Ruang rapat privat di lantai tiga puluh itu beraroma cerutu mahal yang menyesakkan. Dewa duduk di kursi kebesarannya dengan rahang mengeras, sementara di seberang meja, Tuan Baskoro—seorang taipan minyak yang dikenal sebagai "predator" di bursa saham—menyandarkan punggungnya dengan angkuh.Dewa butuh suntikan modal dari konsorsium Baskoro untuk membentengi Dewangga Corp dari serangan susulan Barata. Namun, Baskoro bukan sedang bernegosiasi bisnis; ia sedang menikmati posisi tawarnya yang di atas angin."Dewa, Dewa... kamu ini masih muda, terlalu idealis," Baskoro tertawa, suaranya parau dan merendahkan. "Kamu butuh uang saya, tapi kamu bicara soal etika lingkungan? Di dunia ini, yang hijau itu cuma dollar, bukan pohon."Chika masuk dengan kepala menunduk, membawa baki berisi dokumen audit tambahan dan segelas wiski pesanan tamu tersebut. Kacamata besarnya sengaja ia turunkan sedikit agar menutupi sebagian besar wajahnya."Lama sekali, Cantik," celetuk Baskoro saat Chika meletakkan gel
最後更新 : 2026-04-04 閱讀更多