"Hah!" Amber melotot, kesalnya bukan main. Berani-beraninya lelaki yang sudah 2 kali dia tolak datang dengan tidak sopannya. Malah tersenyum tanpa dosa. Ingin sekali Amber berteriak, dan memak i orang yang ada di depannya. Namun, demi hubungan kerjasama yang sudah terjalin lama, Amber hanya mampu menghela napas panjang. "Ada apa, Tuan Gery? Apakah ada hal yang sangat mendesak, sehingga masuk ruangan ini tanpa sopan santun?" sindir Amber dengan nada lembut dan tidak lupa dibubuhi dengan senyum manis yang mematikan. "Maaf, Bu. Kami tidak bisa menghalanginya, " sesal sekertaris Amber, dan dua security dibelakangnya. "Tidak masalah, kembalilah ke mejamu!" pinta Amber, lembut. Dengan tidak malunya, Gery duduk di sofa, dekat dengan Bintang dan Olive. Kedua wanita itu langsung menyingkir dan berdiri di belakang Amber, yang duduk dengan anggun. Mata Gery melihat ke sekitar, merekam tempat wanita yang membuatnya terjatuh, bekerja. Ruangan yang elegant, tembok berwana Sage lembut, t
続きを読む