LOGINin a place that is full of war and sadness, a girl named Layla tries hard to get back to her love after they broke, hopefully, she could find him safe
View More"Ini Mira, Dek. Kami baru saja menikah pagi tadi," ucapnya dengan mantap. Tak tersirat sedikit pun dari nada bicaranya dia merasa bersalah.
Aku bergeming.
"Dek?" panggilnya lagi karena melihatku hanya diam sembari tetap sibuk mengotak-atik ponsel. "Aku sedang bicara denganmu, Dek. Kamu enggak dengar?"
"Dengar, kok," sahutku santai. Melirik sekilas, lalu kembali sibuk dengan ponsel.
"Aku sudah menikah lagi, Dek." Dia mengulang kalimatnya dengan suara lebih tegas.
"Hm, terus?" Kini aku menatapnya tenang. Meletakkan ponsel di pangkuan, lalu bersedekap.
Bang Leon dan wanita bernama Mira itu saling menatap bingung. Aku hanya tertawa dalam hati.
Apa dia pikir aku akan menangis-nangis? Bersujud memintanya agar menceraikan wanita itu dan kembali padaku?
Halah, mimpi saja kamu, Bang!
"Kamu enggak marah, Dek?" tanyanya tak percaya.
"Kenapa aku harus marah? Baguslah kalau Abang sudah menikah lagi," ujarku cuek. Mengambil toples camilan di meja, lalu memakan keripik singkong yang ada di dalamnya.
Beban batin yang selama ini kurasakan sendirian dan kukubur dalam-dalam, kini tak lama lagi beban itu akan segera dirasakan oleh wanita lain. Kita lihat saja. Apa dia mampu bersabar dan menerima Bang Leon apa adanya sepertiku?
"Jadi, kamu sudah setuju dengan pernikahan keduaku ini?" tanyanya lagi dengan tatapan yang ... entahlah. Dia seperti terlihat kecewa.
Kenapa pula dia terlihat seperti tidak bahagia? Bukankah ini yang dia inginkan?
Dulu, Bang Leon sering sekali membahas tentang poligami. Aku hanya menanggapi dengan santai karena memang itu diperbolehkan.
Hanya saja, setiap kali dia bertanya apa aku mengizinkan jika dia juga melakukannya? Kujawab dengan tegas dan lantang 'silakan menikah lagi, tapi ceraikan aku dulu'.
Aku memang tak menentang, tapi bukan pula yang sanggup menerimanya. Kadar keikhlasan dan kesabaran yang dimiliki masih jauh di bawah rata-rata. Bisa-bisa aku gila jika membayangkan dia berbagi kehangatan dengan wanita lain.
"Bukannya sudah lama Abang tahu jawabanku? Aku enggak pernah melarang Bang Leon memiliki istri lebih dari dua. Tapi asal bukan aku istri pertamanya. Ceraikan aku dan nikmatilah hidup bersama istri baru." Aku menunjuk wanita berambut ikal cokelat itu dengan dagu. "Setelah itu, Abang bebas menikah lagi dengan wanita mana pun. Tentu Mira enggak akan keberatan, 'kan?"
Raut wajah wanita itu berubah seketika. Dia yang sedari tadi bersikap tenang dengan tangannya yang terus digenggam Bang Leon pun jadi terkejut. Dia spontan menoleh pada calon mantan suamiku itu dengan wajah cemberut.
"Kenapa? Apa kamu keberatan kalau Bang Leon menikah lagi nantinya?" sindirku dengan senyum tipis.
Wanita itu diam dan langsung melepaskan tautan jemarinya.
Cih, munafik! Berani mengganggu kehidupan rumah tangga orang lain, tapi sendirinya tidak sudi diperlakukan sama.
"Kita enggak perlu bahas itu sekarang, Dek. Kita ini sedang membahas aku, kamu dan Mira."
"Ya, terus? Maunya Abang apa?" tanyaku sembari kembali asyik menyantap camilan.
"Aku mau kamu menerima Mira sebagai adik madumu. Kita hidup damai bertiga di rumah ini, Dek."
"Enggak bisa," jawabku cuek. "Keputusanku akan tetap sama. Ceraikan aku atau selamanya wanita itu hanya akan berstatus istri sirimu," tegasku dengan tatapan dingin.
