Share

Bab 4202

Author: Anggur
“Yohanna, supnya diminum dulu. Kalau dibiarin terus nanti keburu dingin.”

Yohanna mengambil mangkuk itu dari tangan Ronny dan menyantapnya dengan gayanya yang elegan. Setelah habis setengah mangkuk, Yohanna menaruh mangkuknya kembali ke atas meja.

“Aku masih agak pusing walaupun nggak terlalu parah. Minimal aku masih bisa jalan sendiri. Kepalaku juga terasa lebih ringan. Aku sadar apa yang aku katakan dan lakukan. Setengah mangkuk saja sudah cukup.”

Sekarang sudah larut malam. Yohanna tidak ingin minum terlalu banyak.

“Ronny, calon tunangan kamu dari keluarga mana? Dia tinggalnya di mana? Kalau nggak keberatan, boleh kasih tahu aku?”

Yohanna bersikeras ingin mendapatkan jawaban dari Ronny. Yohanna pernah bertanya sebelumnya, tetapi Ronny tidak menjawab. Ronny selalu beralasan ingin mengutamakan kariernya terlebih dahulu, setelah itu baru dia memprioritaskan rumah tangganya. Ronny juga masih berusia 20-an tahun. Kakaknya saja baru menikah di usia 30 tahun. Tidak masalah juga kalau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4203

    Setelah Yohanna terdiam sejenak, dia menjawab, “Nggak apa-apa. Dari awal memang aku yang memaksa.” Jika Ronny tidak ingin mengatakannya, tidak ada gunanya juga Yohanna terus mendesak. Namun makin Ronny tutup mulut, makin besar pula rasa penasaran Yohanna. Dia makin ingin tahu siapa sebenarnya wanita misterius yang dimaksud. Padahal bertemu tatap muka saja belum, tetapi Ronny begitu melindunginya. Yohanna sungguh iri. Di usianya yang sudah sedewasa ini, baru pertama kali dia tahu seperti apa rasanya cemburu, meski hanya sedikit saja. “Kamu nggak memaksa, cuma penasaran saja. Setiap orang pasti punya rasa penasaran. Wajar kalau kamu begitu,” ucap Ronny dengan lembut. “Jangankan kamu. Siapa pun yang tahu nenekku sudah memilih calon pasangan untukku pasti bakal penasaran dan mau cari tahu siapa calon pasanganku. Ada satu hal yang lucu buatku. Sebelum Nenek kasih kami foto orangnya, kami juga nggak tahu kalau Nenek sudah memilih calon pasangan untuk kami sejak bertahun-tahun yang lalu. Di

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4202

    “Yohanna, supnya diminum dulu. Kalau dibiarin terus nanti keburu dingin.” Yohanna mengambil mangkuk itu dari tangan Ronny dan menyantapnya dengan gayanya yang elegan. Setelah habis setengah mangkuk, Yohanna menaruh mangkuknya kembali ke atas meja. “Aku masih agak pusing walaupun nggak terlalu parah. Minimal aku masih bisa jalan sendiri. Kepalaku juga terasa lebih ringan. Aku sadar apa yang aku katakan dan lakukan. Setengah mangkuk saja sudah cukup.” Sekarang sudah larut malam. Yohanna tidak ingin minum terlalu banyak. “Ronny, calon tunangan kamu dari keluarga mana? Dia tinggalnya di mana? Kalau nggak keberatan, boleh kasih tahu aku?” Yohanna bersikeras ingin mendapatkan jawaban dari Ronny. Yohanna pernah bertanya sebelumnya, tetapi Ronny tidak menjawab. Ronny selalu beralasan ingin mengutamakan kariernya terlebih dahulu, setelah itu baru dia memprioritaskan rumah tangganya. Ronny juga masih berusia 20-an tahun. Kakaknya saja baru menikah di usia 30 tahun. Tidak masalah juga kalau

