로그인Setelah meletakkan ponselnya, Theresia mencari data-data mengenai pabrik industri militer di Kota Jembara. Informasi di internet sangat terbatas, semuanya tidak begitu berguna.Penanggung jawab di baliknya juga tidak berhasil diselidiki sama sekali. Ternyata memang adalah tokoh yang misterius.Lantaran tidak ada cara untuk memahami tokoh besar di baliknya, Theresia pun hanya bisa menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan nanti.Theresia mencari keluar data dari perusahaan Arvan. Dia menggunakan waktu setengah hari ini untuk memahami produk perusahaan Arvan. Dia tidak ingin hanya menjadi tong kosong saja. Meskipun Theresia merasa dirinya masih jauh dari kata profesional, setidaknya dia tidak sampai tidak bisa menjawab semua pertanyaan.…Setelah pulang kerja, Arvan datang untuk menjemput Theresia.Arvan berusia 40-an tahun. Dia berbeda dengan pria sebaya pada umumnya, meskipun sudah hampir paruh baya, dia tidak memiliki postur tubuh gendut, tidak gundul, juga tidak licik seperti para pebi
Aska masih larut dalam rasa gembira. Ketika melihat Julia begitu bersandar padanya seperti ketika kecil dulu, Aska pun merasa sedikit kaget. Sepasang mata tuanya spontan memerah. Dia mengangkat tangannya untuk menepuk-nepuk pundak Julia.Segalanya tersirat tanpa perlu diucapkan. Perasaan satu sama lain saling terhubung karena ikatan darah.…Pada hari Rabu, Theresia menerima sebuah panggilan dari klien lama. “Nona Theresia, aku butuh sedikit bantuanmu.”Theresia tersenyum lembut. “Tuan Arvan katakan saja.”Arvan langsung mengatakan, “Begini, Kota Jembara akan membangun sebuah pabrik industri militer yang sangat besar. Ini adalah perusahaan kerja sama antara pemerintah dan swasta, tapi ke depannya akan menjadi industri militer nomor satu di dalam negeri. Sebentar lagi akan memasuki tahap tender, jadi membutuhkan banyak pemasok untuk ikut serta. Produk perusahaan kami sangatlah cocok.”Theresia tersenyum. “Perusahaan Tuan Arvan punya kemampuan dan reputasi, seharusnya bukan hal yang suli
“Aska ada undangan. Dia bersikeras untuk bawa Theresia ke acara. Aku rasa dia sengaja mau memamerkan Jeje!” Jemmy mendengus dingin. “Temperamen Theresia terlalu bagus. Dia selalu menuruti kemauan Aska!”Julia tersenyum. “Ngapain bawa Jeje segala?”“Katanya, dia mau Theresia mengenal lebih banyak pemuda tampan dan berbakat!” balas Jemmy dengan kesal, “Menurutmu, apa dia sengaja pancing emosiku?”Julia langsung tertawa. “Pemikiran ayahku memang semakin banyak saja.”Tiba-tiba Julia teringat dengan Helward. Senyumannya kelihatan datar. “Hari ini, aku pergi bertemu dengan ayahnya Jeje.”Jemmy tersenyum lembut. “Kamu pergi menemuinya?”Julia menurunkan kelopak matanya, lalu mengangguk dengan perlahan. “Aku takut dia menginginkan Jeje, jadi ada bagusnya untuk jelasin langsung sama dia. Lagi pula, hari ini aku baru tahu ternyata biaya sekolah ke luar negerinya itu pemberian ayahku.”Kening Jemmy berkerut. Dia melihat hujan rintik-rintik, lalu berkata dengan perlahan, “Sebenarnya aku tahu masa
Helward terbengong. Dia menatap Julia dengan syok. Melihat sorot matanya yang tenang dan dingin, hatinya tak bisa menahan rasa gelisah. Gadis yang dulu seluruh dunianya hanya berisi dirinya, pada akhirnya benar-benar telah dia hilangkan.Rasa menyesal dan menderita telah memenuhi isi hatinya. Helward kembali merasa curiga dengan pilihan waktu itu. Dia berusaha menenangkan dirinya, baru bertanya, “Dengar-dengar putri kita sudah ditemukan, ya?”Selesai berbicara, Helward menyadari ada rasa waspada di wajah Julia. Dia segera berkata, “Kamu tenang saja. Aku pasti tidak akan merebut putrimu. Aku memang sangat penasaran sama dia, tapi aku tahu aku tidak menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang ayah dengan baik. Mana mungkin aku bisa membawanya pergi dari sisimu?”Julia mengangguk dengan perlahan. “Dia tidak pernah bertanya soal kamu. Dia juga tidak penasaran dengan ayahnya. Jadi, aku tidak atur kalian untuk ketemuan.”Tadinya Helward masih merasa sedikit berharap. Sekarang, dia malah sud
