LOGIN我男朋友是警察。 我被歹徒威脅的時候,身上的炸彈只剩下十分鐘就爆炸了。 歹徒讓我打電話給他,卻迎來劈頭蓋臉的一頓辱罵:「方舒,你有完沒完?爲了爭風吃醋竟然還拿生命開玩笑?你知不知道倩倩的貓已經困在樹上三天了,倩倩愛那個貓如命!」 「耽誤了我救人,你就是殺人犯!」 聽筒中,女生嬌滴滴的聲音傳來:「謝謝哥哥,哥哥你好棒。」 而那個女生,正是我男友的青梅竹馬。 炸彈即將爆炸之際,我給男友發去簡訊:「永別了,最好來世也不相見。」
View MoreSuasana dingin malam ini, seolah tak terasa saat kedua insan saling menukar kehangatan di tengah kegiatan malam.
Dania Regita, seorang wanita berusia dua puluh delapan tahun merasa bahagia karena menikah dengan seorang pria yang menjadi kekasihnya semenjak mereka masih berkuliah. Ya, Dania dan Hadi Prayoga memutuskan untuk menikah walaupun mereka masih duduk di bangku kuliah. Pernikahan yang penuh cinta itu kini telah berjalan tujuh tahun. Namun, diantara keduanya masih belum dikarunia anak. Dania yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak, lebih sering menghabiskan waktunya di rumah sakit. Tapi, meski begitu wanita yang memiliki rambut sebahu dengan kulit putih bersih itu tetap berusaha menjadi istri yang baik bagi suaminya. Selain cantik, Dania juga memiliki hati yang baik. Ia tidak pernah berburuk sangka kepada siapapun, jika tidak ada bukti yang akurat. Dania juga merasa bersyukur, di tujuh tahun pernikahan mereka, ia dan Hadi masih sama-sama saling mencintai meski belum ada buah hati di antara mereka. Seperti malam ini, Dania sedang menjalankan kodratnya sebagai seorang istri. Ia melayani Hadi dengan sepenuh hati, meski tubuhnya merasa lelah karena seharian bekerja di rumah sakit. “Ck … kenapa kamu gitu-gitu aja?” celetuk Hadi di tengah-tengah kegiatan mereka. Pria itu melepaskan penyatuan dan bangkit dari atas tubuh sang istri meski belum mencapai klimaks. “Maksudnya gimana, Mas?” Dania menatap wajah Hadi yang terlihat kesal. “Berhubungan sama kamu tuh monoton banget, gak kayak sama ….” Hadi menghentikan ucapannya, kedua bibir pria itu seketika mengatup. Sementara Dania yang masih berada di atas ranjang, bangkit dengan perlahan. Wanita itu menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut tebal. “Kayak sama siapa, Mas?” Dania menatap ke arah suaminya yang kini tengah berpakaian. “Lupakan saja!” balas Hadi singkat. Setelah itu, ia berjalan ke arah balkon kamar sambil membawa sebatang rokok beserta korek. “Apa maksudnya?” gumam Dania, wanita itu terdiam dengan pikiran yang mulai diserang banyak pertanyaan. Apa maksud dari ucapan Hadi barusan? Dania terus kepikiran hal itu, sementara Hadi dengan santainya menghisap sebatang rokok di balkon kamar. Raut wajah pria itu seolah tanpa dosa, sedangkan Dania terdiam dengan beribu pertanyaan. Ia menatap curiga ke arah suaminya, namun wanita yang selalu bersikap lemah lembut itu tak lagi melempar pertanyaan. Dania merasa bersalah, karena malam ini ia tidak bisa memuaskan suaminya. Mungkin Hadi berbicara seperti itu, karena ia tidak mencapai kenikmatan. Dania mengakui kalau malam ini ia kurang bergairah, mungkin karena tubuhnya yang terasa lelah sehingga membuatnya terlihat pasrah. *** Keesokan