Nabas melangkah turun dari taksi, membetulkan letak ransel hitam di bahunya, lalu merapatkan jaket menghalau hawa dingin malam yang menyengat kulit. Sebelum menuju pintu utama, ia mengamati sekeliling selasar jalan. Matanya menyapu sudut-sudut gelap parkiran, deretan pohon mangga di seberang rumah, hingga memastikan tidak ada mobil sedan milik Zaki atau orang-orang suruhannya yang mengintai. Setelah merasa benar-benar aman, Nabas menekan tombol bel dan memasukkan kode sandi pintu yang sudah diperbarui. Pintu kayu tebal berukir itu bergeser terbuka dari dalam. Anin berdiri di sana dalam balutan piyama sutra berlengan panjang berwarna merah marun. Kacamata berbingkai tipis masih terpasang ramping di wajahnya, sementara rambut panjangnya dicepol asal-asalan ke atas dengan jepit rambut plastik, memperlihatkan tengkuk mulusnya yang terbuka. "Kamu sudah sampai, Yo...," bisik Anin pelan, melangkah mundur sedikit memberi ruang bagi Nabas untuk masuk. Nabas melangkah melintasi ambang pintu,
Terakhir Diperbarui : 2022-02-18 Baca selengkapnya