"Kamu tahu Mira, dengan statusmu yang hanya sebagai istri siri, kamu akan sangat merugi. Jika suatu saat kalian berpisah, kamu enggak bisa menuntut harta gono-gini karena status pernikahan kalian enggak diakui negara. Kamu juga bisa saja ditinggalkan seenaknya oleh Bang Leon, dan dia menikah lagi dengan wanita lain saat nafsu kembali menguasainya."
"Itu nggak mungkin terjadi!" bantah Bang Leon cepat. "Kamu jangan sembarangan bicara, Dek. Apa kamu pikir aku semudah itu terpaut hati pada setiap wanita yang ditemui?"
"Oh, jelas," sahutku tak kalah cepat. "Ini ... buktinya aja sudah ada," kataku santai sembari menunjuk Mira yang wajahnya ditekuk.
Bang Leon bungkam.
"Kenapa diam?" sindirku dengan senyuman miring.
"Aku enggak akan begitu, Dek. Ini pernikahan terakhirku. Aku janji akan setia pada kalian berdua," ujarnya dengan lembut.
Memuakkan!
Aku terkekeh pelan. "Apa janjimu masih bisa dipertanggung jawabkan, Bang? Janji suci pernikahan kita saja kamu ingkari," sindirku yang kembali membuat Bang Leon diam seribu bahasa.
"Hey, Mira! Status siri ini bukan hanya merugikanmu sendiri, tapi juga anakmu nanti. Di akta lahir, hanya akan tertulis nama ibu. Bisa, sih, nama ayahnya juga dicantumkan. Tapi prosesnya rumit termasuk harus ada tes DNA dan itu butuh banyak uang!"
Wanita berkulit sawo matang itu semakin menunduk dengan kedua tangannya saling meremas di pangkuan. Bang Leon hendak meraih jemari itu untuk menenangkan, tapi dia menolak.
"Dek, kumohon jangan menakuti Mira seperti itu."
Bagus, Bang. Bagus!
Bang Leon bahkan membela istri barunya dibandingkan aku yang sudah menemaninya sejak nol. Kini, saat ekonomi semakin membaik dengan seenaknya dia datang begitu saja membawa istri baru ke rumah ini.
"Siapa bilang aku menakuti? Itu fakta! Kalau enggak percaya, pakailah ponsel pintar kalian itu untuk mencari informasinya." Aku tersenyum mengejek.
Ponsel saja yang pintar, tapi pemiliknya tidak. Menyedihkan!
"Bujuk Bang Leon supaya menceraikanku jika ingin pernikahanmu legal secara hukum. Jangan harap aku sudi berbagi dan memberikan kalian izin menikah secara resmi. Enggak akan pernah!"
"Bang," rengek Mira dengan wajah memelas. "Apa yang dikatakan Mbak Lusi itu benar. Bang Leon juga udah janji mau nikahi aku secara resmi, 'kan? Pokoknya aku enggak mau kalau hanya menikah siri! Bang Leon harus memilih antara aku atau Mbak Lusi!"
Mamam, tuh, Bang! Pilih saja dia supaya wanita itu bisa merasakan derita yang selama ini kurasakan.
"Enggak!" tukas Bang Leon. "Aku enggak akan pernah menceraikan Lusi. Pun enggak akan melepasmu."
"Tapi, Bang—"
"Ssstt, diamlah," potong Bang Leon dengan menatap tajam Mira. "Biar aku yang bicara dengan Lusi. Kamu diam saja."
Mira mendengkus kesal, lalu bergeser menjauh dengan wajah cemberutnya.
"Aku janji akan berbuat adil, Dek. Terimalah dia sebagai adik madumu, ya. Izinkan aku menikahinya secara hukum negara juga," pintanya dengan tatapan memohon.
Sakit?
Tentu saja. Hati ini seperti diremas-remas mendengar dia berucap dengan begitu mudahnya tanpa memikirkan perasaanku. Nyeri, tapi sekuat mungkin aku bertahan. Kehilangan Bang Leon tidak akan membuat hidupku berakhir saat ini juga.
Aku berdiri, menatap angkuh keduanya sembari melipat kedua tangan di dada.
"Keputusanku enggak akan pernah berubah, Bang. Kita bercerai kalau Abang mau menikahinya secara resmi. Jangan jadi pria serakah!" tegasku tak ingin dibantah dengan sorot mata tajam.
"Dan kamu, Mira. Pikirkan baik-baik semua ucapanku tadi. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari! Aku juga wanita. Aku enggak mau kamu merasakan hal yang sama sepertiku. Pikirkan juga masa depan anakmu nanti," kataku dengan seulas senyum sinis, kemudian berlalu pergi tanpa menoleh lagi.
