LOGINMereka berempat mendekati meja resepsionis yang menyambutnya tadi, pria yang berdiri selurusan dengan pintu masuk tempat mereka berdiri, di antara dua wanita di sisinya yang sedang sibuk dengan transaksi dari anggota guild.
"Perkenalkan, nama saya Hate, ada yang bisa saya bantu?", sapa Hate dengan senyum ramah. "Itu, hmmm, kami mau menjual item yang kami dapatkan", jawab Fani sedikit ragu. "Apa kalian ada kartu member?", tanya Hate. "Belum ada", jawab Hana dan Fani bersamaan. "Baiklah, silakan isi formulir ini dulu ya. Boleh di isi di meja manapun, semua meja terdapat alat tulisnya", Hate memberi dua lembar formulir pendaftaran. "Terimakasih", Fani mengambil formulirnya lalu mereka menuju salah satu meja di sebelah kanan mereka dengan empat kursi yang tidak jauh dari stan Hate. "Hmmm nama tim kita apa ya?", Fani terlihat bingung sambil mengayunkan bulu angsa yang menjadi alat tulis disana ke depan dan ke belakang dengan jarinya. Enya membisikan ide ke hana untuk nama tim mereka, "boleh juga tuh ide kamu Enya", Hana langsung menuliskan ide Enya di kertas formulir di depannya. Fani meletakan bulu angsa ke salah satu botol tinta di tengah meja, memberikan kertas formulir ke Fini lalu membisikkan sesuatu ke Fini. "Kamu kan pintar gambar, gitu aja gimana?", ucap Fani setelah membisikan idenya ke Fini. "Oke oke", jawab Fini lalu mengambil bulu angsa tadi untuk mulai menulis ide Fani. Setelah selesai, Fini dan Hana berjalan kembali ke stan Hate untuk memberikan kembali formulir yang sudah mereka isi. Kertas formulir telah diambil kembali oleh Hate, "baiklah, saya cek lagi. Ini tim pertama, nama tim Black Summer dengan logo lingkaran dan empat segitiga sama kaki berwarna hitam yang mengelilingi lingkaran, ketua timnya adalah Nica dan satu anggota yaitu Enya. Selanjutnya tim kedua bernama gemini, dengan logo dua wanita yang sedang duduk bersandar saling membelakangi dengan lutut sedikit ditekuk, ketua timnya adalah Lala dan satu anggotanya yaitu Lili. Apa sudah benar semua?", Hate mengkonfirmasi data yang dia terima, di balas anggukkan oleh Hana dan Fini. "Baiklah, total biayanya empat koin perak", lanjut Hate. "Hahh?", Hana dan Fini sedikit terkejut. "Maaf, karena ini sudah aturannya kak", balas Hate ramah. "Kami kesini hanya membawa item saja, tanpa ada uang. Jadi gimana kami membayarnya?", Hana terlihat sedikit kesal. "Apa kalian datang dari gedung di pojok dermaga?", tanya Hate. "Ya, kami datang dari sana", ucap Fini dan Hana bersamaan. "Baiklah, karena kalian utusan dewi Sky untuk kota kami, akan saya bantu. Apa sekalian saya daftarkan juga ke guild petualang dari sini?", tawar Hate. "Boleh, terima kasih Hate", jawab Fini tersenyum sangat senang karena tidak perlu mengantri lagi di guild petualang. Wajah Hate sedikit memerah dan terpesona melihat senyum manis Fini dihadapannya. "Ehemm", Hana memecahkan suasana membuat Hate sedikit kaget dan Senyum Fini juga terhenti. "Silakan tunggu sebentar ya", ucap Hate, lalu meletakkan kertas yang diterimanya diatas meja yang lebih rendah karena meja resipsionisnya bertingkat. Tangan Hate berada diatas kertas formulir Hana dan Fini dengan jarak lima sentimeter, tidak lama keluar cahaya berwarna biru yang membuat Hana dan Fini tertarik melihatnya. "Scanning", ucap Hate, kedua kertas tersebut bercahaya biru. "Copy...., paste", lanjut Hate, muncul sebuah kertas baru yang berisi sama di sebelah kertas formulir Hana dan Fini itu. "Wahhh, bisa copas dengan sihir", Hana dan Fini Takjub. "Tidak, ini salah satu dari skill administrasi yang aku dapat dari buah skill", jelas Hate lalu dia meninggalkan mereka ke meja yang berada lima meter di belakangnya. "Oh iya skill itu tidak ada di daftar skill waktu utusan dewi Sky menjelaskan", Hana. "Iya, berarti masih ada skill yang belum kita tau di dunia ini", Fini. "Maaf menunggu, ini kartu member guild dagang kalian dan ini kartu member guild petualang kalian", Hate memberikan kartu member ke Fini dan Hana bertahap. Enya dan Fani berjalan mendekat. "Ini kami mulai dari ranking F ya di guild petualang?, tanya Hana. "Iya, untuk petualang yang baru datang atau baru mendaftar akan mulai dari ranking F, kami tidak bisa memberi ranking lebih tinggi atau ranking SS tertinggi. Ini sudah kesepakatan dari guild petualang di seluruh kota", jelas Hate. "Jauh juga ya dari F ke SS, ini