LOGINMereka berempat sedang berada di lantai 16 yang sangat melelahkan, di lantai-lantai sebelumnya mereka telah banyak melawan monster dengan tinggi tiga meter sampai lima meter dalam jumlah banyak sendirian maupun bersama-sama."kali ini anjing botak warna silver berkepala dua dengan tinggi lima meter", ucap Fini saat monster anjing baja tebal berkepala dua muncul dari dinding sebelah kiri mereka tanpa merusak dindingnya seperti keluar dari portal transparan."pemanah klasik inggris, peningkat serangan sendiri, panah tombak angin", Hana melepaskan satu panah biasa yang membesar menjadi tombak dan diselimuti elemen angin dengan akselesari sangat tinggi menuju kepala anjing sebelah kanan mereka."grrrrr", suara erangan marah dari kepala anjing sebelah kanan karena kepala anjing disebelahnya meledak jadi serpihan kecil karena serangan panah Hana dan HP nya berkurang 30%."wah mempan, berarti mungkin sekali lagi seranganmu untuk bisa mengalahkannya Ca", Enya terlihat senang dengan ekspektasi
Perjalanan mereka berempat berlanjut dengan bergantung menggunakan benang Fini dan panah tombak Hana pada pangkal dan ujungnya, posisi mereka bergelantungan yaitu Fini, Hana, Enya dan Fani. Sepuluh menit mereka bergelantungan menjelajahi labirin, tetapi belum terlihat monster satu pun yang berada dibawah. Itu membuat Fani menjadi penasaran kenapa daerah dibawah mereka kosong. Fani melepas tangan kanannya dan mengarahkannya ke arah bawah Fini, "bola api", Fani mengeluarkan bola api ke arah bawah menuju ke arah depan Fini yang masih fokus kedepan. Saat bola api Fani menyentuh lantai, tiba-tiba dengan cepat keluar sepuluh jarum besi besar dari dinding sebelah kanan menancap ke dinding sebelah kiri mereka. Suara yang ditimbulkan membuat yang lainnya melihat kebawah mereka untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka melihat ada lantai turun berbentuk persegi seperti yang di injak oleh Fini sebelumnya. Dibawah mereka ternyata masih ada jebakan. "wajar saja dibawah masih sepi, ternyata m
Kurang lebih tiga puluh menit mereka memulihkan HP dengan skill water heal Fani, mereka telah siap untuk melanjutkan perjalanan di lantai dua labirin. Dengan mengabaikan item daging burung gagak, mereka melanjutkan dengan hampir bersamaan mengeluarkan ampul berwarna biru terang dari tas item mereka masing-masing kemudian mematahkan bagian ujungnya. Isi possion mereka keluar dan menguap memasuki tubuh yang membukanya berserta wadah ampulnya juga, memulihkan bar stamina mereka berempat menjadi penuh kembali. berbeda dari yang lain, Fani telah mematahkan dua ampul stamina karena membantu yang lainnya mengisi HP dengan water heal nya untuk menghemat penggunaan ampul possion HP mereka miliki. "oke, ayo kita lanjut lagi", ajak Fini. "ayo!", balas yang lainnya kompak. Mereka berempat berjalan terus masuk ke dalam mejelajahi labirin, perjalan mereka telah berlangsung selama lima belas menit dengan berjalan kaki tanpa ada halangan di depan mereka. "sudah lima belas menit kita berjalan tapi
Langkah pertama mereka menginjak lantai dua pada labirin yang mereka jelajahi, tiba-tiba muncul satu garis bercahaya berwarna merah pada tengah-tengah lantai dari tempat mereka berdiri sampai lurus kedepan tidak tahu kemana karena sangat awal bagi mereka baru saja masuk ke lantai dua labirin untuk mengetahui itu."apa aku mengaktifkan sesuatu disini?", tanya Fini bingung dan penasaran karena ia pertama sekali menyentuhkan kakinya ke lantai dua bersama yang lain yang hanya memiliki selisih satu detik saja.Cahaya berwarna merah itu perlahan menghilang, "kamu sih asal aja masuk", tuduh Hana bercanda."kan kita hanya selisih satu detik aja, bjir", ucap Fini mendengus kesal pada Hana."bercanda, bercanda", ucap Hana tersenyum.Tidak lama, muncul seratus lima puluh burung gagak hitam yang menyerang mereka secara bergantian dengan mematuk dengan paruhnya dan mencakar kuku kakinya. Satu kali serangan burung gagak ke mereka mengurangi 2 poin HP mereka."banyak sekali mereka, sangat sulit untu
