Bab 170Dengan langkah berat, Surya Yudha mulai menutup satu persatu pintu utama kediaman. Setiap kali dia menutup pintu, pemuda itu menutup matanya, seolah merasakan beban yang selama ini membelenggunya perlahan terangkat.Hingga tiba saatnya Surya Yudha menutup pintu terakhir, yaitu pintu utama kediaman. Semua orang menatapnya dengan sendu, karena meski Surya Yudha tidak mengatakan apa-apa, tetapi keputusan untuk menutup kediaman adalah hasil dari rasa sakit yang begitu besar.Sementara itu, begitu gerbang terakhir tertutup, Surya Yudha berjalan menghampiri ibunya.“Kita pergi sekarang ya, Bu,” ucap Surya Yudha singkat.Déwi Mayangsari mengangguk dan masuk ke dalam kereta bersama dengan Sekar, sementara Surya Yudha dan lainnya akan menempuh perjalanan ini dengan berkuda. Tidak ada pelayan, tidak ada pengawal, mereka benar-benar pergi dengan rombongan kecil, meninggalkan hingar bingar kehidupan bangsawan mereka yang sudah berjalan puluhan tahun lamanya.Surya Yudha dan Gendon berada
Read more