Home / Fantasi / VR Sky Impact / 4. Daftar ke guild petualang (satu)

Share

4. Daftar ke guild petualang (satu)

Author: WTP
last update publish date: 2025-09-27 10:43:30

Fini memegang lalu memutar knop pintu di depan mereka dan mendorongnya ke depan, "Wahhhh indahnya", puji Fani dan Fini bersamaan saat pertama kali melihat keindahan pemandangan laut yang tersaji di depan mereka dari balik pintu dan matahari sore yang akan terbenam dibalik bukit berbatu di sebelah kanan mereka.

Fini dengan cepat berlari menuju tepi dermaga disusul oleh Fani yang larinya cukup lambat atau setengah dari kecepatan lari Fini. Mata mereka berbinar-binar melihat sekeliling karena belum pernah mereka melihat pemandangan laut sore hari sebelumnya.

"Ternyata kalian berdua pilih kota I juga ternyata", ucap seseorang dari belakang mereka.

Fani dan Fini berbalik, ternyata ada dua orang perempuan dan salah satunya mereka mengenalinya.

"Ehhh Hana, lama nggak ketemu", ucap Fini menghampiri dan langsung memeluk Hana dengan erat.

Hana melepas pelukan Fini, "Kayak udah bertahun-tahun aja kita nggak ketemu, kan kita sama-sama baru lulus sekolah yang sama", jawab Hana mencubit pipi Fini dengan gemas.

"He he he begitulah Fini", balas Fani tersenyum setengah aneh.

Fini dan Hana adalah teman dekat di sekolah, sudah seperti best friend. terkadang tingkah mereka berdua membuat Fani hanya bisa melongo melihatnya.

"Kamu masuk tim kami aja, kita bertiga", ajak Fini.

"Maaf, tapi aku udah sama dia", tolak Hana menunjuk perempuan yang memakai kostum beruang hitam dari kepala sampai kaki dengan hoodie telinga beruang, lingkaran dari perut sampai pundak berwarna putih dan hoodie telinga beruang dengan warna putih di telinga bagian dalam yang berada di belakangnya dengan jempol kirinya.

"Coba kita ketemu dari awal ya tadi, pasti kita bertiga", Fini kecewa.

"Kan kita bisa jadi partner tim nanti", Fani memberi semangat dengan menepuk perlahan pundak Fini dan melihat ke arah partner tim Hana. Dia hanya membalas dengan senyum.

"Btw nama akun kamu apa Han?", tanya Fani.

"Nica, kalau kalian?", ucap Hana.

"Aku Lala, teman lu ini Lili, kita panggil dengan nama akun aja ya", ajak Fani.

"Oke Lala, Lili", Fani dan Fini membalasnya dengan tersenyum.

"Itu partner tim kamu namanya siapa?", tanya Fini.

"Oh iya perkenalkan nama akunku Enya, aku berasal dari Brazil. Salam kenal Lala dan Lili, mohon kerjasamanya", ucap Enya.

"Salam kenal ya Enya", balas Fani dan Fini bersamaan.

"Ayo kita ke guild petualang untuk daftarkan tim kita", ajak Hana.

"Ayo!", seru Fani, Fini dan Enya bersamaan.

Mereka berempat berjalan meninggalkan dermaga menuju taman kota yang berada di tengah-tengah kota, matahari mulai tenggelam dan hari semakin gelap, lampu kota mulai menyala otomatis menerangi jalan utama kota. Banyak warga kota bersenang-senang di taman dengan banyak jajanan yang menyuguhkan mata dan para petualang yang baru datang yang menuju guild petualang yang berada di perempatan air mancur di seberang taman sebelah kanan jika dari dermaga dan belok sedikit ke kanan untuk memasuki pintunya, samping kanan dari gedung guild petualang adalah jalan lurus dari air mancur yang menyeberangi sungai menuju istana kerajaan tempat pemerintahan keluarga raja.

Kota dermaga I adalah kota yang memiliki laut dan sungai, jarak antara keduanya sejauh tiga kilometer. Di sekitar laut dan dermaga menjadi pusat perdagangan hasil laut maupun kegiatan lainnya yang menggunakan kapal atau perahu, sedangkan sungai menjadi tempat kebutuhan konsumsi air di kota yang selalu dirawat kualitasnya oleh pihak kerajaan.

