Morgan terdiam.Sonia menggigit bibirnya. Terlihat senyuman di dalam tatapannya. Dia juga menatap Morgan, menunggu jawabannya.Raut wajah Morgan kelihatan normal. “Kondisiku dengan Sonia itu berbeda.”“Kondisi memang berbeda, tapi perasaan itu sama saja,” kata Jemmy dengan makna mendalam, “Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap perasaan.”Sonia mengangguk tanda setuju. “Benar apa kata Kakek!”Morgan melirik Sonia sekilas, lalu tersenyum lebar. “Kamu makan saja!”…Selesai makan, Sonia menemani Jemmy untuk mengobrol. Morgan pun pergi menjamu tamu di halaman depan.Saat Morgan kembali, Jemmy sudah tidak berada di tempat, hanya tersisa Sonia yang sedang setengah tertidur di atas bangku kayu. Jendela terbuka, sinar matahari memancar tubuhnya, cahaya berkilau bergerak lembut, hangatnya sinar mentari terasa menyala dan membakar.Begitu Morgan masuk, Sonia membuka matanya, lalu berkata dengan ekspresi malas, “Sudah merepotkan Kak Morgan.”“Kalau ngantuk, tidurlah di kamar,” bal
Baca selengkapnya