Aku berusaha tegar, menepis semua kekhawatiran yang beredar, sekaligus menenangkan Ji Que. Aku memeluknya dan menepuk bahunya. Perlahan, Ji Que mulai tenang dan dapat berbicara dengan suara lebih jelas. “Aku tidak berbohong, Kakak Zhang Li. Sebelum Paman pergi, ia memberiku sebuah gulungan pesan. Ia menyuruhku membacakannya untuk Pangeran Dewa Naga dan Kakak Zhang Li jika ia tidak kembali dalam waktu tiga hari.” Pangeran pertama dan Pangeran ketiga saling bertukar pandangan serius, lalu menatap Ji Que. “Silakan, Ji Que. Bacalah,” ucap Pangeran pertama. “Pertama, untuk Zhu Yi, Pangeran Pertama. Ingatlah janjimu kepadaku untuk menjaganya. Sudah saatnya kau mengetahui, di laci kamarmu ada kunci emas—carilah di kamarku seperti yang pernah kuceritakan kepadamu. Kedua, untuk Zhang Li, murid pewarisku. Jangan bersedih, karena sebagai murid Dewa Pembasmi Roh Iblis, kau harus terbiasa dengan pertemuan yang berakhir dengan perpisahan. Ikutilah arahan para Pangeran, dan pilihlah temanmu d
Last Updated : 2021-07-03 Read more