Helward berkata, “Dua hari lalu, aku lewat Jembara University. Aku lihat kedai makanan di seberang universitas yang sering kita kunjungi dulu sudah tidak ada, sudah diganti menjadi kedai teh, tapi aku masih sangat merindukannya! Aku sudah memesan meja di sana. Aku akan tunggu kamu sampai kamu menampakkan diri!”Julia tidak memberinya jawaban pasti.Selesai sarapan, Julia mempertimbangkannya sebentar, pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi menemui Helward.Waktu itu, Helward pergi dengan buru-buru, hubungan mereka pun berakhir begitu saja. Jadi setelah 20 tahun kemudian, Julia ingin pergi untuk memberi tanda titik pada masa lalu itu.Saat Julia keluar rumah, Vans menyusul dari belakang, membawa sebuah payung di tangannya. Terpancar kelembutan dari bola mata cokelatnya. “Aku dengar dari Paman Aska, semut-semut di halaman sedang pindah sarang. Mungkin akan hujan hari ini, jadi dibawa payungnya.”Julia tidak bisa menahan tawa. “Ayahku itu lagi menghibur Jejel. Sekarang juga bisa langsung
Theresia merasa sedikit canggung. Dia tahu masalah ini tidak bisa dirahasiakan dari Julia. Dia pun tersenyum ringan. “Cuma salah paham saja!”…Theresia dan Julia mengobrol hingga sangat larut. Setelah itu, Theresia kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengeringkan rambutnya. Saat dia berbaring di atas ranjang, dia malah tidak merasa mengantuk sama sekali.Theresia mengambil buku untuk membaca, tetapi dia tidak tertarik. Dia melempar bukunya di samping, lalu membalikkan tubuhnya untuk bersandar di atas ranjang.Saat menjelang dini hari, ponsel Theresia bergetar. Theresia segera membuka ponselnya. Dia melihat ada orang yang membagikan musik kepadanya, matanya seketika memerah. Theresia mengambil headset dan mulai mendengarkan lagu. Alunan musik yang ringan dan pelan terdengar. Hatinya seketika bergejolak, tidak tenang sama sekali.Setelah satu lagi selesai diputar, Theresia baru mengambil ponselnya untuk mengirim pesan. [ Apa kamu masih marah? ]Pria itu segera membalas. [ Bukan ini yang
Mereka semua duduk di meja makan. Saat Jason pergi mengambil gelas, Yvonne langsung duduk di bangku sampingnya, lalu menjelaskan, “Aku duduk di sini, lebih dekat sama dapur. Kalau kalian butuh apa-apa, beri tahu aku saja. Nanti aku ambilkan.”Semuanya juga tidak berkata apa-apa, selain Bondan. “Kakak
Frida mengangkat-angkat alisnya, lalu berbicara dengan santai, “Aku benar-benar nggak nyangka! Aku kira anak tamatan Kibau University sangat berpendidikan, ternyata ada pengecualiannya!”Amarah Johan langsung membara. Kalau bukan karena ada banyak orang di sekitar, sepertinya dia ingin mengajukan put
“Kami bersihkan sekarang! Tenang, kami akan bersihkan sampai bersih!” Wajah Michael tampak berkerut lantaran kesakitan dan ketakutan. Dia bahkan tidak berani menatap Sonia, langsung berdiri pergi mengambil sapu.Sementara, teman-teman yang lain juga mengikuti langkah Michael untuk mulai membereskan r
Ketika Sonia dan yang lainnya hendak pergi setelah makan, masih ada pelanggan yang datang ke toko. Yandi mengantar mereka ke pintu dan berkata kepada Ranty dan Matias, “Kalian boleh datang kapan saja. Kapan pun kalian datang, makanannya gratis!”Ranty tersenyum lebar dan berkata, “Jangan khawatir. Ak







