Share

Bermalam bersama

Author: Vellichor_Ann
last update Last Updated: 2025-10-23 21:00:48

Seperti yang dikatakan Lyra sebelumnya malam ini dia memutuskan untuk menginap di rumah Victor. Saat ini mereka sedang menonton acara televisi di ruang tengah. Lyra memangku semangkuk buah potong, sementara Victor asik memainkan rambut Lyra yang bersandar di pangkuannya.

Awalnya Victor memang hanya tertarik dengan Lyra yang aktif. Dia memiliki energi yang bisa membuat orang-orang di sekitar menaruh hati. Victor tak berniat sejauh itu untuk menjadikan Lyra istrinya. Dia hanya ingin be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Balikan sama mantan!

    Setelah berulang kali berpikir akhirnya Victor memang menerima tawaran agar dibebaskan. Rasanya lega, namun juga harga dirinya terasa hancur. Victor merasa Harry memang sedang mengolok-olok. Dia pasti merasa seperti pahlawan.Saat ini dirinya berada bersama Jihan di rumah wanita itu. Victor sudah kehilangan sebagian hartanya. Dengan baik hati Jihan justru menawarkan agar Victor menginap di tempatnya. Tanpa harus khawatir."Benar, kamu yang minta Lyra bebasin aku?" tanya Victor masih dengan tatapan kosong."Iya. Aku yakin kamu bisa berubah."Victor menggeleng seakan tak setuju. "Kalau kamu berharap balikan lagi sama aku, aku gak bisa.""Kenapa? Kamu masih suka sama Lyra? Kamu mau sama perempuan yang adik kamu suka? Satu lagi, kamu juga harus sadar sama keadaan kamu sekarang. Kamu udah gak punya apa-apa lagi, Lyra gak mungkin mau sama pria kayak kamu, dan cuma aku yang bisa terima kamu."Kalimat itu menampar dengan keras. Perusahaannya memang sudah hancur. Orang-orang hilang kepercayaan

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   bebas tahanan

    "Aku mau kamu bebasin Victor."Lyra dan orang-orang di sana terdengar terkejut dengan pernyataan Jihan. Tak terkecuali Victor yang menggeleng tak setuju. Padahal dia membawa Jihan ke sini agar Lura bisa meminta maaf, tapi wanita ini malah ingin Victor bebas? Sudah jelas pria itu yang mengacaukan semuanya."Aku gak bisa, mbak. Dia udah melakukan tindakan kriminal. Apa kamu juga gak takut sama dia?""Kalau kamu memang merasa bersalah sama aku, bebasin Victor. Aku masih mau balikan sama dia.""Aku gak setuju, Ra," ucap Harry menolak.Jihan mengangkat kedua bahunya acuh. "Terserah Lyra, kalau dia memang mau minta maaf. Kalau engga ya gapapa, dia juga yang hidup dengan nama pelakor.""Lyra bukan pelakor!" sahut Kinan tak terima.Lagi-lagi Jihan hanya memainkan bahunya. Ini kesempatan agar dia bisa kembali bersama Victor. Dalam hatinya ia masih mencintai pria itu. Tidak, Jihan tak membenci Lyra lagi. Hanya saja dia akan membuat Lyra mengikuti perintahnya kali ini."Udah cukup!" Lyra menatap

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   satu syarat

    Hari ini Lyra sudah diperbolehkan untuk pulang. Kepulangannya disambut dengan baik oleh orang-orang di rumah. Mulai dari asisten rumah tangga hingga para temannya. Domini bahkan meminta agar kamar Lyra diubah dengan suasana baru agar wanita itu senang.Meski belum bisa memaafkannya, Domini yakin Lyra masih menyayanginya. Mungkin ada hari nanti dimana Lyra akan kembali berbicara dengannya. Atau bisa juga memaafkannya."Silahkan masuk, non. Kamarnya sudah bibi bereskan.""Makasih, ya, Bi."Lyra masuk digandeng oleh Kinan, sementara di belakangnya Jonan membawa tas berisi baju kotor. Jika ada yang bertanya dimana Harry, Lyra juga bahkan tidak tau pria itu dimana.Sejujurnya Harry ingin Lyra tetap di rawat di rumah sakit sampai benar-benar sembuh, dengan pengawasan dokter. Tapi Lyra tak ingin berlama-lama di sana dan untungnya mendapat izin dokter. Semalam Harry masih menjaganya di ruangan, tapi pagi tadi ia tak melihatnya lagi."Mau langsung ke kamar apa gimana?" tanya Kinan."Di sini aj

