"Tidak perlu, Nak Ray, ini udah cukup." Nada Ibu seperti tak enak, saat di mall Ray membelikan kami banyak barang. Apapun yang sempat Ibu, Lail, dan aku pegang langsung Ray masukkan ke kantong belanjaan tanpa bertanya pada kami, setelah itu Ray menyerahkan pada dua pengawal yang sebelumnya sempat menyambut kami di depan pintu masuk kemudian mengawal kami selama belanja. Sebelum ke mall, kami juga sempat ke SMA Darmawakti---sekolah baru Lail, lalu ke pameran lukisan, dan tempat hiburan-hiburan lainnya. Ray tak henti-hentinya tersenyum saat mengenalkanku dengan beberapa pemilik tempat itu yang ternyata juga temannya. Meski kesal, aku hanya pura-pura menanggapi dengan senyum, mengikuti semua perlakuannya itu. Lagipula apa yang bisa aku lakukan? Toh, semuanya hanya akan berakhir jadi ancaman lagi, lebih lagi Lail dan Ibu terlihat senang saat pergi tadi. "Tolong, Bu, ini pertama kalinya Ray belikan ibu secara langsung, tolong diterima." "Tapi ibu tidak suka yang berlebihan, N
ปรับปรุงล่าสุด : 2022-06-16 อ่านเพิ่มเติม