~ Seluas apa pun samudera yang memisahkan kita, rindu ini tidak pernah surut. Di bawah langit yang asing ini, aku bertarung melawan rasa bersalah demi bisa kembali menatap matamu tanpa ada lagi bayang-bayang kebohongan ~ Verrel Delard.Pesawat jet pribadi itu akhirnya mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Toronto Pearson, Kanada. Langit Toronto sore itu diselimuti salju tipis yang turun perlahan, membawa udara dingin yang menusuk hingga ke tulang. Namun, rasa dingin di luar sana sama sekali tak sebanding dengan kebekuan yang menguasai hati Verrel.Sepanjang belasan jam perjalanan menyeberangi Samudera Pasifik, Verrel tidak menyentuh makanan atau minuman sedikit pun. Matanya yang sembab dan memerah menatap kosong ke luar jendela. Bekas tamparan Alfian di sudut bibirnya kini membiru, namun nyeri di wajahnya itu tak ada artinya dibanding rasa sakit yang mencabik-cabik dadanya saat mengingat wajah Sevilla yang menangisi kepergian ibunya."Turun, Verrel," perintah Alfian ding
اقرأ المزيد