baru lantai satu lho", ucap Enya. "Benar-benar panjang perjalanan kita ya", balas Fani. "Maaf, untuk biaya pendaftarannya boleh kami potong dari penjualan item kalian?", Hate memotong pembicaraan mereka berempat. "Aku kira tadi gratis karena kami utusan dewi Sky", celetuk Fani, ternyata dia menyimak pembicaraan mereka sebelumnya. Hate hanya membalas dengan senyuman penuh banyak arti. Mereka berempat mengeluarkan seluruh item mereka mulai dari kristal, senjata monster sampai tulang yang mereka dapatkan dari mengalahkan monster di kota Suci A sebelumnya. Hanya Fini yang meninggalkan satu senjata old king goblin dan kain berbulu dari serigala berbulu domba di kotak itemnya. Setelah selesai memberikan item ke Hate, mereka menunggu sebentar untuk prosesnya. "Ini uang dari penjualan seluruh item kalian, untuk biaya pendaftarannya sudah aku potong satu koin perak dan lima koin tembaga di setiap kantongnya. Setiap kantong sudah di beri nama", Hate memberi empat kantong berukuran dua genggaman tangan yang digabungkan kedua telapak tangannya dan bertuliskan nama akunnya kepada mereka. Mereka mengambil dan melihat isinya, terdapat penuh koin perak dan tembaga tapi tidak dengan Fini yang kantong miliknya lebih sedikit dari yang lainnya dan Fini tau alasannya. "Kak Hate, disini dimana ya tempat penginapan?", tanya Enya. "Oh iya benar juga, ini sudah malam dan kita butuh istirahat", Hana membenarkan. "Kalian mau jenis penginapan yang seperti apa?", tanya Hate untuk memastikan. "Yang paling murah ada?", tanya Enya. "Ada, untuk harga permalamnya sebanyak dua koin tembaga, tapi....", Hate belum selesai menjawab. "Boleh deh kami ambil itu", balas mereka kompak memotong ucapan Hate. "Hmmm, baiklah. Keluar dari sini kalian ke kanan, satu gedung dari sini ada jalan ke kiri, masuk jalan sana lalu lurus saja sampai bertemu perempatan. Gedung penginapannya di gedung pertama dari perempatan sebelah kiri", Hate menjelaskan dimana letak penginapan tersebut karena permintaan mereka. "Ayo kita kesana", ajak Fani dan mereka berjalan menuju pintu keluar masuk guild dagang meninggalkan Hate. "Terima kasih", ucap Fini tersenyum kemudian menutup pintu guild. "Belum dijelaskan dengan benar daerah apa itu penginapan, main ambil saja mereka, haahhh", Hate akhirnya menghela nafas. . . . To be continue... . Terima kasih para pembaca setia yang membaca cerita ini, semoga tidak membosankan ya 😊 mohon tinggalkan vote kalian untuk semangatku menulis chapter selanjutnya ya, kolom komentar silakan di coret-coret ya, untuk silent reader juga terima kasih telah mampir dan tertarik membaca cerita ini. Jumpa lagi di chapter selanjutnya ya 😇 (Publish Date : Sunday, September 28, 2025 at 09:40)Kurang lebih tiga puluh menit mereka memulihkan HP dengan skill water heal Fani, mereka telah siap untuk melanjutkan perjalanan di lantai dua labirin. Dengan mengabaikan item daging burung gagak, mereka melanjutkan dengan hampir bersamaan mengeluarkan ampul berwarna biru terang dari tas item mereka masing-masing kemudian mematahkan bagian ujungnya. Isi possion mereka keluar dan menguap memasuki tubuh yang membukanya berserta wadah ampulnya juga, memulihkan bar stamina mereka berempat menjadi penuh kembali. berbeda dari yang lain, Fani telah mematahkan dua ampul stamina karena membantu yang lainnya mengisi HP dengan water heal nya untuk menghemat penggunaan ampul possion HP mereka miliki. "oke, ayo kita lanjut lagi", ajak Fini. "ayo!", balas yang lainnya kompak. Mereka berempat berjalan terus masuk ke dalam mejelajahi labirin, perjalan mereka telah berlangsung selama lima belas menit dengan berjalan kaki tanpa ada halangan di depan mereka. "sudah lima belas menit kita berjalan tap
Langkah pertama mereka menginjak lantai dua pada labirin yang mereka jelajahi, tiba-tiba muncul satu garis bercahaya berwarna merah pada tengah-tengah lantai dari tempat mereka berdiri sampai lurus kedepan tidak tahu kemana karena sangat awal bagi mereka baru saja masuk ke lantai dua labirin untuk mengetahui itu."apa aku mengaktifkan sesuatu disini?", tanya Fini bingung dan penasaran karena ia pertama sekali menyentuhkan kakinya ke lantai dua bersama yang lain yang hanya memiliki selisih satu detik saja.Cahaya berwarna merah itu perlahan menghilang, "kamu sih asal aja masuk", tuduh Hana bercanda."kan kita hanya selisih satu detik aja, bjir", ucap Fini mendengus kesal pada Hana."bercanda, bercanda", ucap Hana tersenyum.Tidak lama, muncul seratus lima puluh burung gagak hitam yang menyerang mereka secara bergantian dengan mematuk dengan paruhnya dan mencakar kuku kakinya. Satu kali serangan burung gagak ke mereka mengurangi 2 poin HP mereka."banyak sekali mereka, sangat sulit untu
