LOGIN"Masih ada ya yang daftar", Fini heran melihat guild petualang masih ada antrian dari semalam sampai mereka datang di menjelang siang ini.
"Iya", jawab Fani melihat sekitar. Mereka berjalan memasuki gedung guild petualang, sangat ramai orang di dalam gedung, dari yang mendaftar sampai ada yang berdiri hanya sekedar bincang-bincang dengan teman atau tim lain. Fani melihat ada papan pengumuman besar terletak di dinging kanan ruangan dari pintu masuk, tertarik ingin melihatnya, Fani berjalan menuju papan tersebut. "Hei kak tunggu", ucap Fini melihat pergerakan kakaknya kemudian mengikutinya. "Selamat datang, perkenalkan saya Nina. Ada yang bisa saya bentu mengenai misi?", Nina yang berpakaian pelayan berwarna biru gelap dan rok pendek mekar warna senada, menawarkan diri untuk membantu. "Misi yang cocok untuk kami apa kak?", tanya Fani. "Disini ada banyak misi kak, mulai dari level F sampai yang paling tinggi level S, kalau boleh tau kakak ranking guild nya berapa?", Nina mengkonfirmasi. "Kami baru daftar semalam kak, masih ranking F", jawab Fini. Nina berjalan menuju sudut kiri papan, "untuk yang baru, ini kami ada ranking F dan E. Paling tinggi diperbolehkan untuk ambil level D, karena meminalisir resiko petualang kita", Nina menunjukkan papan yang di atasnya bertuliskan level F, E dan D ke Fani dan Fini. Tetapi Fini berjalan melihat sampai paling kanan papan, mengambil kertas dari kotak papan bertulisan unknow dan menunjukan ke Nina. "Apa kami bisa ambil misi ini?", tanya Fini ke Nina. "Sebenarnya misi unknow ini untuk minimal ranking D tapi karena belum ada yang ambil, saya coba ajukan", jawab Nina lalu berjalan masuk ke dalam ruang administrasi. "Misi apa sih Fin?", tanya Fani. "Ekplorasi labirin baru kak", jawab Fini enteng berjalan menuju satu-satunya stan kosong yang bertuliskan konfirmasi misi diatasnya. "Baiklah, misinya bisa di ambil, tetapi kalian hanya mengumpulkan informasi saja terkait labirin baru ini. Jika dalam bahaya, jangan memaksakan diri untuk menyelesaikannya. Segera pulang dan sampaikan informasi apa saja di dalamnya", jelas Nina, Fini dan Fani hanya mengangguk saja. "Kalian bisa keluar melalui gerbang utara, biasanya ada beberapa kereta kuda yang bisa ditumpangi, tanya ke arah kota J setelah sampai ada tanda huruf I di sebuah papan dengan sisi runcingnya masuk ke hutan, kalian bisa turun lalu membayar tiga koin tembaga per orang. Perjalanan tersebut kira-kira memekan waktu setengah hari, setelah turun masuk ke hutan nanti ada gerbang seperti gua batu, itu jalan masuk ke labirinnya. Boleh saya pinjam kartu member kalian?, untuk proses misinya", lanjut Nina. "Kenapa Nina bisa tau cukup jelas informasinya?", tanya Fani sambil memberikan kartu membernya. "Ini ada laporan dari salah satu prajurit kita yang tidak sengaja menemukan gerbang masuknya saja, dugaan sementara itu adalah labirin baru", jawab Nina sambil memproses kartu membernya. "ohh gitu", jawab Fani dan Fini kompak. "Untuk misinya sudah di masukkan ke daftar misi tim kalian, bawa item apapun yang ada di sana, baik kristal ataupun bagian monsternya untuk kita teliti lebih lanjut tapi kalian jangan memaksakan diri", ucap Nina memberikan kartu member kembali dan diambil oleh Fani. "Oke, kami mengerti", ucap Fani dan Fini kompak lalu balik kanan berjalan meninggalkan Nina menuju gerbang utara. - # - "Pak, kami stop disini", pinta Fini setelah melihat palang bertuliskan huruf I tertancap di sebelah kiri jalan yang mengarah ke sisi kiri hutan. Fani dan Fini memberikan uang ongkos mereka kepada kusir lalu turun dari kereta gerobak yang beratapkan tenda terpal, Fani yang