Di Kota Atria.Malam harinya, di dalam ruangan yang hening, Morgan sedang menemani Jemmy untuk main catur bersama.Sudah memasuki akhir musim semi, halaman Kediaman Keluarga Bina kembali penuh dengan tanda-tanda kehidupan. Aroma bunga terasa menenangkan, kehijauan memenuhi seluruh halaman.Saat angin malam berembus, beberapa batang bambu di luar jendela bergoyang pelan, bayangannya jatuh samar-samar di tirai tipis, kelihatan seperti lukisan, penuh nuansa klasik, terasa tenang dan nyaman.Sebuah permainan catur telah berjalan hingga langkah terakhir. Morgan kalah lagi.Jemmy menyimpan caturnya dengan perlahan, lalu menggeleng dengan tersenyum. “Kamu semakin mundur saja.”Morgan tidak membantah sama sekali. Dia hanya memungut pion catur dengan tenang.Jemmy melirik Morgan sekilas. “Baru pergi dua hari, malah sudah pulang. Apa dia tidak menghiraukanmu lagi?”Selesai menyimpan anak catur, Morgan baru berkata, “Kakek, aku pulangnya telat!”Jemmy meletakkan pion. “Saat orang yang lagi main c
Read more