Mag-log in"Yang kau bilang pria brengsek itu aku, Tuan Kemal. Jangan sembarangan bicara." Zacky memperingati."Minggir, saya tidak ada urusan dengan Anda!" Kemal berusaha menyingkirkan Zacky yang menghalangi. Tapi Zacky terlalu kokoh untuk disingkirkan begitu saja. Pria latin itu siap membela Jasmine mati-matian."Oh jelas ada. Urusan Jasmine adalah urusan saya juga. Catat, sejak tujuh tahun lalu." Zacky bicara dengan lugas posisinya.Dua pria itu saling melempar tatapan tajam, saling mengukur kemampuan."Saya tidak peduli siapa Anda." Kemal maju selangkah, menunjuk arah dada Zacky. "Tapi saya ingatkan, Jasmine itu milik saya, Zico adalah anak saya. Dan Anda, Anda bukan siapa-siapa." Kalimat pedas itu dilemparkan Kemal. Bukan hanya memantik emosi Zacky lebih besar, tapi ini adalah penghinaan bagi Zacky. Artinya Kemallah yang memulai perang.Kemal pria cerdas, ia tahu betul bagaimana memainkan emosi dan psikis lawan. Dalam hal ini, Kemal tak ingin ada basa basi, pria itu langsung menyerang psik
"Nak ... ini Papa." Untuk pertama kali Kemal menyebut dirinya Papa. Matanya terpejam karena kalimat itu menusuk batinya begitu tajam. Papa, satu kata singkat namun efeknya mampu mengguncang dunianya."Ini Papa," katanya lagi. Kemal berhenti sesaat, karena luapan emosi ini terlalu kuat. Kemal belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Bagaimana tidak emosional, seharusnya Kemal ada di sana, mendampingi Jasmine mengandungnya, menemani proses kelahirannya dan menyaksikan tumbuh kembangnya. Tapi Kemal tidak melalui semua itu, bahkan Kemal tidak mengetahui bahwa anak ini ada.Tapi Tuhan mempertemukan keduanya dengan jalan yang luar biasa. Melalui pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika dan kata-kata."Zico ... itu namamu?" Kemal mengambil satu tangan Zico yang bebas dari selang infus. "Terima kasih sudah datang dalam mimpi Papa." Air mata Kemal jatuh saat ia mencium perlahan punggung tangan Zico.Hatinya bergetar hebat, air mata itu luruh juga bersamaan dengan suara
Kemal memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dirinya ingin segera tiba di rumah sakit. Rasa rindu yang awalnya belum ada namanya pada anak itu terkuak sudah. Semua tindakan spontan pengorbanan dan rasa takut kehilangan anak itu ternyata bukan lain karena dia adalah darah dagingnya.Lima belas menit mengendarai mobil, Kemal kini tiba di tujuan. Mobilnya memasuki area parkir utama rumah sakit dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam itu sudah terparkir rapih di sana. Itu adalah mobil Zacky."Sial, aku sudah keduluan!" umpatnya sambil memukul setir.Dengan langkah lebar Kemal memasuki lobi rumah sakit. Ayunan kakinya terhenti karena baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui ruang tempat anak itu di rawat. Pasti sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, kan? Heru tadi bilang Zico sudah pindah ruangan. Tapi bodohnya, Kemal tidak mendengar semua penjelasan Heru. Karena terbawa emosi, Kemal pergi begitu saja, membawa surat hasil tes paternitas yang telah di print out."Permis
Klik!Suara tajam dari mouse mengalirkan getaran aneh pada pria bermata coklat terang itu. Kemal melihat tajam, dan fokus pada layar laptop. HASIL TES PATERNITAS adalah judul yang pertama ia baca. Kemudian bacaannya turun pada badan surat yang berisi keterangan pengantar dilakukannya tes kecocokan DNA.'Variasi alel dilaporkan sebagai angka dari jumlah kopi unit pengulangan nukleotida marka 13 loci STR seperti terlihat pada tabel di bawah ini ...'Telunjuknya menarik scroll wheel pada mouse ke bawah untuk menggulir bacaan berikutnya. Di sana terdapat tabel berupa anka-angka hasil uji kecocokan DNA. Banyak angka dan penjelasan dalam istilah medis yang tidak Kemal pahami sepenuhnya. Kedua alisnya berkerut, istilah-istilah yang ditertera terasa asing baginya."Sulit sekali bacanya," katanya mengeluh.Tak sabaraan, Kemal langsung beralih pada bagian akhir surat tersebut dan mendapati keterangan,'Hasil analisa menunjukkan bahwa tiga belas alel loci marka STR terduga ayah cocok dengan alel
