Mahesa menarik napas panjang, lalu berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang, persis di hadapan Clarissa. Sorot matanya kini melunak, menggantikan keraguan yang sempat membeku di wajahnya. "Ica... aku tahu kamu capek banget hari ini. Dari pelantikan, saham turun, sampai makan malam yang penuh intrik tadi," ujar Mahesa pelan, suaranya terdengar begitu menenangkan. "Tapi kalau kamu benar-benar ingin tahu, aku akan cerita." Clarissa mengangguk mantap, menatap Mahesa tanpa ragu. "Aku butuh tahu, Mahesa. Jangan sembunyikan apa pun." "Sore tadi, sebelum kamu pulang, aku sempat mendengar obrolan Pak Jatmiko dan Paman Darko di ruang tengah," Mahesa memulai dengan tenang. "Mereka tidak cuma sekadar makan malam atau bicara soal golf. Pak Jatmiko sedang menggalang dukungan dari keluarga besar dan beberapa pemegang saham minoritas." Dada Clarissa berdesir. Rasa lelah yang sempat menggelayutinya mendadak sirna, berganti dengan kewaspadaan penuh. "Jadi... aksi lepas saham sejak semalam
Terakhir Diperbarui : 2026-09-12 Baca selengkapnya