ANMELDEN"Uncle..."Itu suara Zico. Semua heran, termasuk Kemal. Pria itu tak pasti siapa yang dimaksud. "Uncle..." Lagi, Zico memanggil. Tidak ada lagi di ruangan itu yang biasa dipanggil uncle oleh Zico. Rasanya Kemal kege-er-an Zico memanggilnya. Tapi sekali lagi, tidak ada yang dipanggil uncle di ruangan itu. Zacky? jelas-jelas bocah tadi memanggilnya daddy.Kemal menunjuk dirinya sendiri, mencoba meyakinkan pikirannya. "Me? You call me uncle, Zico?" Kemal menatap Zico dengan penuh haru."Hu'um. Uncle ganteng, i wanna thank you for helping me," jawab Zico dengan suara menggemaskan. Bocah itu menggunakan bahasa Inggris untuk menyapa karena sudah terbiasa berinteraksi dengan bangsa asing. Kemal salah satunya, dia memiliki ciri khas itu, bukan?Jelas, Kemal merasa mulambung Zico mengenalinya. Meski rasa sakit di hatinya begitu besar, tapi kebahagiaan mengetahui dirinya punya keturunan tidak kalah besar. Dengan hati berbunga dan senyum hangat, Kemal mendekat pada Zico."Kau ingat siapa saya?"
"Yang Anda bilang pria brengsek itu saya, Tuan Kemal. Jangan sembarangan bicara!" Dengan suara tajam Zacky memperingati. "Minggir, saya tidak ada urusan dengan Anda!" Kemal berusaha menyingkirkan Zacky yang menghalangi. Tapi Zacky terlalu kokoh untuk disingkirkan begitu saja. Pria latin itu siap membela Jasmine mati-matian. "Oh jelas ada. Urusan Jasmine adalah urusan saya juga. Catat, sejak tujuh tahun lalu." Zacky bicara dengan lugas posisinya. Dua pria itu saling melempar tatapan tajam, mengukur kemampuan masing-masing. "Saya tidak peduli siapa Anda." Kemal maju selangkah, menunjuk arah dada Zacky. "Tapi saya ingatkan, Jasmine itu milik saya, Zico adalah anak saya. Dan Anda, Anda bukan siapa-siapa." Kalimat pedas itu dilemparkan Kemal. Bukan hanya memantik emosi Zacky lebih besar, tapi ini adalah penghinaan bagi Zacky. Artinya Kemallah yang memulai perang. Kemal pria cerdas, ia tahu betul bagaimana memainkan emosi dan psikis lawan. Dalam hal ini, Kemal langsung menyerang psiki
"Nak ... ini Papa." Untuk pertama kali Kemal menyebut dirinya Papa. Matanya terpejam karena kalimat itu menusuk batinya begitu tajam. Papa, satu kata singkat namun efeknya mampu mengguncang dunianya."Ini Papa," katanya lagi. Kemal berhenti sesaat, karena luapan emosi ini terlalu kuat. Kemal belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Bagaimana tidak emosional, seharusnya Kemal ada di sana, mendampingi Jasmine mengandungnya, menemani proses kelahirannya dan menyaksikan tumbuh kembangnya. Tapi Kemal tidak melalui semua itu, bahkan Kemal tidak mengetahui bahwa anak ini ada.Tapi Tuhan mempertemukan keduanya dengan jalan yang luar biasa. Melalui pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika dan kata-kata."Zico ... itu namamu?" Kemal mengambil satu tangan Zico yang bebas dari selang infus. "Terima kasih sudah datang dalam mimpi Papa." Air mata Kemal jatuh saat ia mencium perlahan punggung tangan Zico.Hatinya bergetar hebat, air mata itu luruh juga bersamaan dengan suara
Kemal memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dirinya ingin segera tiba di rumah sakit. Rasa rindu yang awalnya belum ada namanya pada anak itu terkuak sudah. Semua tindakan spontan pengorbanan dan rasa takut kehilangan anak itu ternyata bukan lain karena dia adalah darah dagingnya.Lima belas menit mengendarai mobil, Kemal kini tiba di tujuan. Mobilnya memasuki area parkir utama rumah sakit dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam itu sudah terparkir rapih di sana. Itu adalah mobil Zacky."Sial, aku sudah keduluan!" umpatnya sambil memukul setir.Dengan langkah lebar Kemal memasuki lobi rumah sakit. Ayunan kakinya terhenti karena baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui ruang tempat anak itu di rawat. Pasti sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, kan? Heru tadi bilang Zico sudah pindah ruangan. Tapi bodohnya, Kemal tidak mendengar semua penjelasan Heru. Karena terbawa emosi, Kemal pergi begitu saja, membawa surat hasil tes paternitas yang telah di print out."Permis
