Tapi ..., kenapa?“Kamu sudah gila ya, Ju?” Adalah kalimat pertama yang keluar dari mulut Arjuna di depan meja makan. Matanya membulat, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Yang langsung membuatnya mendapat deheman keras dari sang Nenek. “Maaf, Oma. Tapi ini tidak masuk akal.”“Apanya yang tidak masuk akal, Juna?” Nenek malah balik bertanya. “Lagi pula kan tadi kamu yang bilang sendiri kalau kamu sudah punya pacar. Ya sudah, ajak saja pacarmu ke mari.”“Tapi tidak semudah itu dong, Oma.”“Apanya yang tidak mudah?”“Juna benar, Ma. Mungkin memang gampang mengajak pacarnya datang, aku pun yakin Juna tidak keberatan untuk itu. Hanya saja, mengajak menikah ..., belum tentu pacarnya mau diajak menikah secepat ini.”“Ya sudah, kalau tidak menikah –datang saja dulu. Tunjukkan kalau dia memang punya pacar!” sahut Tante Wati, masih dengan nada penuh sindiran. “Sebagai bukti kalau kamu sudah punya pasangan dan akan segera –minimal menyusul Juan dan Vivi kalau memang mereka nikah
Read more