Belum sempat Mahesa membuka mulut, Clarissa terlebih dahulu bicara.“Tadi malam ada keadaan darurat. Kerabatnya ada yang masuk IGD dan butuh pertolongan,” ucapnya tanpa keraguan, seolah-olah memang itulah yang terjadi. Terlihat sorot kelegaan di mata Mahesa.“Sekali dua kali mungkin bisa. Ingat Mahesa, kamu menantu keluarga Sudjana sekarang, bukan pekerja sosial. Tolong hargai kebiasaan rumah ini. Mengenai mobilmu yang berisik, jual saja kalau perlu. Kami bisa memberimu mobil bekas Mirella. Mirella, apa mobil bekasmu itu sudah terjual?” tanya Larasati.“Untungnya masih ada di garasi, Ma. Ambil saja, Kak Mahesa, kalau mau,” tawar Mirella.Clarissa menatap tajam Larasati dan Mirella. Ia merutuki keputusan Mahesa yang menolak pemberian mobil darinya tempo hari.“Tidak perlu. Aku pastikan mobil itu tidak akan mengganggu kenyamanan kalian,” sahut Mahesa cepat. Clarissa bisa melihat wajah Mahesa yang menegang.“Masih untung Mirella mau menawarkan,” ucap Larasati seraya menyendok yogurtnya d
Terakhir Diperbarui : 2026-08-30 Baca selengkapnya