Klik!Suara tajam dari mouse mengalirkan getaran aneh pada pria bermata coklat terang itu. Kemal melihat tajam, dan fokus pada layar laptop. HASIL TES PATERNITAS adalah judul yang pertama ia baca. Kemudian bacaannya turun pada badan surat yang berisi keterangan pengantar dilakukannya tes kecocokan DNA.'Variasi alel dilaporkan sebagai angka dari jumlah kopi unit pengulangan nukleotida marka 13 loci STR seperti terlihat pada tabel di bawah ini ...'Telunjuknya menarik scroll wheel pada mouse ke bawah untuk menggulir bacaan berikutnya. Di sana terdapat tabel berupa anka-angka hasil uji kecocokan DNA. Banyak angka dan penjelasan dalam istilah medis yang tidak Kemal pahami sepenuhnya. Kedua alisnya berkerut, istilah-istilah yang ditertera terasa asing baginya."Sulit sekali bacanya," katanya mengeluh.Tak sabaraan, Kemal langsung beralih pada bagian akhir surat tersebut dan mendapati keterangan,'Hasil analisa menunjukkan bahwa tiga belas alel loci marka STR terduga ayah cocok dengan alel
"Atau ... dia bukan ayahnya."Ucapan Heru sedikit banyak memengaruhi pikiran Kemal. Isi kepala pria itu bagai diteror banyak pertanyaan yang belum dapat ia jawab. Ia harus mencari tahu sendiri. Kemal benar-benar diuji, baik kesabaran maupun kewarasannya.Empat hari berlalu sejak kecelakaan itu, Kemal sudah kembali bekerja seperti biasa walau pikirannya kacau. Ditambah kali ini Kemal memegang langsung operasional kantor di Surabaya yang seharusnya bisa dijalankan oleh Direktur baru, tapi karena ide gilanya mengejar Jasmine, Kemal harus menanggung konsekuensinya. Hal itu tentu menambah beban dan membuatnya lelah.Bukan lelah karena lot kerjanya yang padat, Kemal sudah terbiasa akan hal itu. Tapi lelah dengan rasa sakit yang ditahannya karena harus menahan diri dari Jasmine. Ia mulai berpikir untuk kembali fokus di kantor induk saja. Dari sana ia bisa memantau semua perusahaan dibawah pimpinannya, termasuk di Surabaya.Di ruang kerjanya, Kemal berdiskusi dengan Heru yang baru saja tiba d
Setelah negosiasi yang alot, akhirnya dua orang dewasa itu menyerah. Hasilnya, Zacky harus menginap di sana, tidur bersama Zico. Sebab anak itu bersikeras Daddy-nya harus ada saat ia membuka mata nanti.Tak ingin mematahkan hati sang anak, dengan berat hati Jasmine akhirnya setuju. Dia sendiri bingun
“Kenapa kamu nggak cerita?” Zacky menuntut penjelasan.“Gimana mau cerita, kamu aja jauh di Itali sana?!”“Aku lagi di Hongkong kemarin, Jasmine. Dekat ke Indonesia.”“Ya mana aku tau! Masa cuma masalah kayak gini aja, harus ngadu ke kamu?”Jasmine berbalik, namun langkahnya terhenti karena Zacky menari
Jasmine tiba di stasiun dengan tergesa, ia takut ketinggalan kereta. Ini adalah kereta executive terakhir yang berangkat ke Malang. Karena hujan, beberapa titik jalan di Surabaya macet, beruntung kereta tersebut belum berangkat, masih ada waktu dua puluh menit lagi.Dengan napas lega, akhirnya Jasmi
Bab 8. Dua PriaKemal yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) dari Ozdemir Group untuk Region Asia Pasific, melakukan rapat koordinasi dengan jajaran direksi untuk rencananya berkantor sementara di Surabaya. Kewenangannya tidak berubah, beberapa pekerjaannya akan dibantu oleh Chief Operating Of