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4201

    Ronny menatap balik Yohanna. Dari tatapan mata Yohanna itu, Ronny bisa membaca isi hatinya meski masih tidak terlalu jelas. Sebagian besar rasa yang terkandung dalam sorot matanya itu masih sebatas rasa rasa yang didasari oleh kekaguman. Di saat seperti ini Ronny masih belum bisa mengutarakan isi hatinya. Dia masih harus menunggu sebentar lagi. “Di mataku, kamu juga seorang perempuan yang paling hebat. Aku juga mengagumi kamu. Terkadang kamu kelihatan serius banget dan jadi terkesan dingin. Tapi bagiku, kapan pun kamu selalu terlihat sempurna.” Sikap Yohanna terhadap Ronny sudah sangat baik semenjak Ronny bekerja sebagai koki pribadinya. Kebaikan itu terus bertambah setelah Yohanna mengetahui kalau Ronny adalah anak keluarga Adhitama. Ronny percaya Yohanna sudah menganggap dia sebagai teman, karena cara Yohanna memperlakukannya memang benar-benar seperti seorang teman. Namun yang Ronny inginkan darinya bukan sekadar menjadi teman. Dia ingin menjadi suami yang dipercaya dan dicintai

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4200

    “Non Michelle nggak usah khawatir. Aku pasti menjaga Yohanna dengan baik,” Ronny menyahut. Michelle datang dengan terburu-buru, dan pergi dengan terburu-buru juga. Yohanna tentu saja menangkap maksud tersirat yang tersembunyi di balik ucapan Michelle, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa, dan membiarkan Ronny menuntunnya masuk ke dalam rumah. Rumah masih dalam keadaan terang, tetapi sudah tidak ada orang lagi di lantai bawah. Semua sudah beristirahat di kamar masing-masing. Pelayan rumah sengaja membiarkan lampu tetap menyala menunggu Yohanna pulang. Dalam rumah juga dilengkapi dengan mesin penghangat ruangan. Begitu mereka masuk ke dalam rumah, Yohanna melepas jaket dan mengembalikannya pada Ronny. Ronny mengambil jaketnya kembali dan mengikuti Yohanna sampai ke depan sofa. Setelah Yohanna duduk, dia pun dengan halus bertanya, “Kamu mau minum sup hangat dulu untuk hilangin mabuknya?” “Boleh, biar sakit kepalaku nggak makin arah,” jawab Yohanna sembari dia memijat pelipisnya. Lanta

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4199

    Pengawal Yohanna tidak berani menyentuh. Dia hanya memanggil Yohanna dan itu tidak cukup untuk membangunkannya. Ronny tidak cuma memanggil tapi juga menepuk wajah Yohanna dengan perlahan sehingga Yohanna tak lama langsung terbangun. Ketika membuka mata dan melihat wajah Ronny ada tepat di depan mata, Yohanna kira dia sedang bermimpi. Bisa-bisanya dia bermimpi tentang Ronny. Apakah mungkin ini berarti Yohanna tertarik padanya? Jika tidak, mana mungkin dia akan memimpikan Ronny. Sekian lama Yohanna hidup di dunia, baru kali ini dia bermimpi tentang lawan jenis. Yohanna hendak meraba wajah Ronny. Namun ketika baru mengangkat tangannya, dia sadar kalau ini bukanlah mimpi. Ini adalah realita. Ronny baru saja mandi. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Yohanna bisa mencium aroma sedap dari tubuhnya. Yohanna langsung menurunkan tangan secara diam-diam dan berharap Ronny tidak menyadari gerak-geriknya tadi agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Yohanna.” Suara Ronny yang lembut dan merdu d

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4198

    Cakra sudah tidak punya apa-apa lagi. Tanpa uang dan kekuasaan, dengan apa dia bisa membebaskan ketiga putranya? “Papa lebih baik pulang saja. Kalau sudah ada kabar dari pengadilan, nanti kami jemput. Kita dengar saja apa keputusan dari pengadilan.” Cakra langsung berdiri dan pergi dalam kondisi marah-marah. Setelah Cakra pergi, Alisa bertanya kepada Marcella, “Kak, kita benar nggak ngapa-ngapain, nih? Anakku masih kecil. Kalau dia punya papa yang pernah dipenjara, masa depannya bisa rusak.” “Mau gimana lagi? Kalaupun mau bantu, kita nggak bisa apa-apa. Kita sudah tahulah kayak gimana Felicia. Nggak mungkin dia mau maafin mereka begitu saja setelah apa yang terjadi. Coba ingat-ingat lagi di tahun lalu, watu mereka ketahuan selingkuh, gimana perlakuan mereka ke kita. “Iya juga. Kalau begitu biar saja mereka dipenjara, deh,” kata Alisa setelah mengingat kembali masa lalunya. “Kak Marcella, Felicia lagi dirawat di rumah sakit, apa kita jenguk saja?” “Boleh, tapi besok, ya. Besok aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status