turun terakhir heran kenapa melihat Fini tidak bergerak dari posisi dia turun. "Ada apa Fin?", tanya Fani penasaran. "Lihat kak, itu ada palang bentuk serupa tapi bertuliskan huruf J dan arahnya sama dengan palang kita", jawab Fini sambil menunjuk palang yang berada di seberang jalan mereka. "Berarti akan ada tim dari kota J yang kemungkinan akan kesini", jawab Fani berjalan menuju arah palang itu, diikuti oleh Fini. Kereta yang mereka tumpangi telah jauh meninggalkan mereka, perjalanan mereka juga telah tiga puluh menit berjalan. Akhirnya dihadapan mereka terlihat sebuah gua batu tanpa bukit berbatu disekitarnya, justru terletak ditengah hutan. "Sepertinya apa yang di katakan Nina tadi sudah ada di depan kita kak....", Fini belum selesai dengan kalimatnya, ada suara seseorang di belakang mereka. . . . To be continue ... . Terima kasih para pembaca setia yang membaca cerita ini, semoga tidak membosankan ya 😊 mohon tinggalkan vote kalian untuk semangatku menulis chapter selanjutnya ya, kolom komentar silakan di coret-coret ya, untuk silent reader juga terima kasih telah mampir dan tertarik membaca cerita ini. Jumpa lagi di chapter selanjutnya ya 😇 Semangat untuk jalani hari-hari kalian 😊 (Publish Date : Monday, September 29, 2025 at 10:35)Kurang lebih tiga puluh menit mereka memulihkan HP dengan skill water heal Fani, mereka telah siap untuk melanjutkan perjalanan di lantai dua labirin. Dengan mengabaikan item daging burung gagak, mereka melanjutkan dengan hampir bersamaan mengeluarkan ampul berwarna biru terang dari tas item mereka masing-masing kemudian mematahkan bagian ujungnya. Isi possion mereka keluar dan menguap memasuki tubuh yang membukanya berserta wadah ampulnya juga, memulihkan bar stamina mereka berempat menjadi penuh kembali. berbeda dari yang lain, Fani telah mematahkan dua ampul stamina karena membantu yang lainnya mengisi HP dengan water heal nya untuk menghemat penggunaan ampul possion HP mereka miliki. "oke, ayo kita lanjut lagi", ajak Fini. "ayo!", balas yang lainnya kompak. Mereka berempat berjalan terus masuk ke dalam mejelajahi labirin, perjalan mereka telah berlangsung selama lima belas menit dengan berjalan kaki tanpa ada halangan di depan mereka. "sudah lima belas menit kita berjalan tap
Langkah pertama mereka menginjak lantai dua pada labirin yang mereka jelajahi, tiba-tiba muncul satu garis bercahaya berwarna merah pada tengah-tengah lantai dari tempat mereka berdiri sampai lurus kedepan tidak tahu kemana karena sangat awal bagi mereka baru saja masuk ke lantai dua labirin untuk mengetahui itu."apa aku mengaktifkan sesuatu disini?", tanya Fini bingung dan penasaran karena ia pertama sekali menyentuhkan kakinya ke lantai dua bersama yang lain yang hanya memiliki selisih satu detik saja.Cahaya berwarna merah itu perlahan menghilang, "kamu sih asal aja masuk", tuduh Hana bercanda."kan kita hanya selisih satu detik aja, bjir", ucap Fini mendengus kesal pada Hana."bercanda, bercanda", ucap Hana tersenyum.Tidak lama, muncul seratus lima puluh burung gagak hitam yang menyerang mereka secara bergantian dengan mematuk dengan paruhnya dan mencakar kuku kakinya. Satu kali serangan burung gagak ke mereka mengurangi 2 poin HP mereka."banyak sekali mereka, sangat sulit untu