Aku melangkah cepat menuju lantai atas. Hati ini jelas sakit, tapi tak ada setitik pun air mata yang menetes. Semua itu sudah kering. Sudah habis ketika satu minggu yang lalu, aku menangis perih saat mengetahui fakta bahwa Bang Leon memiliki wanita idaman lain.
Ini bukan poligami yang benar. Ini perselingkuhan! Bahkan, mereka sudah menjalin hubungan diam-diam selama dua bulan sebelum akhirnya menikah siri.
Aku tak sengaja membaca chat mesra di ponsel Bang Leon dari kontak bernama Ari. Merasa ada yang tak beres, kuputuskan untuk menyadap, dan akhirnya mendapatkan bukti bahwa ternyata Ari itu wanita. Dialah Mira—teman sekantor Bang Leon.
Benar. Insting wanita itu memang kuat. Sudah lama aku curiga, tapi berusaha menepis itu dan tetap berpikir positif. Nyatanya, kepercayaan yang kuberikan itu sia-sia belaka.
Bukti chat bahwa mereka sering jalan bersama dengan alasan lembur membuat hati ini seketika membeku. Cinta yang ada di hati langsung lenyap begitu saja tak tersisa. Kekecewaan ini begitu besar hingga rasanya mati rasa.
Lihat saja, Bang! Kamu pikir aku akan hancur karena kehilanganmu? Tidak sama sekali!
🌸🌸🌸
how long is it gonna takes?- I don't know- come on man you have to know now- I don't know man, what the hell do I must do?- don't ask me, you are the only one who can activate that- oh God how I hate working with you- I'm sorry but it's the boss's orders- I start to hate this job...- come on, tell me how long it gonna take- a few hours- hours? I thought it can only take a few minutes- yeah, in your dreams... You must be confused, am I right? It's okay I'll tell you about everything, my name is Maria, my father did name me and I love it, I live On the other side city, After Jacob's heroic deed, max build his safe place and made it for everyone to live in it, This place grew into a big city and attracted a very large number of refugees, We are his third generation, and we are here to build a new society and a world free of violence. This is what we have learned, and this is what we strive to achieve... My other side II "beginning of the end" The leader invited me to attend
It's been four hours, I didn't fount anything that could make me track his location, but it's not a time to give upI entered a cave to protect myself from the heat of the sun. Then I lay on the ground, remembering what Jacob told me that day, specifically when he said he will do anything to protect me, that made me so happy, but what does he mean when he said I'll protect you? Protect from what exactly? Oh my god if It's true, then they went to the vanished place...I went as fast as I can to the vanished place hopefully finding Jacob and the others, The journey took about half a day to reach the stronghold of this man, and I noticed that there were several signs for Jacob and his comrades passing through, and this made me very nervous, and after miles, There some noise can be heard, some noise like bombs... I started running towards the source of the sound to find Jacob there fighting fiercely alone, I quickly entered to help
It takes us a few miles following the trucks, to get to a building, It was at the top of a hill surrounded by trees on its sides, there are many guards outside in the event of any intrusion, I've tried to create a plan but I can't, I don't know what's inside until Jacob talked,- we might find max inside- I'm not sure about that, he probably dead- but we did see some people drive out of that city- I don't know, I can't stop thinking about his death- trust your heart, he will tell you the truth- but, what if he's already dead- we still don't know, but better to know soonHe's right, we can't achieve anything by sitting and watching behind, we should do something... Someone behind us shouted, "Who are you?" We turned around quickly and what a surprise, max was behind me... I jumped on him incubating him hardly, I have never felt such joy in my life, I did the impossible to reach the one I love- what are you doing here?
- we can't stay here for long Layla, we need to get out from here- I agree but how?- I don't know, we need a planIt's the fourth month in this sanctuary, the army treating us as slaves, nothing news from the government, and it seems like the whole world has left is, we don't know what's going on outside, it's time to build a group to survive this war- so, do you have any plans?- yes, our group got only two persons, but we need more than that to get out- what's in your mind?- this paper will show you all the information that we needWhat I did wrote in that paper was names that we probably gonna need to make this plan works, first of all, we have adam, and I guess he's the strongest one in here, I guess he's stronger than max himself, second, we have luna, the smartest girl ever, and the last one his name is in law, he knows every single place in this city, these peoples must help us to get out safely from here, I already got






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.