang berputar berlawanan berwarna kuning. "perisai air setengah lingkaran", dengan cepat Fani melindungi yang lainnya di dalam perisainya. "untung saja cepat", ucap Fini lega. "itu kan salah segel skill tingkat tinggi yang bisa membunuh musuh secara perlahan", ucap Enya yang mengetahuinya tapi belum bisa ia kuasai karena skill dari buah skill miliknya belum terbuka untuk mempelajarinya. Abu vulkanik yang

  • VR Sky Impact   35. Labirin rank S (lima)

    Mereka berempat sedang berada di lantai 16 yang sangat melelahkan, di lantai-lantai sebelumnya mereka telah banyak melawan monster dengan tinggi tiga meter sampai lima meter dalam jumlah banyak sendirian maupun bersama-sama."kali ini anjing botak warna silver berkepala dua dengan tinggi lima meter", ucap Fini saat monster anjing baja tebal berkepala dua muncul dari dinding sebelah kiri mereka tanpa merusak dindingnya seperti keluar dari portal transparan."pemanah klasik inggris, peningkat serangan sendiri, panah tombak angin", Hana melepaskan satu panah biasa yang membesar menjadi tombak dan diselimuti elemen angin dengan akselesari sangat tinggi menuju kepala anjing sebelah kanan mereka."grrrrr", suara erangan marah dari kepala anjing sebelah kanan karena kepala anjing disebelahnya meledak jadi serpihan kecil karena serangan panah Hana dan HP nya berkurang 30%."wah mempan, berarti mungkin sekali lagi seranganmu untuk bisa mengalahkannya Ca", Enya terlihat senang dengan ekspektasi

  • VR Sky Impact   34. Labirin rank S (empat)

    Perjalanan mereka berempat berlanjut dengan bergantung menggunakan benang Fini dan panah tombak Hana pada pangkal dan ujungnya, posisi mereka bergelantungan yaitu Fini, Hana, Enya dan Fani. Sepuluh menit mereka bergelantungan menjelajahi labirin, tetapi belum terlihat monster satu pun yang berada dibawah. Itu membuat Fani menjadi penasaran kenapa daerah dibawah mereka kosong. Fani melepas tangan kanannya dan mengarahkannya ke arah bawah Fini, "bola api", Fani mengeluarkan bola api ke arah bawah menuju ke arah depan Fini yang masih fokus kedepan. Saat bola api Fani menyentuh lantai, tiba-tiba dengan cepat keluar sepuluh jarum besi besar dari dinding sebelah kanan menancap ke dinding sebelah kiri mereka. Suara yang ditimbulkan membuat yang lainnya melihat kebawah mereka untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka melihat ada lantai turun berbentuk persegi seperti yang di injak oleh Fini sebelumnya. Dibawah mereka ternyata masih ada jebakan. "wajar saja dibawah masih sepi, ternyata m

  • VR Sky Impact   33. Labirin rank S (tiga)

    Kurang lebih tiga puluh menit mereka memulihkan HP dengan skill water heal Fani, mereka telah siap untuk melanjutkan perjalanan di lantai dua labirin. Dengan mengabaikan item daging burung gagak, mereka melanjutkan dengan hampir bersamaan mengeluarkan ampul berwarna biru terang dari tas item mereka masing-masing kemudian mematahkan bagian ujungnya. Isi possion mereka keluar dan menguap memasuki tubuh yang membukanya berserta wadah ampulnya juga, memulihkan bar stamina mereka berempat menjadi penuh kembali. berbeda dari yang lain, Fani telah mematahkan dua ampul stamina karena membantu yang lainnya mengisi HP dengan water heal nya untuk menghemat penggunaan ampul possion HP mereka miliki. "oke, ayo kita lanjut lagi", ajak Fini. "ayo!", balas yang lainnya kompak. Mereka berempat berjalan terus masuk ke dalam mejelajahi labirin, perjalan mereka telah berlangsung selama lima belas menit dengan berjalan kaki tanpa ada halangan di depan mereka. "sudah lima belas menit kita berjalan tapi

  • VR Sky Impact   32. Labirin rank S (dua)

    Langkah pertama mereka menginjak lantai dua pada labirin yang mereka jelajahi, tiba-tiba muncul satu garis bercahaya berwarna merah pada tengah-tengah lantai dari tempat mereka berdiri sampai lurus kedepan tidak tahu kemana karena sangat awal bagi mereka baru saja masuk ke lantai dua labirin untuk mengetahui itu."apa aku mengaktifkan sesuatu disini?", tanya Fini bingung dan penasaran karena ia pertama sekali menyentuhkan kakinya ke lantai dua bersama yang lain yang hanya memiliki selisih satu detik saja.Cahaya berwarna merah itu perlahan menghilang, "kamu sih asal aja masuk", tuduh Hana bercanda."kan kita hanya selisih satu detik aja, bjir", ucap Fini mendengus kesal pada Hana."bercanda, bercanda", ucap Hana tersenyum.Tidak lama, muncul seratus lima puluh burung gagak hitam yang menyerang mereka secara bergantian dengan mematuk dengan paruhnya dan mencakar kuku kakinya. Satu kali serangan burung gagak ke mereka mengurangi 2 poin HP mereka."banyak sekali mereka, sangat sulit untu

  • VR Sky Impact   26. PVP (Enya vs Brown)

    Enya menghindarinya dengan melakukan kayang dan langsung melakukan tendangan menggunakan kedua kakinya untuk melontarkan dirinya ke belakang dari posisi kayangnya kembali ke posisi berdiri menghadap Brown, tetapi dihindari oleh Brown dengan melakukan lompatan ke belakangnya."boleh juga", ucap Brow

  • VR Sky Impact   25. Merampok & PVP

    "kita ke hotel kamu aja ya Nica", tawar Fini."oke hayo, kita makan buahnya disana saja", Hana menerimanya lalu pintu guild tertutup.Perjalanan mereka menuju Nort Hotel terlihat biasa saja, sampai akhirnya di seratus meter sebelum sampai ke hotel, terlihat ada empat orang pria menghalangi mereka.

  • VR Sky Impact   23. Semangat anak kecil & buah skill

    "hei Nica, lu bengongin apa sih pagi pagi begini?", ucap Fini mengagetkan Hana yang sedang melihat menghadap air mancur dan sekelilingnya. Hana yang sedikit kaget langsung membalikkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Fini, "sejak kami disini, kami dilihat terus oleh penduduk sini dan

  • VR Sky Impact   21. Permainan kedua (empat)

    Fini berhenti diantara Hana yang berada di depan Cumi Kraken dan Fani yang berada di dekat patung batu beruang buatan Enya, sedangkan Enya sendiri berada diseberang Fani yang masih fokus memanaskan air dengan bola api yang mereka keluarkan. Fini menggabungkan kedua gagang pedangnya dan mengalirkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status