Flash back on Nita memberikan kedua kartu ke mereka di meja resipsionis, "ini kartu kalian, labirin ini sudah pernah di ekplorasi oleh ketua guild kita, jadi telah di modifikasi olehnya dan saat kita melawan bos labirin bisa bersamaan sampai tiga tim atau maksimal sepuluh orang. Tidak seperti labirin yang baru atau unknow yang belum mbak cherry jelajahi yang harus per tim saja yang bisa masuk untuk melawan bosnya", ucap Nita. "... dan satu lagi, pintu masuknya itu berada di dasar tebing batu berbentuk gua besar sebagai pintu masuknya", lanjut Nita. Flash back off "jadi ini ya pintu masuknya", ucap Fini saat mereka berempat telah sampai di sebuah gua besar di dasar tebing tidak jauh dari kota X yang telah hancur di event sebelumnya. Flash back on "labirin ini terdiri dari tujuh belas lantai kebawah sebelum bertemu bos labirin yaitu burung Fionix es yang bisa mengeluarkan berbagai skill elemen es, jadi berhati-hatilah", ucap Nita memberitahu. Flash back off "ayo kita mas
Hari ini adalah pagi yang cukup mendung, matahari sedang terhalang oleh awan yang tidak kunjung berpindah dari atas kota Dermaga I. Fani, Fini, Hana dan Enya sudah berada didepan pintu guild petualang untuk mengambil misi labirin untuk mencukupi satu koin putih lagi untuk mereka berempat naik ke lantai dua. Fini membuka pintu guild dengan mendorongnya, semua orang tiba-tiba melihat kearah mereka. "selamat datang, eh?,... kalian Gemini dan Black Summer kan?", sambut seorang perempuan dengan name tag di dadanya bernama Nita. Mereka berempat hanya membalasnya dengan anggukan kompak perlahan. "wah benar mereka orangnya", "jadi mereka yang peringkat satu dan dua melawan cumi kraken", "katanya mereka menang PVP melawan White Tiger kemarin, sampai ketua timnya mati dan anggotanya tidak punya apa-apa lagi bahkan senjatanya diambil", "jangan macam-macam untuk melakukan PVP sama mereka kalau kita tidak mau seperti White Tiger", ucapan beberapa orang di dalam gedung guild petualang. "baiklah,
Mereka kembali ke ruang virtual reality utama tanpa Brown ketua tim White Tiger karena kalah dalam PVP melawan Enya, yang menyerah kembali dalam keadaan pingsan di tempat mereka berdiri sebelum masuk. Semua senjata dan item mereka telah diambil oleh Fani dan kawan-kawan, termasuk koin putih khusus mereka yang sudah dari awal diambil oleh Enya saat mengalahkan Brown. "akhirnya selesai, ayo kita ke hotelmu Nica", ajak Fini mulai berjalan lebih dahulu menuju Nort Hotel. "iya iya", balas Hana berjalan mengikuti Fini diikuti oleh Fani dan Enya. "tapi ini sudah malam Li", ucap Fani mengingatkan adiknya. "sudah kita makan buah skill kita kembali kok kak", jawab Fini santai. "oke oke", Fani mengikuti apa yang adiknya lakukan. Sesampainya mereka di kamar hotel Hana dan Enya, suasana terasa sangat melelahkan setelah PVP melawan White Tiger. Hana dan Fini duduk diatas pinggir kasur Hana, Enya dan Fani duduk diatas pinggir kasur Enya. mereka berempat saling berhadapan. "bagaimana? kita mak
"masih saja kamu tidak mau keluar dari prisai ini?, baiklah, rasakan ini", Rolo mengeluarkan kapak keduanya kemudian mematahkan gagangnya menjadi dua dan menempel di samping gagang utamanya.Kedua gagang kapaknya digabungkan, Rolo mulai mengalirkan listrik ke kapaknya. Ia melompat cukup tinggi, "rasakan ini, bumerang thunder shock", Rolo melempar kapaknya dengan tangan kirinya membuat kapak tersebut berputar sangat cepat dan dipenuhi listrik menuju prisai air Fani.'tringgg, crittt crittt', Fini menahan putaran kapak Rolo dengan kudok listriknya."Li!", seru Fani kaget kalau adiknya yang menahan serangan itu."aku nggak apa-apa kok kak, te....", belum selesai Fini menjawab.'darrrr', karena gesekan besi dan listrik mereka terjadi ledakan yang membuat Fini terdorong sampai menabrak prisai air Fani dan Kapak Rolo kembali padanya.'blubb blubb', "kamu nggak apa-apa Li?", tanya Fani khawatir melihat tubuh Fini menjadi hitam semua dan HP nya berkurang menjadi 26%.Rolo melihat ke arah Gary







