Hari yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan bagi setiap wanita, terasa seperti sebuah upacara pemakaman bagi Aurora. Tidak ada gaun putih megah dengan ekor panjang, tidak ada dekorasi bunga lili yang harum, dan tidak ada riuh rendah sanak saudara. Hanya ada dinding bercat putih gading kantor urusan agama yang terasa dingin.Darius menggenggam tangan Aurora. Pria itu tampil rapi dengan setelan jas hitam tanpa dasi. Wajahnya tenang, namun matanya tidak bisa menyembunyikan kecemasan. Ia terus melirik ke arah pintu masuk, menunggu sosok yang mereka ragukan kehadirannya."Kalau Ayah nggak datang, kita bisa tunda, Dad," bisik Aurora dengan suara bergetar. Buket bunga mawar kecil di tangannya mulai layu karena remasan jemarinya yang berkeringat.Darius baru saja akan menjawab ketika pintu terbuka.Langkah kaki yang berat dan tegas menggema. Dean Harrison datang. Ia mengenakan kemeja batik gelap, wajahnya kaku seperti pahatan batu. Ia tidak melihat ke arah dekorasi minimalis di ruangan it
Last Updated : 2026-02-24 Read more