paginya, seperti biasa Dania selalu bangun saat adzan subuh berkumandang. Ia menyiapkan pakaian untuk sang suami walaupun sebenarnya ia sendiri sangat sibuk. Namun, ia tetap ingin menjadi istri terbaik untuk suaminya. Walaupun Hadi hanya akan berangkat ke tempat usaha mereka, Dania tetap menyiapkan pakaian yang rapi untuk suaminya. Setelah menikah, Dania dan Hadi membangun sebuah usaha, yaitu toko oleh-oleh khas Surabaya, sesuai tempat tinggal mereka saat ini. Dania yang subik di rumah sakit, mempercayai Hadi untuk memegang usaha mereka. Ia tidak pernah tahu soal toko tersebut, karena Dania juga tak ingin mencampuri pekerjaan suaminya. “Sarapan dulu yuk, Mas!” ajaknya dengan bibir tersenyum. Ia ingin memberikan senyuman semanis mungkin untuk suaminya. Karena semalam Hadi merasa tidak puas disaat mereka berhubungan, mungkin dengan senyum manis pada wajahnya, bisa mengurangi rasa kecewa yang suaminya dapatkan semalam. “Iya, hari ini kamu pulang jam berapa?” tanya pria itu seraya duduk di kursi yang menghadap langsung pada meja makan. Di sana sudah tersedia berbagai hidangan, bukan Dania yang masak, melainkan mbok Darmi. Wanita berusia lima puluh tahun yang sudah bekerja di rumah itu semenjak Dania dan Hardi memutuskan untuk tinggal bersama. Awalnya, mbok Darmi bekerja di rumah orang tua Dania, karena anak majikannya pindah rumah, wanita yang tak lagi muda itu diutus oleh kedua orang tua Dania untuk bekerja di sana. Oleh karena itu, Dania juga cukup dekat dengan mbok Darmi. “Aku pulang sekitar jam lima sore, Mas,” Dania menjawab pertanyaan suaminya. “Oh, ya sudah,” balas Hadi singkat. Entah kenapa, pagi ini pria itu berbicara singkat, apa mungkin karena efek semalam ia tak mendapatkan kepuasan dari sang istri. “Kalau kamu, pulang seperti biasa ‘kan, Mas?” Dania menatap ke arah wajah tampan suaminya. Hadi memang memiliki wajah tampan, kulitnya putih bersih, tubuhnya tinggi dan berisi. Sangat perfek di mata Dania. Hal tersebut pula yang membuat Dania selalu jatuh cinta kepada suaminya. “Kurang tahu. Soalnya kerjaan di toko juga lumayan banyak. Hari ini ada beberapa barang yang datang. Emmm … aku pake uang kamu dulu ya,” tutur Hadi. “Buat apa, Mas?” Dania mengerutkan keningnya. Mereka memang memiliki satu rekening yang berisi tabungan bersama. Namun, di dalam rekening itu lebih banyak uang milik Dania, karena wanita itu sering memasukkan uang gajinya ke sana. “Untuk bayar beberapa barang. Kemarin ada yang ngambil barang dari toko, tapi belum dibayar. Nanti kalau udah dibayar, aku ganti,” tutur pria itu dengan wajah meyakinkan. “Ya udah, pake aja, Mas. Itu juga ‘kan uang kita bersama.” Dania lagi-lagi tersenyum manis. “Oke, makasih ya.” “Gak usah makasih juga, Mas. Tapi emmm … gimana kalau nanti sore kita ….” Tak lama kemudian ponsel Hadi berdering menandakan ada panggilan masuk. Pria itu segera membuka ponselnya, namun sedikit menjauhkan benda tersebut dari Dania. “Sebentar, aku