“Jadi, nama kamu Dyo?” Ika sudah tampak memukau dengan dandanan mini malis yang elegan, dia terlihat cukup manis. Santai sekali menyambutku, memang setiap pekerja berpengalaman akan menunjukkan kualitas rendahannya hanya dengan senyuman. Bukan kesan damai, melainkan ada banyak sensasi memuakkan.Tatapanku tertuju pada bibir sensualnya, memang layak untuk dijarah. Sialan! Hanya karena demi air mata Mama, aku harus terjerumus pada belenggu menjijikkan seorang Ika. Janda yang begitu tampak tenang dibanding sebelumnya.“Iya, apa kamu yakin jika kita akan baik-baik saja dengan kondisi ini?” Aku memastikan situasi di rumah makan kondusif, aman dari pantauan papa atau khalayak umum. Terutama media, akan sangat berbahaya jika ternyata kami terekspos sebelum waktunya. Namun, kalau dipikir-pikir, untuk apa wartawan mengikuti kami?Santapan mereka adalah Fredy, papa yang memiliki nama cukup fenomenal di kalangan publik. Bukan karena prestasi, tetapi berkat skandal-skandal terbaik yang dicetak be
Baca selengkapnya