"Uncle..."Itu suara Zico. Semua heran, termasuk Kemal. Pria itu tak pasti siapa yang dimaksud. "Uncle..." Lagi, Zico memanggil. Tidak ada lagi di ruangan itu yang biasa dipanggil uncle oleh Zico. Rasanya Kemal kege-er-an Zico memanggilnya. Tapi sekali lagi, tidak ada yang dipanggil uncle di ruangan itu. Zacky? jelas-jelas bocah tadi memanggilnya daddy.Kemal menunjuk dirinya sendiri, mencoba meyakinkan pikirannya. "Me? You call me uncle, Zico?" Kemal menatap Zico dengan penuh haru."Hu'um. Uncle ganteng, i wanna thank you for helping me," jawab Zico dengan suara menggemaskan. Bocah itu menggunakan bahasa Inggris untuk menyapa karena sudah terbiasa berinteraksi dengan bangsa asing. Kemal salah satunya, dia memiliki ciri khas itu, bukan?Jelas, Kemal merasa mulambung Zico mengenalinya. Meski rasa sakit di hatinya begitu besar, tapi kebahagiaan mengetahui dirinya punya keturunan tidak kalah besar. Dengan hati berbunga dan senyum hangat, Kemal mendekat pada Zico."Kau ingat siapa saya?"
Read more