Ledakan ketiga bukan lagi sekadar guncangan. Itu adalah tanda kematian struktur. Langit-langit ruang server retak, debu beton berhamburan seperti salju abu-abu yang mematikan. Lampu darurat padam total, menyisakan kegelapan pekat yang hanya diterangi oleh cahaya biru redup dari layar laptop Hulton yang hampir habis dayanya."Pintu belakang!" teriak Defi, mendorong Amber dan Olive menuju koridor servis yang sempit. "Lobi sudah hancur! Kita harus keluar melalui saluran pembuangan lama!"Mereka berlari menembus asap tebal. Di lantai dasar, reruntuhan markas AVRON yang megah kini hanyalah tumpukan besi bengkok dan beton pecah. Namun, di tengah puing-puing itu, Viktor Volkov berdiri tegak. Jas putihnya kini kotor oleh debu dan noda darah—bukan darahnya, tapi darah para pengawal AVRON yang gugur demi melindungi pemimpin mereka.Amber berhenti di ambang pintu keluar, napasnya tersengal-sengal. Ia tidak bisa lari. Tidak saat musuh utamanya berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan yang sama
Read more