“Sudah berapa lama kalian bersama?”Sesuai skenario Utami menjawab, “Cukup lama, Oma. Dulu kami bertemu di kampus.”“Kau kampus dengan Kak Juna?” Anjasmara, adik Juna, bertanya serius.Yang dijawab oleh Arjuna dengan, “Tidak. Tapi temannya yang sekampus denganku.”“Kau kuliah di mana dulu?”“Tami tidak kuliah, Ma.” Arjuna yang menerangkan. “Dulu dia sempat diterima masuk perguruan tinggi, tapi ketika orang tuanya meninggal, dia terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya. Bukankah begitu, Sayang?”“Oh, Tuhan.” Oma tampak sangat prihatin. “Lalu, bagaimana kau melanjutkan hidup setelah itu?”“Saya bekerja.”“Di?”“Awalnya serabutan, tapi sekarang dia punya butik. Ya, kan, Sayang?”“Kak Juna, biarkan dia yang menjawab!” Perempuan cantik berambut pendek yang duduk di antara Oma dan Bunda adalah Jenny, bungsu mereka. “Kak Tami tidak akan punya kesempatan jika kau terus menyela kesempatannya untuk bicara.”“Maaf.”“Jangan berlebihan, Jen!” Oma geleng-geleng. “Lalu, kenapa kau tidak pernah mempe
Magbasa pa