"Hei teman-teman, kalian lihat nggak kalau sisi kiri dan kanan ini terlihat berbeda?, yang kanan terlihat rapih dan sebelah kiri terlihat kumuh, walaupun sama-sama rapat dengan rumah", Enya penasaran melihat perbedaan itu.

"Iya sih tapi kalau dari segi kepadatan memang sebelah kiri sepertinya lebih padat sih terlihat", balas Hana.

"Mungkin sebelah kanan itu perumahan elit kali ya", balas Fini.

"Sepertinya iya deh, ini lihat jalan selanjutnya di sebelah kanan makin mewah dan sebelah kiri kurang lebih sama dengan jalan pertama sebelah kanan", balas Fani yang sudah cukup jauh dari mereka bertiga.

Fini, Hana dan Enya menyusul Fani, "iya bener ya", jawab mereka bertiga.

Perjalanan mereka berempat terus berjalan sampai ke air mancur yang semakin terlihat dekat dihadapan mereka, setiap ada jalan di sisi kanan mereka terlihat semakin mewah tetapi sisi kiri mereka terlihat sama seperti jalan pertama sebelah kanan dan jalan kedua sebelah kiri.

Mereka berhenti tepat di simpang empat sebelah kanan air mancur, melihat kearah gedung guild petualang di depan kanan mereka.

"Ramai", ucap mereka kompak melihat antrian panjang sampai ke perempatan jalan dan belok ke jalan menuju istana sepanjang dua gedung.

"Jadi kita ikut antri nih?, ngebosenin banget", kepala Fini tertunduk lemas.

"Mau bagaimana lagi, kita harus terdaftar untuk mendapatkan misi", balas Enya.

Hana melihat sekitar mereka dan menemukan sesuatu di jalan di belakang mereka berdiri.

"Sepertinya di sana tidak ramai, kita kesana saja. Jual item dulu", saran Hana menunjuk gedung yang sama besarnya dengan gedung guild petualang dan terletak tiga gedung dari seberang jalan gedung guild petualang, sisi kiri air mancur dan sebelah kiri jalan dari air mancur yang bertuliskan guild dagang.

"Iya benar juga, jadi bisa di isi item lain dan kita bisa beli makanan untuk makan malam", Fini setuju, dengan semangat berjalan menuju gedung guild dagang.

"Soal semangat memang Fini sulit ditandingi", ucap Fani mengikuti Fini dari belakang dan disusul Hana dan Enya.

Kringggg, bunyi lonceng pintu kalau pintu di buka atau menutup akan berbunyi.

"Selamat datang di guild dagang", sambut seorang pria dari dalam gedung.

.

.

.

To be continue...

.

Terima kasih para pembaca setia yang membaca cerita ini, semoga tidak membosankan ya 😊

mohon tinggalkan vote kalian untuk semangatku menulis chapter selanjutnya ya, kolom komentar silakan di coret-coret ya, untuk silent reader juga terima kasih telah mampir dan tertarik membaca cerita ini. Jumpa lagi di chapter selanjutnya ya 😇

(Publish Date : Saturday, September 27, 2025 at 09:43)

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • VR Sky Impact   37. Hadiah labirin rank S

    Seluruh tubuh Naga Sisik Ferro langsung merasakan kaku karena tersengat listrik dan hampir bersamaan mulutnya juga terkena serangan, beberapa detik kemudian 'brukkk' tubuh dan lehernya lemas langsung jatuh ke lantai. Ia pun hancur menghilang menjadi banyak pixel kecil-kecil. Fini dan bayangannya terjatuh, Fini asli lemas lalu tergeletak dengan posisi tidur terlentang.'selamat anda naik level', keluar notifikasi sistem di mereka berempat. Sistem Fini naik tiga level, sistem Fani dan Hana naik satu level, sistem Enya naik dua level. "hah hah hah, akhirnya kita berhasil", ucap Fini dengan nafas yang tersengal-sengal malihat kearah langit-langit labirin tanpa memperdulikan notifikasi yang keluar disampingnya, bahkan langsung ia tutup dengan menggesernya ke arah kiri dengan tangan kanannya."kita berhasil!", ucap Fani, Hana dan Enya bersamaan berlari menuju Fini yang asli yang paling dekat dengan mereka dan mengabaikan notifikasi yang masuk pada akun mereka semua karena saking senangnya a

