Audrey langsung berlari mendekati Kenneth, namun sebelum ia sempat menyentuh putranya, sebuah tangan besar menahan pundaknya. Denzel melangkah maju, melepaskan jas hitamnya yang mahal dan melemparkannya ke atas kursi dengan gerakan santai. Ia menggulung kemeja abu-abunya hingga ke siku, memperlihatkan otot lengan bawahnya yang kokoh dan penuh urat yang menonjol. "Denzel? Kamu mau apa?" tanya Audrey terkejut. "Aku yang akan melakukannya. Kamu istirahatlah, kamu baru saja menyelesaikan presentasi besar," ucap Denzel dengan nada otoritas tegas, namun matanya menatap Audrey dengan kelembutan yang dalam. Denzel merunduk sekilas, mengecup pelipis Audrey. "Lagipula, ada seseorang yang perlu diberi pelajaran cara menjadi seorang ayah." Denzel menoleh tajam ke arah Aksa. "Aksa, mendekat. Perhatikan setiap gerakanku. Ini adalah perintah kerja tertinggimu hari ini." Aksa menelan ludah, melangkah mendekat dengan ragu. "Baik, Denzel." Denzel berlutut di tepi ranjang, mendekati Kennet
더 보기