Hari ketiga di California, dan Joseph Suryakancana merasa sedang diuji oleh semesta dalam level yang paling tidak masuk akal. Sejak mata terbuka dan melihat sinar matahari masuk ke kamar hotel, pikiran Jo hanya tertuju pada satu pertanyaan krusial yang sudah ia simpan sejak semalam.Jo berguling di atas kasur, menatap Archy yang sedang asyik menyisir rambutnya di depan meja rias. Daster satin Archy yang tipis mengikuti lekuk tubuhnya, membuat tenggorokan Jo terasa sangat kering."Chy," panggil Jo, suaranya serak dan berat."Hm?" Archy menoleh, memberikan senyum manis yang justru membuat Jo makin merasa tersiksa."Gimana... hari ketiga, kan? Udah bisa... 'buka toko' belum?" tanya Jo telak, mencoba peruntungannya dengan wajah tanpa dosa.Archy menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan. "Belum, Jo. Biasanya aku lima sampai tujuh hari. Sabar ya, Bapak Jo. Kemarin-kemarin sebelum kita ngeseks haid gue gak lancar, baru bulan sekarang banjir sebanjir banjirnya.""Tujuh hari?!" Jo memekik
Last Updated : 2026-02-14 Read more