  • VR Sky Impact   36. Naga sisik ferro (bos labirin S)

    "roooaarrrgghhh!!!", suara amukan Naga Sisik Ferro memenuhi ruangan tempat mereka berempat berdiri yang terlihat sedikit pesimis dengan monster yang dihadapi."apa kita bisa menang lawan Naga Sisik Ferro yang segede gaban itu?", tanya Hana terasa ragu. "ayo kita coba dulu, kita nggak bisa mundur juga kan", Enya menyemangati Hana tanpa melihatnya dan mengarahkan telapak tangannya kearah naga yang menjadi lawan mereka. "tapi nyawa ki... ", Hana belum selesai dengan kalimatnya, Naga Sisik Ferro membuka mulutnya dan mengeluarkan semburan abu vulkanik dari segel berbentuk dua segitiga yang berputar berlawanan berwarna kuning. "perisai air setengah lingkaran", dengan cepat Fani melindungi yang lainnya di dalam perisainya. "untung saja cepat", ucap Fini lega. "itu kan salah segel skill tingkat tinggi yang bisa membunuh musuh secara perlahan", ucap Enya yang mengetahuinya tapi belum bisa ia kuasai karena skill dari buah skill miliknya belum terbuka untuk mempelajarinya. Abu vulkanik yang

  • VR Sky Impact   35. Labirin rank S (lima)

    Mereka berempat sedang berada di lantai 16 yang sangat melelahkan, di lantai-lantai sebelumnya mereka telah banyak melawan monster dengan tinggi tiga meter sampai lima meter dalam jumlah banyak sendirian maupun bersama-sama."kali ini anjing botak warna silver berkepala dua dengan tinggi lima meter", ucap Fini saat monster anjing baja tebal berkepala dua muncul dari dinding sebelah kiri mereka tanpa merusak dindingnya seperti keluar dari portal transparan."pemanah klasik inggris, peningkat serangan sendiri, panah tombak angin", Hana melepaskan satu panah biasa yang membesar menjadi tombak dan diselimuti elemen angin dengan akselesari sangat tinggi menuju kepala anjing sebelah kanan mereka."grrrrr", suara erangan marah dari kepala anjing sebelah kanan karena kepala anjing disebelahnya meledak jadi serpihan kecil karena serangan panah Hana dan HP nya berkurang 30%."wah mempan, berarti mungkin sekali lagi seranganmu untuk bisa mengalahkannya Ca", Enya terlihat senang dengan ekspektasi

  • VR Sky Impact   34. Labirin rank S (empat)

    Perjalanan mereka berempat berlanjut dengan bergantung menggunakan benang Fini dan panah tombak Hana pada pangkal dan ujungnya, posisi mereka bergelantungan yaitu Fini, Hana, Enya dan Fani. Sepuluh menit mereka bergelantungan menjelajahi labirin, tetapi belum terlihat monster satu pun yang berada dibawah. Itu membuat Fani menjadi penasaran kenapa daerah dibawah mereka kosong. Fani melepas tangan kanannya dan mengarahkannya ke arah bawah Fini, "bola api", Fani mengeluarkan bola api ke arah bawah menuju ke arah depan Fini yang masih fokus kedepan. Saat bola api Fani menyentuh lantai, tiba-tiba dengan cepat keluar sepuluh jarum besi besar dari dinding sebelah kanan menancap ke dinding sebelah kiri mereka. Suara yang ditimbulkan membuat yang lainnya melihat kebawah mereka untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka melihat ada lantai turun berbentuk persegi seperti yang di injak oleh Fini sebelumnya. Dibawah mereka ternyata masih ada jebakan. "wajar saja dibawah masih sepi, ternyata m