Flash back on Nita memberikan kedua kartu ke mereka di meja resipsionis, "ini kartu kalian, labirin ini sudah pernah di ekplorasi oleh ketua guild kita, jadi telah di modifikasi olehnya dan saat kita melawan bos labirin bisa bersamaan sampai tiga tim atau maksimal sepuluh orang. Tidak seperti labirin yang baru atau unknow yang belum mbak cherry jelajahi yang harus per tim saja yang bisa masuk untuk melawan bosnya", ucap Nita. "... dan satu lagi, pintu masuknya itu berada di dasar tebing batu berbentuk gua besar sebagai pintu masuknya", lanjut Nita. Flash back off "jadi ini ya pintu masuknya", ucap Fini saat mereka berempat telah sampai di sebuah gua besar di dasar tebing tidak jauh dari kota X yang telah hancur di event sebelumnya. Flash back on "labirin ini terdiri dari tujuh belas lantai kebawah sebelum bertemu bos labirin yaitu burung Fionix es yang bisa mengeluarkan berbagai skill elemen es, jadi berhati-hatilah", ucap Nita memberitahu. Flash back off "ayo kita mas
Hari ini adalah pagi yang cukup mendung, matahari sedang terhalang oleh awan yang tidak kunjung berpindah dari atas kota Dermaga I. Fani, Fini, Hana dan Enya sudah berada didepan pintu guild petualang untuk mengambil misi labirin untuk mencukupi satu koin putih lagi untuk mereka berempat naik ke lantai dua. Fini membuka pintu guild dengan mendorongnya, semua orang tiba-tiba melihat kearah mereka. "selamat datang, eh?,... kalian Gemini dan Black Summer kan?", sambut seorang perempuan dengan name tag di dadanya bernama Nita. Mereka berempat hanya membalasnya dengan anggukan kompak perlahan. "wah benar mereka orangnya", "jadi mereka yang peringkat satu dan dua melawan cumi kraken", "katanya mereka menang PVP melawan White Tiger kemarin, sampai ketua timnya mati dan anggotanya tidak punya apa-apa lagi bahkan senjatanya diambil", "jangan macam-macam untuk melakukan PVP sama mereka kalau kita tidak mau seperti White Tiger", ucapan beberapa orang di dalam gedung guild petualang. "baiklah,
Mereka kembali ke ruang virtual reality utama tanpa Brown ketua tim White Tiger karena kalah dalam PVP melawan Enya, yang menyerah kembali dalam keadaan pingsan di tempat mereka berdiri sebelum masuk. Semua senjata dan item mereka telah diambil oleh Fani dan kawan-kawan, termasuk koin putih khusus mereka yang sudah dari awal diambil oleh Enya saat mengalahkan Brown. "akhirnya selesai, ayo kita ke hotelmu Nica", ajak Fini mulai berjalan lebih dahulu menuju Nort Hotel. "iya iya", balas Hana berjalan mengikuti Fini diikuti oleh Fani dan Enya. "tapi ini sudah malam Li", ucap Fani mengingatkan adiknya. "sudah kita makan buah skill kita kembali kok kak", jawab Fini santai. "oke oke", Fani mengikuti apa yang adiknya lakukan. Sesampainya mereka di kamar hotel Hana dan Enya, suasana terasa sangat melelahkan setelah PVP melawan White Tiger. Hana dan Fini duduk diatas pinggir kasur Hana, Enya dan Fani duduk diatas pinggir kasur Enya. mereka berempat saling berhadapan. "bagaimana? kita mak
"masih saja kamu tidak mau keluar dari prisai ini?, baiklah, rasakan ini", Rolo mengeluarkan kapak keduanya kemudian mematahkan gagangnya menjadi dua dan menempel di samping gagang utamanya.Kedua gagang kapaknya digabungkan, Rolo mulai mengalirkan listrik ke kapaknya. Ia melompat cukup tinggi, "rasakan ini, bumerang thunder shock", Rolo melempar kapaknya dengan tangan kirinya membuat kapak tersebut berputar sangat cepat dan dipenuhi listrik menuju prisai air Fani.'tringgg, crittt crittt', Fini menahan putaran kapak Rolo dengan kudok listriknya."Li!", seru Fani kaget kalau adiknya yang menahan serangan itu."aku nggak apa-apa kok kak, te....", belum selesai Fini menjawab.'darrrr', karena gesekan besi dan listrik mereka terjadi ledakan yang membuat Fini terdorong sampai menabrak prisai air Fani dan Kapak Rolo kembali padanya.'blubb blubb', "kamu nggak apa-apa Li?", tanya Fani khawatir melihat tubuh Fini menjadi hitam semua dan HP nya berkurang menjadi 26%.Rolo melihat ke arah Gary







