LOGINLucianna tidak pernah menyangka, kalau kedua orang tuanya akan membuat sebuah keputusan yang membuat hatinya terluka. Bagaimana tidak, kekasih yang ia pacari selama dua tahun lamanya, lebih memilih menikahi kakak sepupunya. Dan meninggalkannya dengan rasa sakit yang begitu hebat. Sejak saat itu, Lucianna bertekad akan mendapatkan paman kekasihnya, bagaimanapun caranya. Demi membalaskan rasa sakit hatinya. Dia bersumpah akan menjadi bibi— dari mantan kekasihnya. Di sebuah acara gala dinner, Lucianna menggoda seorang pria yang diyakini olehnya sebagai paman dari mantan kekasihnya.Namun, sebuah fakta mengejutkan harus ia telan. Membuka sebuah rahasia yang tidak pernah Lucy bayangkan sebelumnya. Pria yang selama ini ia goda, merupakan sang penguasa, yang disegani oleh semua tokoh di kotanya. Saat Lucianna ingin mengakhiri sandiwara dan godaan terhadapnya. Sebuah lamaran mengikatnya untuk bersama sehidup semati. Akankah Lucianna menerimanya?
View MoreNoah menatap mata Roselia.“Aku tidak akan mengkhianatimu.”Noah meraih tubuh Roselia, membawanya ke dalam dekapannya. Namun, Roselia tidak tahu ada maksud lain di mata Noah. Sejak awal, ia hanya menjadikan Roselia sebagai pijakannya untuk memperkuat posisinya.Mendiang orang tua Roselia di masa lalu, adalah pewaris perusahaan yang saat ini dikelola oleh Robin. Noah ingin mengambil semua itu, dan menjadikan dirinya sebagai Presdir. Mungkin saja Noah memiliki tujuan yang lebih besar dari itu.Namun, saat itu, ia benar-benar mencintai Lucy. Sementara Roselia hanyalah tempat dirinya singgah, saat Roselia menawarkan diri untuk menjadi selingkuhannya. Noah awalnya tidak menerimanya secara langsung. Namun, tawaran itu menggiurkan baginya.Ambisinya cukup besar. Karena ia tahu, ia hanyalah orang kedua setelah pamannya Andrew Valcour. Namun, dengan adanya dukungan dari keluarga Roselia, kekuasaan yang dimilikinya akan semakin kuat.Kini pengorbanan yang ia ambil demi ambisinya, sudah hampir b
Neil menghampiri putranya dan menghampiri putranya dan mengacak-acak rambutnya membuat Ethan menghembuskan udara.“Kamu selalu berpikir buruk pada ayahmu ini, Anak.”Ethan menyilangkan kedua tangannya dengan wajah cemberut. ”Karena kau selalu begitu Dad. Huh, melarangku bermain ke luar karena fisik aku lemah.”Neil dan Lucy tertegun mendengarnya. Mereka saling bertatapan. Ethan masih menyilangkan kedua tangannya, membuang muka.Lucy mengelus rambut Ethan.“Ayahmu hanya ingin melindungimu. Cara menyampaikan cinta orang tua berbeda-beda, Nak. Maka seperti itulah ayahmu mencintaimu. Bukan karena kamu lemah, tapi kamu sangat berharga bagi ayahmu.”Neil terkejut, ia menatap Lucy. Ethan yang mendengar itu menatap Neil. Dahinya yang semula mengerut, kini tidak lagi terlihat.“Dad, aku salah. Aku pikir Daddy tidak menginginkan aku waktu itu.”Neil bersimpuh mengelus rambut Ethan, lalu mencubit kedua pipinya. “Kamu terlalu berharga, dari semua yang aku miliki di dunia ini.”Mata Ethan berkabut
Malam itu Neil menenangkan istrinya. Ia tahu istrinya sangat tulus menyayangi putranya. Neil memejamkan mata, ia tidak tahu harus menyembunyikannya seberapa lama lagi? Haruskah ia mengakuinya lebih cepat?‘Aku harus mencari waktu yang tepat untuk memberitahu Lucy. Semakin lama menyembunyikannya semakin membuat dadaku sesak.’Waktu yang ia jalani, seperti bom waktu yang bisa kapan saja meledak. Namun, semakin Neil ingin mengungkapkannya semakin banyak hal ia cemaskan. Mengingat kalau saat ini Lucy sedang mengandung darah dagingnya.Ia harus menunda waktu, hingga Lucy melahirkan. Bagi Neil itu adalah waktu terbaik untuk memberitahu kebenaran dan masa lalunya.***Helen mendatangi kediaman Kathy. Jasmine mengerutkan dahi saat menyambut Helen.“Aku dengar Tante sakit. Aku datang menjenguknya.”“Mama ada di kamar,” jawab Jasmine singkat.Helen tersenyum, lalu pergi. Jasmine melihat kepergiannya, ia sama sekali tidak senang dengan keberadaan Helen. Ia selalu merasa kalau Helen memiliki nia
Maria menyesap rokoknya, asap memenuhi udara. Maria menatap Helen.“Tapi, bagaimana denganmu, Helen. Jika wanita tua itu tahu, kamu bersekongkol dan membantuku. Apa kamu tidak takut kehilangan kepercayaannya?”Helen tersenyum miring. “Tenang saja, aku sudah mengaturnya. Kita sama-sama memainkan peran kita. Lagi pula dia sudah tidak seperti dulu, sudah tua bukannya berhenti, tapi malah semakin mendominasi.”Maria menatap tajam Helen, kembali menyesap rokok di tangannya.“Apa kau yakin tidak memiliki motif lain, selain membantuku?”Maria mendekatkan wajahnya pada Maria.“Kamu takut aku mengkhianatimu, lalu mengambil Neil darimu? Aku tahu kamu tidak akan percaya Maria.”Maria masih menatap matanya lekat.“Kamu ... apa yang akan kamu dapatkan dari semua ini?” tanya Maria.“Aset,” jawab Helen. “Aku menginginkan saham Dravencourt. Meskipun aku bukan putrinya, tapi dia sudah menganggapku sebagai darah dagingnya. Aku menginginkan kekuasaan di Dravencourt dan mengambil kembali apa yang seharus






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.