LOGINLucianna tidak pernah menyangka, kalau kedua orang tuanya akan membuat sebuah keputusan yang membuat hatinya terluka. Bagaimana tidak, kekasih yang ia pacari selama dua tahun lamanya, lebih memilih menikahi kakak sepupunya. Dan meninggalkannya dengan rasa sakit yang begitu hebat. Sejak saat itu, Lucianna bertekad akan mendapatkan paman kekasihnya, bagaimanapun caranya. Demi membalaskan rasa sakit hatinya. Dia bersumpah akan menjadi bibi— dari mantan kekasihnya. Di sebuah acara gala dinner, Lucianna menggoda seorang pria yang diyakini olehnya sebagai paman dari mantan kekasihnya.Namun, sebuah fakta mengejutkan harus ia telan. Membuka sebuah rahasia yang tidak pernah Lucy bayangkan sebelumnya. Pria yang selama ini ia goda, merupakan sang penguasa, yang disegani oleh semua tokoh di kotanya. Saat Lucianna ingin mengakhiri sandiwara dan godaan terhadapnya. Sebuah lamaran mengikatnya untuk bersama sehidup semati. Akankah Lucianna menerimanya?
View MoreSaat itu Neil dan Lucy memadu kasih, Neil menuntunnya dengan sangat hati-hati. Ia tidak hanya memuaskan dirinya sendiri, tapi juga memuaskan sang istri. Dan setelah mencapai puncak kenikmatan, Lucy tertidur di sisi Neil di atas tempat tidur mereka.Neil mendengar bunyi pesan masuk ke ponsel miliknya. Ia bangkit dan menurunkan kedua kakinya ke lantai, membuka pesan itu. Pesan itu berasal dari Maria.[Izinkan aku masuk ke dalam hidup kalian dengan cara baik-baik, atau Lucy tahu dari orang lain? Neil, segera putuskan. Atau aku sendiri yang memberitahu Lucy, kalau aku ibu kandung Ethan. Cinta pertamamu.]Neil memijat keningnya. Ia bukanlah seorang mafia yang membunuh Maria, hanya untuk menyingkirkan wanita itu dari hidupnya. Meskipun ingin memutuskan hubungan, Neil masih memikirkan perasaan Ethan. Hanya karena menghargai putranya itu.Neil tidak membalas pesan itu, ia meletakan kembali ponselnya di nakas. Lalu membenamkan wajahnya. Setelah itu, ia pergi mandi. Neil langsung berganti pakai
“Kesempatan katamu?” ulang Neil. Ekspresinya seolah baru saja mendengar sebuah lelucon yang begitu luar biasa. “Aku sudah banyak memberimu kesempatan. Tapi, kesempatan yang aku beri, waktu yang kamu luangkan. Kamu habiskan untuk membunuhnya. Jangan lupakan itu.” Rahang Neil mengeras. Maria melihat Neil marah, tapi Maria tidak goyah. Ia meraih tangan Neil.“Sekali—” Neil sudah lebih dulu menghempaskan tangan Maria.“Eh, kamu jangan ganggu Lucy lagi. Jangan muncul lagi di hidup kami.”Ada kesedihan di mata Maria. “Semakin kamu melarangku, semakin aku bersemangat untuk melawanmu Neil. Izinkan aku terus berada di sisi Ethan, atau semua orang tahu kalau aku ibu kandungnya. Menurutmu, jika Lucy tahu—kamu pernah menjadi orang ketiga dalam pernikahanku. Sampai aku memiliki anak dari pria lain, saat statusku belum bercerai dengan suamiku. Menurutmu, apa dia masih menerimamu?”Mata Neil menajam. Amarahnya meledak-ledak sampai ke ubun-ubun, darahnya bergejolak. Maria tidak sembarangan bicara. I
Neil menarik napas dalam. Ia tahu, saat ini tidak ada gunanya berbohong lagi. Cepat atau lambat ini semua tidak dapat ia sembunyikan lagi."Lucy," kata Neil pelan. Tangannya mengeratkan genggaman pada tangan Ethan. "Maria, adalah... teman lamaku."Maria menatap Neil terpaku, hanya teman lama? Setelah semua yang mereka lalui bersama? Lucy menatap wajah Maria, lalu menatap Neil. "Teman lama?" ulang Lucy pelan, terkejut. “Kamu tidak pernah memberitahuku, kalau kamu dan Kak Maria berteman.”Neil menghampiri Lucy. Lalu memegang kedua bahu Lucy, berusaha menenangkan sang istri.”Itu karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Selain itu, jika aku bilang aku mengenalnya. Aku takut kamu tidak percaya, bagaimanapun kami sudah lama tidak komunikasi. Benar, begitu Maria?”Maria tidak langsung menjawab. Lalu mengangguk.“Ya— aku sangat terkejut, Lucy. Suamimu ternyata teman lamaku. Sebuah kebetulan.” Maria tersenyum.Lucy mengangguk. Namun, ia merasa ada yang tidak bisa dari ekspresi keduanya.
Maria membalasnya dengan tanda tanya. Lalu, kembali mengirimkan pesan.[Kamu juga di sini? OMG kenapa bisa kebetulan?][Aku sedang ada acara keluarga. Bagaimana denganmu?][Berlibur dengan seseorang. Bagaimana kalau kita bertemu, besok. Itupun jika kamu ada waktu.]Lucy yang membaca pesan itu, menyimpulkan kalau Maria pasti sedang berlibur dengan kekasih barunya. Ada rasa bahagia, karena akhirnya Maria membuka hati. Namun, Lucy yang tersenyum tidak langsung menanyakannya.[Baik. Kamu yang tentukan mau dimana.][Kamu sedang hamil, kan. Biar aku saja yang datang ke sana, bagaimana?][Oke. Maaf merepotkanmu.][Tentu saja tidak, baby. Sampai bertemu besok.]Setelah itu Lucy menggeletakkan ponselnya di atas meja. Lalu memesan layanan kamar, mereka pun makan malam bersama. Sedangkan di seberang sana, Neil bersama dengan keluarga Lucy. Mereka mengobrol, adapun Roselia merasa kesal karena Lucy tidak datang malam ini. Jadi, hadiah yang disiapkan untuk mempermalukannya sia-sia.“Sayang sekali L






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.