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   sembuh dan permintaan

    "Victor udah datang, Ra. Lo mau gue panggil dia?" tanya Jonan yang masuk ke dalam kamar."Iya, tolong panggilin dia, ya.""Kalau gitu aku tunggu di luar aja sama Jonan," ucap Kinan bangkit berdiri. "Sekalian aku mau pulang dulu, ya. Nanti sore aku balik lagi."Lyra tersenyum simpul dan menggenggam tangan sahabatnya itu. "Makasih udah nemenin aku. Kamu pulang aja gapapa, Ki. Jangan ke sini lagi, kamu istirahat aja. Lagipula besok aku mau pulang aja.""Yaudah, kamu cepet sembuh ya. Besok kabarin aku kalau kamu udah pulang."Kinan melambaikan tangannya sambil berjalan keluar kamar. Selang beberapa saat masuklah Harry seorang diri dengan senyuman khasnya. Dia menghampiri Lyra dan berdiri tepat di samping.Di luar sana Domini menunggu seorang diri. Sebenarnya dia ingin masuk tapi tak mau membuat Lyra semakin membencinya. Harry bahkan sampai mengatakan jika ia menjamin Lyra tak akan mengusir Domini lagi tapi pria tua itu tak mau dan memilih menunggu. Kecuali wanita itu sendir yang mengataka

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Lebih baik

    "Ayo ke luar, ada yang ingin bertemu dengan kamu."Victor bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri seorang polisi yang membukakan pintu sel. Yap, dia harus bermalam di kantor polisi dan menunggu proses hukum. Jujur saja dia sangat kecewa pada adiknya karena orang yang membawanya ke sini adalah Harry dengan laporannya."Ayo cepat!"Sebelum ke luar kedua tangannya diborgol. Entah siapa yang ingin bertemu dengannya. Mungkin Lyra? Ya, mungkin wanita itu ingin membebaskannya dari sini. Apa pengacaranya yang datang?Begitu masuk ke ruang jenguk, ternyata tak ada Lyra, tak ada juga pengacara yang dia sewa. Yang duduk di sana justru Domini bersama Harry. Dua pria itu terlihat menatap tajam ke arahnya. "Waktunya hanya 15 menit, tolong jangan berisik juga." Polisi tersebut pergi ke belakang dan menunggu di dekat pintu, masih memperhatikan. "Ngapain Lo di sini? Masih belum puas?" tanya Victor berdecih begitu menatap wajah adiknya.Harry masih menahan amarah, tangannya terkepal erat di ba

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Rasa sakit

    "Lyra, gimana keadaan dia sekarang?" Domini menghampiri Harry yang sedang menunggu di depan ruang rawat bersama Jonan dan 2 orang yang mungkin penjaga. Sementara Kinan juga baru datang setelah mendapat kabar jika Lyra ditemukan dan berada di rumah sakit sekarang."Masih diperiksa di dalam, kita masih tunggu dokternya keluar.""Harry, apa benar ini ulah Victor?"Harry mengangguk pelan. "Betul. Dia sudah dibawa ke kantor polisi sekarang. Aku malah ga curiga sama dia, padahal seharusnya dari awal kita tau.""Sudah, yang penting Lyra sudah selamat. Setelah ini Kakek akan temui Victor dan memastikan dia mendapat ganjaran dari semua tindakannya."Di belakang sana Kinan menarik Jonan menjauh dan menuntut penjelasan. Dia bahkan tak tau jika Jonan dan Harry pergi mencari Lyra, tanpa memberitahunya. Padahal Kinan berharap dilibatkan juga dalam mencari temannya. Mereka pikir perempuan tidak bisa menjaga dirinya sendiri.Setelah menunggu beberapa saat pintu ruangan terbuka dan keluar lah dokter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status