angkat telpon dulu!” Hadi bangkit dari duduknya, pria itu berjalan ke belakang sambil menempelkan benda canggih tersebut pada telinganya. Dania memperhatikan punggung suaminya yang semakin menjauh. “Sejak kapan Mas Hadi nerima telpon sampe menjauh begini?” gumam Dania yang hanya terdengar oleh mbok Darmi yang sedang menuangkan air minum ke dalam gelas di atas meja makan. “Coba Non ikuti kalau penasaran,” celetuk mbok Darmi yang mendengar ucapan majikannya tadi. “Ah, nggak, Mbok. Paling itu telepon dari rekan Mas Hadi atau dari pelanggan toko.” Dania membalas dengan wajah yang berusaha tetap terlihat tenang.看了半天,章程拿起手機起身,還是去了廁所。我鬆了口氣,只要讓章程發現真相,我就可以脫離了吧。婚紗店的廁所不分男女,因此誰都可以進去。只聽吳倩得意地大聲說:「我本想讓王野炸死方舒消消氣就得了,誰知道方舒是個沒本事的,章程根本就不愛她,他最愛的人還是我,所以王野最後就只能又把我綁去了。」「枉我當初還描述得多真,可惜了。」章程聽完轉身回了婚紗店的大廳。而我驚訝地發現,我竟然不能繼續跟著章程了,反而是留在了吳倩身邊。視角陡然轉換。吳倩和幾個人回到大廳時,章程正在看婚紗。看見她出來,章程竟然笑了:「親愛的,剛才你穿這件很美,要不我們就定這件吧。」吳倩有些意外,隨即露出一個甜蜜的笑。
一年後,章程準備和吳倩的婚禮事宜。準確來說,是吳倩一個人興致沖沖地忙碌。而章程則把自己完全丟在了警局的案子裡,沒日沒夜地忙著。王楚看到他這個狀態都有些害怕了,想勸章程歇歇。可章程卻始終搖了搖頭,繼續看屍體,每天泡在法醫室。我這一年依舊跟在他身後,看著章程白天裝得像個沒事人一樣,晚上卻抱著我的照片痛哭。一遍遍地說愛我,然後道歉。可我看著卻沒什麼反應,對他我甚至連恨都沒有了。我只想離開他。可我用遍了方法,卻始終做不到。有一股神祕的力量始終將我困在他的身邊。而我也漸漸絕望,也許我和章程註定有段孽緣,等他死後我才能解脫。王楚忍不住向警局局長報告了章程現在的情況,局長下令強制讓章
而章程眼神麻木,就像是沒看見似的。竟然想活活打死他。還是吳倩尖叫了一聲:「章程,炸彈就剩下五分鐘了,先來救我!」章程這才反應過來,過去拆吳倩身上的炸彈。而王野坐了起來,捏著遙控器,臉上扯出一個帶血的笑。「咱們一起下地獄吧。」就在這千鈞一髮之際,門外衝進來的警察把王野擊斃。另外幾個人衝上來幫忙拆下吳倩身上的炸彈。炸彈拆下來的一瞬間,倒數計時還沒有停止,而吳倩脫身的一刻就朝著倉庫外飛奔,生怕自己被炸死。王楚拉著章程:「章哥,咱們快走,炸彈還有三分鐘就要炸了。」大部分人都開始迅速往外撤離,而章程站在原地愣愣地看著炸彈沒動。王楚咬咬牙,拉著章程硬是將他拽出了倉庫。下一秒,倉庫裡
就在這時,章程的電話再次響起。他遊魂似的接起電話:「喂?」只聽電話裡爆出一聲尖細的女聲尖叫:「章程哥哥,救我!有人把我綁架了!」「綁匪要你現在過來,你快來救我,我身上有炸彈!」這聲音,來自吳倩。章程一愣,連忙走出法醫室:「來幾個人,跟我去救人,王野出現了!」吳倩聽見章程的安排,連連拒絕:「不不不,哥哥你自己來,綁匪說要是你帶人來,就會立刻炸死我,我害怕。」章程隻身上了車,開向吳倩說的那個地址。而警察也在後面遠遠地跟著,防止出現什麼意外。我坐在章程的車上,他臉上沒什麼表情。或者說他心裡現在已經變成了一潭死水,根本反應不過來現在發生了什麼事,只是按照自己警察的職責機械地行事。
王楚拿著地址,立刻和章程過去。地址是一片城中村,看見這裡的時候,我渾身竟然不自覺地開始發抖。最開始我就是被王野綁到這裡來,進行了非人的折磨。他讓我說出章程的下落,因為我死不開口。最後他才把我綁上炸彈,帶到郊區的廢棄倉庫。王楚來到一間房子前,確認沒人後踹開了房門。我進了那間屋子,王野把曾經在這棟房子裡虐待過我的證據通通丟了,此刻一點端倪都看不出來。王楚在房子裡轉了一圈。我終於在一個櫃子的角落發現了一顆扣子,那是我衣服上的扣子。只要章程發現,就可以確認兇手。我拼命地動作,試圖引起這兩人的注意。可始終都是徒勞,他們還是沒有看見,最後走出了屋子。出來後,王楚對章程說:「沒看到製
很快,屍檢結果出來了。「死者年齡在二十六歲左右,綁匪似乎很恨她,對她生前進行了大量虐待,最後被炸死。」「最重要的是,死者曾懷有兩個月的身孕。」這話一出,所有人都沉默了下來。虐待,炸死,一屍兩命。每一個詞放在一起都是如此觸目驚心。我聽著章程的話一愣,不可置信地看著我的肚子。我竟然懷孕了?這孩子還那麼小,甚至我還不知道他的存在,他就被迫離開了這個世界。我的眼淚一滴滴地往下流。而章程只是嘆了口氣。「也是可憐人,希望你們抓緊時間,儘快把案子破了,也算是還死者一個公道,我手頭的案子空了,剛好可以跟你們這個。」我看著章程,冷笑了一聲。如果他知道死者是我的話,他還會這麼說嗎?驗完
我的身體支離破碎地癱在地上。已經完全看不出是我的模樣。而我的靈魂就在正上空飄著,看著我的身體。我並沒有感到難過,死亡對目前的我來說是一種解脫。我也不知道飄了多久,直到章程來了。他跟在一眾警察身後,負責拍照記錄,同時跟周圍的人溝通。其中一個警察說:「現場發現了一些火藥,可能是有人自製了炸彈,但是死者身分暫時不明。」章程皺著眉頭,看向我的身體。我的心竟然有些微微地提了起來,竟然冒出點奇怪的渴望。如果章程知道是我的話,他會感到後悔嗎?我眼睛一瞬不瞬地看著章程,想要從他的眼底看到一絲熟悉的意味。可章程起身,臉上沒什麼表情:「看起來是個女性,身上穿的衣服碎片看起來很時尚,可以查一下
我男朋友是法醫我被歹徒威脅的時候,身上的炸彈只剩下十分鐘就要爆炸了。歹徒讓我打電話給他,卻迎來劈頭蓋臉的一頓辱罵:「方舒,你有完沒完?為了爭風吃醋竟然還拿生命開玩笑?你知不知道倩倩的貓已經困在樹上三天了,倩倩愛那隻貓如命!」「耽誤了我救牠,你就是殺人犯!」聽筒中,女生嬌滴滴的聲音傳來:「謝謝哥哥,哥哥你好棒。」而那個女生,正是我男友的青梅竹馬。炸彈即將爆炸之際,我給男友發去簡訊:「永別了,最好來世也不相見。」……我男友章程是法醫,而我被他曾經送進去的犯人綁架了。他們在我身上綁了炸彈。歹徒惡狠狠地瞪著我:「你就是章程女朋友?趕緊叫章程滾過來。」我被逼著打電話給章程,他的聲音