  • VR Sky Impact   33. Labirin rank S (tiga)

    Kurang lebih tiga puluh menit mereka memulihkan HP dengan skill water heal Fani, mereka telah siap untuk melanjutkan perjalanan di lantai dua labirin. Dengan mengabaikan item daging burung gagak, mereka melanjutkan dengan hampir bersamaan mengeluarkan ampul berwarna biru terang dari tas item mereka masing-masing kemudian mematahkan bagian ujungnya. Isi possion mereka keluar dan menguap memasuki tubuh yang membukanya berserta wadah ampulnya juga, memulihkan bar stamina mereka berempat menjadi penuh kembali. berbeda dari yang lain, Fani telah mematahkan dua ampul stamina karena membantu yang lainnya mengisi HP dengan water heal nya untuk menghemat penggunaan ampul possion HP mereka miliki. "oke, ayo kita lanjut lagi", ajak Fini. "ayo!", balas yang lainnya kompak. Mereka berempat berjalan terus masuk ke dalam mejelajahi labirin, perjalan mereka telah berlangsung selama lima belas menit dengan berjalan kaki tanpa ada halangan di depan mereka. "sudah lima belas menit kita berjalan tapi

  • VR Sky Impact   32. Labirin rank S (dua)

    Langkah pertama mereka menginjak lantai dua pada labirin yang mereka jelajahi, tiba-tiba muncul satu garis bercahaya berwarna merah pada tengah-tengah lantai dari tempat mereka berdiri sampai lurus kedepan tidak tahu kemana karena sangat awal bagi mereka baru saja masuk ke lantai dua labirin untuk mengetahui itu."apa aku mengaktifkan sesuatu disini?", tanya Fini bingung dan penasaran karena ia pertama sekali menyentuhkan kakinya ke lantai dua bersama yang lain yang hanya memiliki selisih satu detik saja.Cahaya berwarna merah itu perlahan menghilang, "kamu sih asal aja masuk", tuduh Hana bercanda."kan kita hanya selisih satu detik aja, bjir", ucap Fini mendengus kesal pada Hana."bercanda, bercanda", ucap Hana tersenyum.Tidak lama, muncul seratus lima puluh burung gagak hitam yang menyerang mereka secara bergantian dengan mematuk dengan paruhnya dan mencakar kuku kakinya. Satu kali serangan burung gagak ke mereka mengurangi 2 poin HP mereka."banyak sekali mereka, sangat sulit untu

  • VR Sky Impact   6. Eksplorasi labirin baru (satu)

    "Masih ada ya yang daftar", Fini heran melihat guild petualang masih ada antrian dari semalam sampai mereka datang di menjelang siang ini. "Iya", jawab Fani melihat sekitar. Mereka berjalan memasuki gedung guild petualang, sangat ramai orang di dalam gedung, dari yang mendaftar sampai ada yang

  • VR Sky Impact   5. Daftar ke guild petualang (dua)

    Mereka berempat mendekati meja resepsionis yang menyambutnya tadi, pria yang berdiri selurusan dengan pintu masuk tempat mereka berdiri, di antara dua wanita di sisinya yang sedang sibuk dengan transaksi dari anggota guild. "Perkenalkan, nama saya Hate, ada yang bisa saya bantu?", sapa Hate dengan

  • VR Sky Impact   3. Keadaan dunia nyata (satu)

    "Berita Internasional petang terkini, bersama saya Maria Putri. Berita utama datang dari permainan yang viral baru di rilis kemarin oleh pengembang PT. Sky Game, dilihat dari rekaman live streaming Eja Urap pada akun yutubnya Maraton terlihat kalau Eja Urap dan lima lainnya yang terekam berubah men

  • VR Sky Impact   2. Permainan pertama

    "Wahh dimana ini?", "dimana kita?", semua orang bertanya-tanya."Kak!", seru Fini menghampiri Fani."Kakak pakai nama asli nggak?", bisik Fini."Enggak, aku pakai nama akun Sky World kemarin kok", jawab Fani."Sama dong, syukurlah", Fini tersenyum tenang.Semua pemain memulai obrolan mereka masing-

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status