Denzel terdiam sejenak. Ia menatap Audrey dengan tatapan yang sulit diartikan, namun kemudian senyum tipis yang sangat hangat muncul di bibirnya. Ia meraih tangan Audrey, mengecup jemarinya satu per satu dengan penuh perhatian."Tentu saja aku memikirkannya, Audrey. Tapi saat ini, aku ingin memastikan kamu pulih sepenuhnya dari ketegangan yang lalu. Aku tidak ingin kamu kelelahan. Tapi..." Denzel sengaja menjeda kalimatnya, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Audrey, berbisik dengan nada yang sangat sensual, "Kalau itu keinginanmu, kita bisa mulai berlatih mulai malam ini."Wajah Audrey memerah padam. Ia memukul bahu Denzel pelan, meski jantungnya berdebar kencang. "Dasar mesum!""Aku hanya mesum padamu, Sayang," Denzel terkekeh, lalu bangkit berdiri sambil menggendong Kenneth yang kini sudah kembali ke pelukannya."Ayo, kita sarapan. Aku sudah meminta dapur menyiapkan bubur spesial untuk Kenneth dan menu favoritmu," ajak Denzel.Saat mereka duduk di meja makan, Denzel terus me
더 보기