Flash back on Nita memberikan kedua kartu ke mereka di meja resipsionis, "ini kartu kalian, labirin ini sudah pernah di ekplorasi oleh ketua guild kita, jadi telah di modifikasi olehnya dan saat kita melawan bos labirin bisa bersamaan sampai tiga tim atau maksimal sepuluh orang. Tidak seperti labirin yang baru atau unknow yang belum mbak cherry jelajahi yang harus per tim saja yang bisa masuk untuk melawan bosnya", ucap Nita. "... dan satu lagi, pintu masuknya itu berada di dasar tebing batu berbentuk gua besar sebagai pintu masuknya", lanjut Nita. Flash back off "jadi ini ya pintu masuknya", ucap Fini saat mereka berempat telah sampai di sebuah gua besar di dasar tebing tidak jauh dari kota X yang telah hancur di event sebelumnya. Flash back on "labirin ini terdiri dari tujuh belas lantai kebawah sebelum bertemu bos labirin yaitu burung Fionix es yang bisa mengeluarkan berbagai skill elemen es, jadi berhati-hatilah", ucap Nita memberitahu. Flash back off "ayo kita masuk", ajak
Hari ini adalah pagi yang cukup mendung, matahari sedang terhalang oleh awan yang tidak kunjung berpindah dari atas kota Dermaga I. Fani, Fini, Hana dan Enya sudah berada didepan pintu guild petualang untuk mengambil misi labirin untuk mencukupi satu koin putih lagi untuk mereka berempat naik ke lantai dua. Fini membuka pintu guild dengan mendorongnya, semua orang tiba-tiba melihat kearah mereka. "selamat datang, eh?,... kalian Gemini dan Black Summer kan?", sambut seorang perempuan dengan name tag di dadanya bernama Nita. Mereka berempat hanya membalasnya dengan anggukan kompak perlahan. "wah benar mereka orangnya", "jadi mereka yang peringkat satu dan dua melawan cumi kraken", "katanya mereka menang PVP melawan White Tiger beberapa hari lalu, sampai ketua timnya mati dan anggotanya tidak punya apa-apa lagi bahkan senjatanya diambil", "jangan macam-macam untuk melakukan PVP sama mereka kalau kita tidak mau seperti White Tiger", ucapan beberapa orang di dalam gedung guild petualang.
hai teman-teman, hari ini kita ekstra part sejenak ya hari ini. Terima kasih untuk yang sudah baca sampai chapter ini, kalian semua adalah yang terbaik!. Untuk informasi teman-teman yang suka membaca cerita ini sampai akhir chapter 11, berikut ada beberapa informasi karekter dua tim yang menjelajah
Saat sampai di depan pintu gerbang, mereka bingung karena tidak ada gagang pintu atau sejenisnya pada pintu di hadapan mereka. "Bagaimana kalau kita dorong bersamaan?", usul Minami. "Boleh dicoba, ayo", ajak Fini. Mereka mengambil posisi berurutan dari kiri, Nishi, Hokusei, Minami, Fani dan Fini.
Serangan kedua Minami tidak mengeluarkan debu karena telah dia susun sebelumnya, monster hanya bisa berteriak menerima serangan Minami. Setelah selesai, monster langsung tidak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah. "Dinding tanah", ucap Minami, keluar dinding tanah di tengah atas kepala monst
"Ayo kita lanjut lagi", ucap Hokusei yang mulai berdiri dari duduknya. Ini merupakan hari ketiga mereka menjelajahi labirin, perjalanan mereka dibawah tanah sudah mencapai lantai sembilan. Semuanya sangat waspada dikarenakan semakin turun kebawah, musuh yang mereka hadapi semakin kuat dan besar.