"Atau ... dia bukan ayahnya."Ucapan Heru sedikit banyak memengaruhi pikiran Kemal. Isi kepala pria itu bagai diteror banyak pertanyaan yang belum dapat ia jawab. Ia harus mencari tahu sendiri. Kemal benar-benar diuji, baik kesabaran maupun kewarasannya.Empat hari berlalu sejak kecelakaan itu, Kemal sudah kembali bekerja seperti biasa walau pikirannya kacau. Ditambah kali ini Kemal memegang langsung operasional kantor di Surabaya yang seharusnya bisa dijalankan oleh Direktur baru, tapi karena ide gilanya mengejar Jasmine, Kemal harus menanggung konsekuensinya. Hal itu tentu menambah beban dan membuatnya lelah.Bukan lelah karena lot kerjanya yang padat, Kemal sudah terbiasa akan hal itu. Tapi lelah dengan rasa sakit yang ditahannya karena harus menahan diri dari Jasmine. Ia mulai berpikir untuk kembali fokus di kantor induk saja. Dari sana ia bisa memantau semua perusahaan dibawah pimpinannya, termasuk di Surabaya.Di ruang kerjanya, Kemal berdiskusi dengan Heru yang baru saja tiba d
Jasmine membekap mulutnya, dokter membentangkan hasil rontgen dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan untuk Zico. Meski kondisi Zico masih kritis, Zico harus segera dioperasi. Dengan izin orangtuanya, Zico segera dibawa ke ruang operasi. Proses operasi berlangsung sekitar dua jam. Selama itu pula Jasmine dan Zacky diliputi cemas yang tak bertepi. Doa-doa dipanjatkan. Masing-masing saling menguatkan. Sementara Kemal, pria itu seorang diri ketika membuka matanya. Tadi Heru pergi untuk bicara dengan dokter.Sepi, tapi hatinya terasa penuh. Kemal butuh penyesuaian dari alam bawah sadar ke alam kenyataan. Sinar lampu rumah sakit yang terang tak sama silaunya dengan cahaya terang yang tadi dilihatnya. Iya, Kemal mengalami pengalaman spiritual yang menakjupkan.Sebelum sadar dari pingsannya, Kemal berada di sebuah ruang gelap tak berujung. Di tengah kebingunan, muncullah setitik cahaya terang dari kejauhan yang lama-lama mendekat. Cahaya itu semakin lebar dan semakin terang, hingga Kem
Kemal tak pernah menyangka pertemuannya dengan Jasmine kali ini sangat berbeda. Ini sangat menyakitkan baginya, bahkan lebih menyakitkan dari beberapa tahun yang lalu ketika ia ditinggal Jasmine pergi. Bahkan jiwanya serasa terbakar dengan kehadiran wanita itu.Kemal merasa kalah. Di hadapannya, be
Zacky menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil melesat dengan kecepatan penuh. Pria itu ingin segera tiba di kantor Jasmine. Beruntung jalanan kali ini sudah lancar, demo yang dilakukan tadi pagi sudah dibubarkan. Setibanya di kantor Jasmine, wanita itu sudah menunggu di lobi dengan wajah cemas ditem
Kemal merebahkan Zico perlahan di brangkar pasien, "Cepat, tolong dia," pintanya kalut pada perawat tersebut. Mereka berlari menuju ruang trauma, dengan harapan Zico masih bisa bertahan. Bagi Kemal, anak itu harus tertolong dan diberikan pengobatan terbaik.Perawat yang mengira Kemal adalah ayah d
Di kantor, sejak pagi Jasmine merasa tidak tenang. Seperti ada yang menganjal di hati, kadang jantungnya menghentak kuat hingga nyeri. Ia pikir itu karena takut bertemu Kemal, tapi ternyata salah.Nafasnya semakin sesak ketika pihak sekolah menghubunginya, memberitahu bahwa Zico mengalami kecelakaan







