Sepertinya selama ini aku sudah salah menilai Angela, dia bukan perempuan yang lemah. Bahkan, tertipu bertahun-tahun hanya karena wanita itu jatuh cinta padaku. Sekarang, semua semakin nyata.Ternyata ucapan Ricko benar, bahkan penilaian Hera tidak salah. Wanita itu memintaku datang, lalu secarik kertas tiba-tiba terlempar di depan mata. Di sana jelas tertulis kalimat yang mengejutkanku, “Perjanjian Perceraian”.Aku hanya bisa menurun mata untuk menyembunyikan sensasi kaget di dalamnya. Kemudian, tersenyum tipis, dan dengan santai menerima perjanjian perceraian. Apa ini wujud asli istri yang kuanggap payah selama ini?“Kita sudah menjadi asing sejak beberapa tahun lalu bukan?” ujarnya dengan nada dingin yang khas, “kurasa kamu juga merasakannya dengan jelas.”Benar juga, kami memang selalu menjadi sosok asing setelah pertama kali aku ketahuan selingkuh. Ternyata hari ini telah tiba, saat aku dikalahkan oleh Angela. Musuh yang ada di depan mata, tetapi tak bisa kusadari keberadaannya.
Baca selengkapnya