“Non Michelle nggak usah khawatir. Aku pasti menjaga Yohanna dengan baik,” Ronny menyahut. Michelle datang dengan terburu-buru, dan pergi dengan terburu-buru juga. Yohanna tentu saja menangkap maksud tersirat yang tersembunyi di balik ucapan Michelle, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa, dan membiarkan Ronny menuntunnya masuk ke dalam rumah. Rumah masih dalam keadaan terang, tetapi sudah tidak ada orang lagi di lantai bawah. Semua sudah beristirahat di kamar masing-masing. Pelayan rumah sengaja membiarkan lampu tetap menyala menunggu Yohanna pulang. Dalam rumah juga dilengkapi dengan mesin penghangat ruangan. Begitu mereka masuk ke dalam rumah, Yohanna melepas jaket dan mengembalikannya pada Ronny. Ronny mengambil jaketnya kembali dan mengikuti Yohanna sampai ke depan sofa. Setelah Yohanna duduk, dia pun dengan halus bertanya, “Kamu mau minum sup hangat dulu untuk hilangin mabuknya?” “Boleh, biar sakit kepalaku nggak makin arah,” jawab Yohanna sembari dia memijat pelipisnya. Lanta
Read more